Cara Menggunakan WhatsApp Bisnis Untuk Jualan

Cara Menggunakan WhatsApp Bisnis Untuk Jualan

Daftar Jadi Reseller Evermos

Ingin memaksimalkan penjualan Anda melalui aplikasi WhatsApp? Yuk, simak artikel menganai cara menggunakan Whatsapp bisnis untuk toko online dan yang memiliki usaha agar semakin mudah dalam melayani calon pelanggan.
Bagi para pelaku usaha, terhubung langsung dengan pelanggan adalah sebuah keharusan.
Untungnya, di zaman serba digital ini hal tersebut pun bukan lagi menjadi sebuah masalah. Sudah banyak aplikasi pesan singkat serta marketplace yang menyediakan fitur pesan.
Namun, di Indonesia sendiri WhatsApp bisnis lah yang paling banyak digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan.
Untuk itu, setiap pebisnis wajib sekali mengetahui cara menggunakan WhatsApp bisnis.
Banyak sekali lho manfaat dari WhatsApp bisnis bagi para pemilik usaha.
Pada artikel kali ini, Anda akan mempelajari mengenai pengertian WhatsApp bisnis, fitur-fitur unggulannya, cara menggunakan WhatsApp bisnis, manfaat WhatsApp bisnis, juga cara memaksimalkan WhatsApp bisnis untuk jualan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya.

Apa Itu WhatsApp Bisnis?

WhatsApp bisnis merupakan aplikasi chat yang dibuat oleh WhatsApp, khusus untuk menunjang para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya dan memudahkannya dalam berkomunikasi dengan pelanggan.
Sejak peluncurannya pada tahun 2018, WhatsApp bisnis semakin memiliki kenaikan dalam jumlah penggunanya.
Bahkan sekarang, menurut data sudah ada lebih dari 175 juta orang mengirim pesan ke WhatsApp bisnis setiap harinya.
WhatsApp bisnis ini tidak hanya berguna untuk perusahaan besar. Pelaku usaha kecil seperti UMKM pun bisa turut menggunakannya dengan mudah.
Karena tujuan dari peluncuran WhatsApp bisnis ini adalah untuk meningkatkan pengalaman dalam berbisnis.
Setiap pebisnis bisa menemukan berbagai fitur yang tentunya bisa memudahkan mereka untuk menjalankan bisnis, berinteraksi dengan pelanggan, menjangkau pelanggan yang lebih luas, juga pastinya mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Penasaran fitur-fitur apa saja yang dihadirkan pada WhatsApp bisnis ini dan tidak ada di WhatsApp biasa? Baca selengkapnya di bawah ini.

Fitur-Fitur pada WhatsApp Bisnis

1. Katalog

Akun WhatsApp bisnis memungkinkan Anda untuk membuat katalog dari produk yang Anda jual.
Katalog ini berada dalam profil WhatsApp Bisnis Anda dan berfungsi seperti etalase produk yang dapat diakses oleh pelanggan saat membuka profil Anda.
Anda dapat menambahkan foto produk, deskripsi produk, detail keterangan produk, dan juga harga produk.
Jadi, pelanggan pun bisa melihat keseluruhan informasi dari produk yang Anda jual.
Fitur katalog ini pun bisa menampilkan hingga 500 foto produk. Sangat efektif, bukan?

2. Pesan otomatis

Pesan otomatis ini menjadi salah satu fitur unggulan yang ada pada WhatsApp bisnis. Hanya perlu mengetik symbol “/”, pilihan pesan otomatis yang telah dibuat pun akan muncul dengan sendirinya.
Anda bisa mengatur pesan otomatis ini dan membaginya ke dalam tiga kategori, yaitu Away Message, Greeting Message, dan Quick Replies.

  •  Away Message

Away Message merupakan balasan otomatis yang akan dikirim ketika ada pelanggan yang menghubungi toko Anda di luar jam kerja atau ketika bisnis sedang tidak beroperasi. Jika fitur ini diaktifkan, maka pelanggan Anda akan mendapatkan pesan secara otomatis yang berisi pemberitahuan bahwa toko sedang tutup dan akan dibalas setelah buka di jam kerja, atau pesan lain sesuai preferensi Anda.

  • Greeting Message

Greeting Message merupakan balasan otomatis yang bisa Anda pakai pada saat pelanggan pertama kali menghubungi Anda. Anda bisa memberikan salam sapaan kepada pelanggan dan juga menanyakan apa yang bisa dibantu.

  • Quick Replies

Jika Anda menemukan beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pelanggan, Anda bisa membuat balasan singkat yang berisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, ketika nantinya da pelanggan lain yang menanyakannya, Anda bisa langsyng menjawabnya dengan pilihan jawaban yang sudah Anda buat. Sangat praktis, bukan?

3. Statistik pesan

Ingin tahu pesan mana saja yang sudah terkirim dan sudah masuk ke pelanggan? Pada WhatsApp bisnis, Anda bisa melihat jumlah statistik keduanya. Dengan adanya fitur ini, Anda pun bisa meninjau pesan mana yang efektif untuk dikirimkan pada pelanggan.

4. Tanda centang pada akun bisnis

Jika Anda ingin pelanggan Anda lebih mempercayai bisnis Anda, tanda centang biru bisa jadi solusinya.
Dengan adanya tanda centang biru pada profil, pelanggan pun akan mengetahui bahwa akun bisnis Anda merupakan akun official atau akun asli dari perusahaan/bisnis yang Anda miliki.
Anda bisa mendapatkan centang pada akun bisnis Anda setelah melakukan verifikasi nomor telepon.

Daftar Jadi Reseller Evermos

5. Pengelompokan pesan dengan “Label”

Fitur unggulan lainnya yang hanya ada di WhatsApp bisnis adalah Label.
Dengan fitur label ini, Anda bisa mengelompokkan pesan berdasarkan kriteria tertentu, seperti prospek, pesan baru, menunggu pembayaran, dan pesanan selesai.
Anda juga bisa menambahkan kriteria lain sesuai keinginan Anda.
Dengan adanya fitur label ini, Anda pun bisa lebih mudah berkomunikasi dengan pelanggan.

Cara Menggunakan WhatsApp Bisnis

Setelah mengetahui fitur-fiturnya, pasti langsung ingin tahu kan, bagaimana cara menggunakan WhatsApp bisnis? Langsung simak langkah-langkahnya di bawah ini ya.
1. Unduh aplikasi
Untuk bisa menggunakan WhatsApp bisnis, Anda harus mengunduhnya terlebih dahulu. WhatsApp bisnis tersedia di Google Play Store bagi Anda yang menggunakan Android dan App Store bagi Anda yang menggunakan IOS.
2. Buat Akun
Jika sudah selesai mengunduh aplikasinya, Anda bisa langsung membuat akun WhatsApp bisnis dan masukkan nomor telepon yang akan digunakan pada akun tersebut. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan kode yang digunakan untuk verifikasi. Setelah proses verifikasi selesai, Anda pun telah bisa mengakses akun WhatsApp bisnis Anda.
3. Lengkapi profil
Hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah melengkapi profil Anda. Anda dapat mengisi profil Anda dengan alamat, kategori, deskripsi, jam kerja, email, dan juga website perusahaan atau bisnis Anda.

Cara Memaksimalkan WhatsApp Bisnis untuk Jualan

Sudah tahu cara menggunakan WhatsApp bisnis, dan sudah mengaplikasikannya juga untuk berjualan, tapi ingin lebih maksimal lagi dalam dalam mendapatkan keuntungan? Mungkin Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.
1. Membuat pesan broadcast
Toko Anda sedang launching produk baru? Atau sedang ada promo dan diskon besar-besaran?
Agar produk baru atau diskon yang Anda buat bisa diketahui banyak orang, Anda bisa membuat pesan broadcast, lho.
Dengan membuat pesan broadcast, pelanggan bisa segera mengetahui diskon yang sedang berlangsung dan penjualan pun bisa menjadi lebih maksimal.
2. Foto produk dengan menarik
Biasanya, pelanggan akan melirik produk yang Anda jual jika foto yang ditampilkan pada katalog terlihat menarik.
Oleh karena itu, Anda bisa membuat foto produk yang jelas, dan memuat deskripsi yang lengkap sehingga pelanggan pun akan percaya pada produk yang Anda jual.
3. Membuat konten di WhatsApp Story
Jika Anda ingin toko Anda terus terlihat oleh pelanggan, Anda bisa mengunggah WhatsApp story lho.
WhatsApp story merupakan fitur yang memungkinkan Anda untuk berbagi foto atau video yang hanya akan muncul selama 24 jam.
Anda bisa mengunggah foto produk, informasi promo, dan info-info lainnya agar pelanggan bisa terus mengingat toko Anda.
Demikianlah artikel mengenai cara menggunakan WhatsApp bisnis untuk jualan.
Jika Anda bisa menggunakannya dengan maksimal, Anda pun bisa meraih keuntungan yang lebih besar untuk bisnis Anda. Selamat Mencoba!
Selain dengan WhatsApp bisnis, Anda juga bisa memulai bisnis dengan jadi reseller Evermos, lho.
Temukan ribuan produk dengan harga tangan pertama hanya di aplikasi Evermos. Yuk, mulai berikhtiar bersama Evermos!

Daftar Jadi Reseller Evermos

Inilah Cara Menghitung Laba Bersih Dan Rumus Hitungan Yang Benar

Inilah Cara Menghitung Laba Bersih Dan Rumus Hitungan Yang Benar

Daftar Jadi Reseller Evermos

Bagaimana cara menghitung laba bersih dalam sebuah bisnis? Yuk, sontek rumus-rumusnya berikut ini.
Dalam aktivitas sebuah bisnis, laba adalah hal yang pasti akan selalu diharapkan. Laba sendiri bisa diartikan sebagai keuntungan yang didapat dari suatu aktivitas bisnis.
Keuntungan ini biasanya diperoleh dari pendapatan yang sudah dikurangi biaya-biaya produksi.
Dalam dunia ekonomi, laba dibagi menjadi empat jenis. Diantaranya laba bersih, laba kotor, laba operasi, dan laba sebelum pajak.
Agar lebih terforkus, artikel kali ini akan membahas mengenai laba bersih secara mendalam, mulai dari pengertian laba bershih hingga cara menghitung laba bersih itu sendiri.
Oleh karena itu, simak artikel ini sampai habis ya!

Pengertian Laba Bersih

Laba bersih adalah kelebihan atau keuntungan atas seluruh biaya dalam periode penjualan tertentu. Nilai dari laba bersih ini sudah dikurangi oleh biaya beban pajak maupun produksi.
Dengan kata lain, laba bersih dapat diartikan sebagai keuntungan mutlak yang akan didapatkan suatu bisnis atau perusahaan dari hasil aktivitas bisnis dalam suatu periode penjualan.
Dimana cara menghitung laba bersih dapat mengacu nilai uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi berbagai beban biaya.
Dimana beban biaya tersebut meliputi biaya produksi, pajak, serta biaya operasional lainnya.

Manfaat dan Fungsi Menghitung Laba Bersih

Laba bersih yang rendah menunjukan adanya manajemen pengeluaran yang dapat dikatakan buruk atau adanya permasalahan lain seperti penjualan yang lebih sedikit atau strategi pemasaran yang belum maksimal.
Sebaliknya, tingginya nilai laba bersih akan menunjukan bahwa manajemen keuangan dari bisnis atau perusahaan tersebut sudah dilakukan dengan baik.
Hal ini menunjukan nilai laba bersih akan sangat berpengaruh dalam penentukan keberhasilan suatu bisnis atau perusahaan dalam aktivitas berbisnisnya pada periode tertentu.
Oleh karena itu, seorang pebisnis dituntut untuk menegetahui cara mengatur dan cara menghitung laba bersih secara tepat dan akurat.
Dalam kasus bisnis rumahan, kemampuan untuk tahu cara menghitung laba bersih juga tetap diperlukan.
Tujuannya tetap sama yaitu untuk mengetahui keuntungan yang didapatkan di penghujung hari secara pasti.
Dengan mengetahui cara menghitung laba bersih secara tepat, seorang pebisnis bisa mengevaluasi kinerja dari aktivitas bisninsnya untuk agar mendapatkan laba bersih yang konsisten dikemudian hari.
Dimana sukses untuk mendapatkan laba bersih yang konsisten dan terus meningkat dari periode ke periode merupakan harapan dari setiap bisnis.
Laba bersih itu sendiri juga dapat digunakan sebagai tabungan perusahaan untuk pengeluaran bertujuan untuk pertumbuhan atau peningkatan bisnis atau perushaan itu sendiri di masa depan.
Selain itu tabungan laba bersih juga dapat digunakan sebagai penambahan investasi seperti fasilitas-fasilitas yang mendukung operasional hingga penambahan staff.

Komponen yang Mempengaruhi Perhitungan Laba Bersih

Secara garis besar untuk tahu cara menghitung laba bersih, kita juga harus mengetahui data-data dari komponen yang mempengaruhi atau membentuk perhitungan laba bersih.
Komponen tersebut meliputi laba kotor dan beban usaha.

Laba Kotor

Berbeda dengan laba bersih, jika laba bersih merupakan keuntungan mutlak yang akan didapatkan suatu persuhaan dan sudah dikurang beban biaya produksi dan operasional, Laba kotor adalah pendapatan dari penjualan sebelum dikurangi biaya overhead, gaji pegawai, pajak dan pembayaran bunga.
Artinya Laba kotor memuat keuntungan sekaligus biaya ongkos produksi. Dengan kata lain, laba kotor belum bisa dikatakan keuntungan mutlak dari penjualan.

Daftar Jadi Reseller Evermos

Beban Usaha

Berban usaha merupakan seluruh beban atau biaya yang digunakan untuk ongkos produksi dan keperluan operasional.
Dimana beban usaha dibagi kedalam dua jenis, yaitu biaya tetap (fix cost) dan biaya variabel (variable cost).
Biaya tetap atau fix cost pada umumnya lebih stabil dibandingkan biaya variabel dan tika berubah secara sigfikan dari waktu ke waktu.
Biasanya biaya ini mencakup hal-hal yang tegolong dalam inventaris perusahaan, seperti gedung, upah karyawan, serta pajak.
Sebaliknya, biaya variabel (variable cost) mencakup hal-hal yang lebih dinamis dan dapat berubah sewaktu waktu, dimana perubahan ini dapat disebabkan oleh jumlah produk yang dibuat atau dijual.
Biasanya biaya ini mencakup bahan habis pakai, biaya transportasi dan operasioal serta biaya lembur karyawan. Biaya variabel ini juga dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP).

Cara Menghitung Laba Bersih

Jika dilihat, cara menghitung laba bersih sebenarnya cukup sederhana, yakni hasil pengurangan dari hasil keuntungan yang didapat dan total biaya yang digunakan untuk produksi.
Hanya saja untuk sebelum menghitung laba bersih itu sendiri, kamu harus mengumpulkan data-data yang mempengaruhi perhitungan laba bersih.
Sebelum masuk dalam pembahasan cara menghitung laba bersih, kamu harus mengetahui terlebih dahulu beberapa istilah yang akan digunakan untuk memdapat nilai laba bersih tersebut.
Terdapat tiga istilah, yaitu EBITDA, EBIT, EBD

EBITDA

EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization) dikenal sebagai Laba sebelum pajak, bunga, penyusutan dan amortasi. Nilai dari EBITDA dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
EBITDA = Beban bunga – Biaya operasional

EBIT

Istilah selanjutnya yaitu EBIT (Earning Before Interest and Tax). EBIT dikenal juga dengan istilah Laba sebelum pajak dan bunga dengan perhitungan sebagai berikut:
EBIT = EBITDA – (nilai penyusutan + nilai amortasi)

EBT

Terakhir, ada istilah EBT (Earning Before Tax) yaitu Laba sebelum pajak. Untuk mengetahui nilai EBT, dapat dilakukan dengan perhitungan berikut:
EBT = Beban bunga + Pendapatan Bunga – EBIT
Setelah mengetahui istilah dan komponen yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka secara umum nilai laba bersih akan didapatkan dengan rumus cara menghitung laba bersih sebagai berikut:
Laba bersih = Laba kotor – Beban usaha
Jika data yang dimiliki berkaitan erat dengan bunga, kamu juga bisa mengetahui nilai tersebut dengan cara menghitung laba bersih sebagai berikut:
Laba bersih = EBT – Beban pajak

Contoh Penggunaan Rumus Cara Menghitung Laba Bersih

Agar rumus yang telah dijelaskan sebelumnya akan lebih mudah dimengerti, artikel ini memberikan contoh penggunaan rumus cara menghitung laba bersih dengan menggunakan data contoh sebuah usaha rumahan di pertengahan tahun 2020 sebagai berikut:
Cara Menghitung Laba Bersih
Dari data tersebut, sebelum masuk ke contoh penggunaan rumus cara menghitung laba, kita dapat mengitung komponen beban usaha, yaitu akumulasi dari biaya tetap (fix cost) dan biaya variabel (variable cost) atau HPP:
Beban Usaha = Biaya tetap + HPP
= (Biaya Sewa Gudang + Beban Bunga + Upah Karyawan) + HPP
= (Rp13.000.000 + Rp2.500.000 + Rp20.000.000) + Rp42.000.000
= Rp35.500.000 + Rp42.000.000
= Rp77.500.000
Setelah data dari komponen yang diperlukan sudah lengkap, selanjutnya kamu bisa langsung mengaplikasikan penggunaan rumus cara menghitung laba bersih seperti contoh berikut:
Laba Bersih = Pendapatan penjualan – Beban usaha
= Rp175.000.000 – Rp77.500.000
= Rp97.500.000
Dengan nilai laba bersih yang sudah terlihat, kamu bisa dengan lebih mudah mengevaluasi aktivitas bisnis mu selama periode tertentu.
Evaluasi ini wajib dilakukan dalam sebuah bisnis karena akan terlihat apakah aktivitas bisnis dan manajemen pengeluaran sudah bersih laba bersih memenuhi target yang kamu inginkan atau belum yang tercemin dalam sebuah laporan keuangan.

Daftar Jadi Reseller Evermos

×