Apa Itu Reseller? Apa Saja Keuntungannya? Simak Penjelasannya Disini

Apa Itu Reseller

Apa Itu Reseller? Simak Penjelasannya Disini – Melihat perkembangan bisnis digital yang terus meningkat, terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini, memberikan peluang yang besar bagi para pelaku usaha untuk mengalihkan bisnisnya dari media offline ke berbagai media online.

Kondisi pandemi yang mengubah banyak kegiatan dan kebiasaan masyarakat termasuk dalam hal berbelanja, membuat pola baru dalam transaksi jual beli. Dimana membuka bisnis secara online seakan menjadi primadona. Selain tahapannya yang relatif lebih mudah, bisnis online juga memiliki peluang yang sangat menjanjikan.

Baca Juga:  Perbedaan Dropship dan Reseller Calon Pebisnis Wajib Tahu! 

Banyak masyarakat yang pada akhirnya memutuskan untuk beralih menjadi pebisnis online dalam berbagai model bisnis maupun jenis produk.

Adapun bisnis model reseller yang menjadi jawaban untuk kamu yang ingin mulai bisnis tapi minim modal, atau sekedar ingin punya sampingan dengan pendapatan yang cukup menjanjikan.

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

Lalu apa itu reseller? Simak penjelasannya disini.

Apa Itu Reseller

Reseller adalah model bisnis dimana seorang penjual yang melakukan stok produk dari supplier maupun distributor untuk dipasarkan atau dijual kembali kepada konsumen.

Dengan kata lain, seorang reseller tidak perlu melakukan proses produksi barang dari, melainkan cukup membeli produk pilihan dari supplier favoritmu. Cukup mudah bukan? Oleh karena itu, model bisnis reseller sangat cocok untuk kamu para pemula.

Baca Juga:  Aplikasi Reseller Daftar Gratis Tanpa Modal dan Stok Barang

Keuntungan Menjadi Reseller

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bisnis model reseller sangat mudah dan cocok untuk pemula. Selain mudah, bisnis ini juga memiliki banyak keuntungan yang tidak bisa kamu dapatkan di model bisnis lain lho!

1. Leluasa Dalam Mengatur Produk yang Kamu Jual

Meskipun produk yang dijual tidak diproduksi sendiri, tapi seorang reseller tidak bergantung pada supplier, karena kamu akan dapat sepenuhnya mengontrol produk yang akan dijual. Mulai dari stock, foto katalog, hingga penentuan harga.

Umumnya para pelaku reseller akan mendapat yang harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran sehingga mereka dapat menentukan sendiri harga jual dan rata-rata keuntungan yang akan mereka dapatkan.

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

2. Minim Modal

Modal yang cenderung minim menjadi alasan mengapa bisnis reseller marak diminaati terutama oleh para pemula.

Jika dibandingkan dengan menjadi produsen yang harus memproduksi dari nol dan membutuhkan ongkos produksi yang cukup tinggi, dengan reseller, kamu dapat mencari produk dari supplier dengan ketentuan jumlah minimal pembelian yang cocok dengan kemampuan finansialmu. Selain itu kamu juga dapat memanfaatkan sistem pre-order

3. Minim Risiko

Selain minim modal, menjadi reseller juga memiliki risiko yang cenderung lebih kecil dibandingkan dengan membangun brand dan produk dari nol.

Selain dapat memanfaatkan sistem pre-order seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu juga dapat mengatur stok barang secukupnya serta memanfaatkan kebijakan retur dari supplier.

4. Hemat Waktu dan Tenaga

Karena produk yang akan dijual tidak kamu produksi dari awal, kamu tidak harus sibuk melakukan riset, menentukan margin berdasarkan harga pokok produksi, hingga mencari supplier bahan baku.

Karena kamu tidak perlu mengurus hal-hal rumit dari nol, kamu dapat dengan fokus mengurus keperluan promosi produk dan operasional lainnya.

Misalnya, sebagai reseller kamu memiliki banyak waktu untuk eksplore mengenai membuatan katalog foto produk, video promosi, analisis kompetitor dan strategi pemasaran lainnya untuk membangun kepercayaa konsumen hingga meningkatkan penjualan dalam bisnis resellermu.

5. Tidak Bergantung pada Satu Produk

Salah satu keunggulan model bisnis reseller lainnya yakni dapat melakukan stok produk yang akan dijual dari berbagai beberapa supplier, sehingga kamu dapat cenderung lebih mudah untuk memberikan banyak pilihan variasi produk kepada calon konsumen.

Disini, kamu bisa memanfaatkan momen-momen atau trend tertentu dengan lebih mudah. Contohnya, jika pada awalnya kamu merupakan reseller produk fashion, Ketika terjadi momentum tertentu seperti pandemi seperti sekarang ini, kamu dapat dengan cepat beradaptasi dengan menambahkan produk baru di tokomu seperti masker, sarung tangan, hingga alat ibadah traveling tanpa harus memakan waktu yang lama dan ongkos produksi yang relatif tinggi.

6. Adanya Komisi Tambahan

Dalam perputaran bisnis reseller, beberapa supplier seringkali memberlakukan sharing commission melalui pemberian komisi lebih kepada reseller dengan kesepakatan tertentu.

Biasanya komisi ini diberikan dalam bentuk potongan dari harga reseller yang telah ditentukan maupun bonus jika berhasil menjual produk dalam jangka waktu tertentu.

Dengan begitu, kamu berkesempatan untuk mendapat mergin lebih dari hasil potongan harga, maupun pendapatan lebih dari bonus komisi yang diberikan oleh supplier.

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

7. Membangun Relasi

Menjadi akan membuatmu untuk berhadapan dengan banyak orang, seperti supplier, konsumen hingga reseller lain.

Misalnya, dengan pertumbuhan bisnis reseller yang kian marak sehingga banyak pula pembentukan komunitas-komunitas reseller dengan berbagai kategori, seperti komunitas reseller yang terbentuk atas kesamaan jenis produk yang dijual, kesamaan target pasar, hingga daerah domisili.

Disini, kamu jangan hanya memandang mereka sebagai kompetitor, karena melalui komunitas ini kamu bisa berkesempatan untuk berbagi ilmu dengan reseller lain. Hal ini dapat kamu manfaatkan untuk menjalin kerja sama yang bahkan dapat meningkatkan pendapatanmu.

Baca Juga:  5 Daftar Produk Reseller yang Banyak diminati di Tahun 2021

Kekurangan Menjadi Reseller

Dalam model bisnis apapun, tentunya selain memiliki kekurangan. Begitu juga dengan model bisnis reseller. Meskipun memiliki beragam kelebihan yang cukup menjanjikan, bisnis reseller juga pastinya memiliki kekurangan yang akan kamu rasakan dan wajib diantisipasi.

1. Memiliki Risiko Yang Merugikan Jika Produk Tidak Terjual

Berbeda dengan sistem dropship, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa model bisnis reseller mengharuskan kita untuk melakukan stok barang terlebih dahulu.

Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan risiko dimana stok produk yang disediakan tidak terjual, sehingga kamu harus memiliki ancang-ancang dalam hal perputaran uang sehingga operasional bisnismu tetap bisa berjalan.

2. Persediaan Produk Tidak Dapat Sepenuhnya Kamu Kendalikan

Karena produk yang dijual bukanlah milik sendiri atau diproduksi dari nol, maka ada hal ini memungkinkan kamu mengalami kehabisan stok produk dari suppliermu. Sehingga pasokan yang ada tidak sesuai dengan permintaan dari konsumen.

Dalam kasus seperti ini, katika produk yang kamu jual memiliki peminat yang tinggi, namun ketersediaan produk di supplier kian menipis bahkan sampai habis, kamu harus menunggu sampai supplier dapat menyediakan dan mengirim kembali produk tersebut. Dengan kata lain kamu tidak dapat berjualan sementara waktu sampai stok produk benar-benar tersedia.

3. Keterbatasan Ruang untuk Menentukan Margin atau Keuntungan

Dalam bisnis reseller, seringkali supplier mematok harga yang selisihnya tidak jauh dengan harga pasaran. Sehingga kamu tidak memiliki ruang yang cukup bebas untuk menentukan harga jual ke konsumen.

Jika kamu menjual barang dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran dengan alas an ingin menambah margin, hal tersebut berisiko terjadinya perang harga dengan kompetitormu yang dapat menyebabkan produkmu akan minim pembeli.

Oleh karena itu, memilih supplier yang tepat, menganalisis dan sistem kerjasama yang jelas hingga menganalisis pasar sangatlah penting sebelum kamu memulai bisnis model reseller ini

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

4. Pesaing yang Banyak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kemudahan yang ditawarkan oleh bisnis model reseller ditambah keuntungan yang relatif menjanjikan serta sejalan dengan minat masyarakat dalam berbelanja online, membuat bisnis model reseller ini banyak diminati.

Secara otomatis, disini kamu akan memiliki banyak pesaing. Yang perlu kamu lakukan adalah selalu berancang-ancang menyiapkan berbagai inovasi dai kreatifitas dalam hal mempromosikan produk-produk yang kamu jual.

Dalam hal ini kamu juga harus peka terhadap pasar. Dalam artian kamu harus cepat tanggap untuk dapat membaca kebutuhan pasar yang dapat dijadikan referensi dalam penentuan produk yang akan kamu jual hingga trend marketing yang dapat kamu lakukan.

 

Strategi Bisnis Reseller

Dengan adanya kekurangan dan kelebihan dari bisnis model reseller, kamu memerlukan strategi yang tepat untuk menjalankan bisnismu.

Selain demi menciptakan pola yang tepat dalam kegiatan bisnis reseller, strategi ini juga dibutuhkan agar bisnismu dapat bersaing dengan competitor diluar sana.

Lalu apa saja strategi yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis reseller? Simak penjelasnannya berikut.

1. Memahami Produk yang Akan Dipasarkan

Tahapan utama dan penting saat memulai bisnis termasuk bisnis model reseller adalah menentukan produk yang layak jual.

Kamu harus dapat memilih produk apa yang dapat menarik peminat. Untuk menentukan produk yang akan kamu jual sebaiknya diiringi dengan riset seperti berbagai informasi mengenai produk yang sedang dibutuhkan dipasaran, produk seperti apa yang memiliki banyak peminat, produk apa yang memiliki peluang namun belum banyak toko yang menjualnya hingga tingkat kesulitan untuk mendapat produk itu sendiri.

Untuk kamu seorang reseller pemula, hal yang wajib kamu lakukan adalah menguasai dan memahami secara dalam mengenai produk yang akan kamu jual mulai dari manfaat produk hingga keunikan dari produk itu sendiri.

Langkah ini bisa kamu lakukan bersamaan dengan analisis pasar yang kemudian akan menghasilkan keputusan dalam pemilihan produk yang akhirnya kamu jual.

2. Menganalisis Pasar dengan Tepat

Seperti yang sebelymnya telah disinggung, bahwa pelaku bisnis diharuskan memiliki kepekaan terhadap pasar, baik dari segi kebutuhan dan keinginan pasar terkait produk, media pemasaran, hingga gaya pemasaran yang tentunya disesuaikan dengan target pasarmu.

Tahap ini mungkin memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi namum dengan melakukan analisis ini sebelum memulai bisnis, akan sangat membatumu untuk membuat keputusan keunggulan apa yang akan kamu tonjolkan dari produk dan tokomu serta alur pemasaran seperti apa yang akan kamu lakukan untuk menarik perhatian konsumen.

Hal ini sangat penting, mengingat sebagai reseller nantinya kamu akan melakukan stok suatu produk, sehingga jangan sampai kamu menyetok produk tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar.

Dalam menganalisis pasar, kamu dapat melakukan berbagai cara yang relative mudah dan bervariasi. Mulai dari melakukan penelitian sederhana dengan meninjau atau memperharikan trend di media sosial, atau bakan dengan memanfaatkan fitur polling Instagram untuk mendapatkan referensi dan masukan dari audience sosial media mu yang juga tidak menutup kemungkinan bahwa mereka lah target pasarmu.

Disini juga kamu disarankan untuk mencoba terbuka, dengan kata lain kamu boleh melakukan konsultasi untuk mendapat masukan dari orang-orang disekelilingmu.

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

3. Menentukan Supplier yang Tepat

Tanpa adanya supplier, tentu tidak akan ada pula bisnis model reseller, oleh karena itu memimilih supplier yang tepat adalah salah satu prioritas utama yang harus dilakukan oleh para reseller.

Kamu dapat mencari supplier yang sesuai dengan kebutuhanmu, baik dari segi produk atau kapabilitas dan kapasitasmu sebagai reseller, terutama bagi kamu yang baru pertamakali terjun di dunia bisnis.

Hal-hal krusial syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh supplier itu sendiri, seperti minimal pembelian produk, sistem pembayaran hingga sistem penukaran atau pengembalian juga harus kamu perhatikan sebelum menjalin kerjasama dengan supplier

Yang tentu tidak kalah pentingnya, kamu harus faham betul kualitas produk yang disediakan oleh supplier merupakan produk yang kayak jual. Disini kamu juga harus memastikan bahwa supplier yang akan kamu pilih memiliki konsistensi dalam segi kualitas. Disarankan kamu juga memiliki indicator kualitas dari produk yang ingin kamu jual. Karena jika produk yang kamu jual bermasalah, konsumen yang membeli produknya ditokomu akan melakukan komplain kepadamu, bukan kepada reseller.

Selain mengenai produk serta syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh supplier, kamu juga harus memastikan bahwa supplier yang kamu pilih memiliki sistem komunikasi yang lancer dan terbuka mengenai semua hal terkait Kerjasama.

Jika supplier yang kamu pilih sudah terperyaca dari segala sisi, maka kesempatan untuk berhasil dalam bisnis reseller yang kamu jalani akan terbuka lebih lebar.

4. Sistem Perhitungan Internal yang Matang

Dalam model bisnis apapun, pembukan biaya keluar dan biasa masuk merupakan salah satu hal yang krusial. Tak terkecuali dalam bisnis model reseller.

Agar kamu terhindar dari kerugian jenis apapun, kamu harus memiliki sistem perhitungan yang matang.

Disini kamu harus melakukan rincian biaya mulai dari harga produk dari supplier dan biaya operasional yang pada umumnya mencakup ongkos pengiriman dari supplier, biaya internet admin, hingga biaya marketing.

Selain harga produk dan biaya operasional, kamu juga perlu memperhatikan biaya untuk pengemasan dan pengiriman produk ke konsumen. Seluruh biaya yang keluat nantinya diakumulasikan. Hasil akumulasi ini akan sangat membantumu untuk menentukan harga jual.

Dengan perhitungan yang matang, kemungkinan untuk rugi secara margin, akan lebih sedikit dan cashflow dari bisnismu akan berjalan dengan lebih terstruktur.

5. Buat Tokomu Lebih Menark dan Berkarakter

Agar bisnis reseller yang kamu jalankan lebih banyak dikenal oleh pasar, kamu harus menagtur strategi untuk menonjolkan keunikan dari tokomu yang tidak dimiliki oleh kompetitor.

Misalnya kamu dapat mengadirkan logo yang menadi cirikhas dari bisnis resellermu. Kehadiran logo disini cukup penting hingga bisnis resellermu memiliki identitas pembeda hingga bisnismu berkesempatan untuk dikenal oleh pasar dengan relative lebih mudah.

Selain adanya logo, kamu juga dapat membuat konsep konten yang konsisten dan berkarakter untuk media posiaal dari tokomu. Selain sebagai pembeda, konten ini juga dapat menjadi sarana interaksi bisnis resellermu dengan para audience. Hal ini cukup penting karena dengan interaksi yang terjalin, tentunya dapan meningkatkan kepercayaan konsumen bahkan hingga mencapai repeat order.

Konten ini disarankan tidak selalu berupa konten yang berkaitan dengan penjualan produkmu, kamu juga bisa menambahkan konten selingan seperti games, meme, quotes of the day, atau bahkan konten-konten yang memuat pengetahuan. Tujuannya agar audience mu tidak merasa bosan.

Dalam konten selingan ini, kamu juga memungkinkan untuk melakukan soft selling. Misalnya kamu adalah reseller dari produk skincare, kamu dapat membuat konten berupa games tebak tebakan fungsi skincare atau konten yang memuat fun fact mengenai masalah kulit. Dari situ kamu dapat menggiring audience mu untuk lebih mengenali produk yang kamu jual hingga pada akhirnya membuat mereka tertarik untuk membeli produkmu.

Konten yang unik dan menarik, akan kurang rasanya jika tidak diimbangi dengan tampilan media sosial yang estetik. Oleh karena itu kamu disarankan membuat katalog produk online juga menarik. Selain dari segi estetika, hal ini juga bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam memilik produk di tokomu. Perlu diingat, semakin menarik tampilan katalog foto produkmu, semakin betah juga calon konsumen untuk melihat-lihat isinya.

Selain logo, konten dan visualisasi katalog produk, pengemasan yang unik akan meningkatkan kepuasan konsumen.

Meskipun produk yang kamu tawarkan bukanlah produk yang kamu produksi sendiri, tidak ada salahnya untuk menghadirkan kemasan yang menarik sehingga dapat membentuk identitas bisnismu menjadi lebih kuat.

Kemasan yang menarik juga dapat mengundang konsumen yang telah membeli produkmu untuk melakukan unboxing. Disini adalah kesempatan yang besar untukmu karena secara tidak langsung kamu mendapat promosi gratis.

Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai testimoni bisnis resellermu.  Selain bisa mendapat peluang repeat order dari konsumen sebelumnya, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan dari calon konsumen lain.

Daftar Reseller Gratis Klik Disini

6. Manfaatkan Marketplace sebagai Media Pemasaran

Meskipun tidak mudah karena akan langsung berhadapan dengan ratusan hingga ribuan toko lain yang juga bisa menjual jenis produk yang sama, namun berjualan produkmu di marketplace bisa menjadi pilihan.

Terlebih lagi marketplace merupakan suatu tempat dimana para pembeli berkumpul, sehingga justru bisa menjadi kesempatan besar untuk memperluas pasarmu. Selain itu, fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh marketplace juga bisa mempermudah operasional bisnis resellermu.

Namun tetap menjadi catatan penting, memiliki ciri khas baik dalam hal pelayanan atau identas dari bisnismu yang telah dijelaskan di poin sebelmunya, merupakan hal yang perlu diperhatikan agat tokomu tetap unggul meski harus bersanding secara langsung dengan banyaknya competitor didalam marketplace itu sendiri.

Pemilihan marketplace juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai kamu menjual jenis produk A didalam marketplace yang kebanyakan penggunannya berminat terhadap jenis produk B. Kamu dapat mencari tahu dulu apakan mayoritas pengguna dari marketplace tersebut merupakan target pasarmu atau bukan.

7. Berikan Pelayanan yang Maksimal

“Produknya oke, sellernya ramah, pengiriman aman dan cepet gak nyampe seminggu”

Pasti kamu pernah melihat komentar sejenis kalimat diatas di dalam ulasan suatu online shop di media sosial maupun marketplace? Yap benar. Strategi selanjutnya yang harus kamu perhatikan dalam bisnis reseller adalah mengenai pelayanan.

Karena bisnis reseller memungkinkan menjual produk yang sama persis dengan kompetitor, kamu wajib menghadirkan nilai lebih didalam bisnis reseller yang kamu miliki. Selain mengenai identitas yang telah dijelaskan sebelumnya, kamu juga dapat mengedepankan kenyamanan konsumen.

Kamu dituntut untuk responsif terhadap petanyaan konsumen. Tanggapan yang cepat dan solitif terhadap petanyaan konsumen dapat menjadi keunggulan tersendiri dari bisnis reseller yang kamu jalani.

Selain pelayanan yang menyangkul customer service, pelayanan dalam bentuk kemudahan dalam order di tokomu juga dapat menjadi poin plus.

Berikanlah pilihan variasi cara untuk order agar bisnis resellermu dapat menjangkau banyak karakteristik dari calon konsumen. Kamu dapat membuka tokomu di beberapa channel sekaligus, seperti marketplace, WA Bisnis, Facebook, maupun Instagram.

Variasi cara order ini juga harus diimbangi dengan kemudahan metode pembayaran seperti via transfer bank, e-money, hingga COD.

Namun semuanya tergantung dari preferensi target pasar juga kemampuanmu, karena poin ini dapat kamu lengkapi secara bertahap.

Hal terpenting dari berbagai model bisnis termasuk bisnis reseller adalah berkomitmen dan keinginan untuk belajar dan terus berkembang. Meski tidak instan, namun setiap Langkah kecil yang kamu lakukan merupakan proses yang dapat mengantarkanmu ke tujuan yang kamu inginkan.

 

Mulai Bisnis Reseller Halal Tanpa Modal bersama Evermos, dapatkan Ribuan Produk Siap Jual dari Raturan Brand Terpercaya!

Setelah mengetahui seluk beluk mengenai bisnis reseller, tentunya membuat model bisnis ini menjadi pertimbangan untukmu. Sebagai pemula, ada baiknya kamu memulai bisnis resellermu bersama aplikasi Evermos. Evermos sendiri merupakan sebuah platform social commerce reseller yang menjual berbagai produk Muslim di Indonesia.

Evermos telah bekerjasama secara resmi dengan UMKM dan brand asli Indonesia yang sudah terpercaya sehingga akan memudahkanmu untuk mencari supplier.

Baca Juga:  Apa itu Evermos? Bagaimana Cara Kerjanya? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Dengan bergabung menjadi reseller Evermos kamu akan dapat membangun bisnis reseller dengan ragam kemudahan:

 Tidak Perlu Modal

Kamu bisa langsung bergabung tanpa biaya pendaftaran. Cukup download aplikasinya dan melakukan registrasi, kamu bisa langsung jualan yanpa harus mengeluarkan modal.

Akses e-Katalog Produk Halal di Aplikasi

Terdapat ribuan produk siap jual dari ratusan brand dari berbagai jenis kategori produk yang terjamin orginal dan halal.

Dapatkan Rata-Rata Komisi sebesar 30%

Kamu dapat memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis reseller di Evermos berupa komisi dengan rata-rata besaran 30% per produk.

Pelatihan Bisnis Secara Gratis bersama para Profesional

Dengan bergabung menjadi reseller Evermos, kamu juga akan mendapat fasilitas berupa pelatihan mengenai strategi berjualan, teknik pemasaran, dan tips and trick lainnya Bersama para trainer professional dari Evermos.

Tidak Perlu Repot Packing dan Pengiriman

Tim Evermos akan membantumu untuk mengurus pesanan dari konsumenmu, mulai dari administrasim pengemasan, hingga pengiriman. Sehingga kamu bisa lebih fokus dalam hal pemasaran.

Memiliki Toko Online Sendiri

Selain dapat menjual produk di media sosial dan marketplace favoritmu, Evermos juga menyediakan fasilitas website toko online untukmu secara gratis.

Untung Berlipat dengan Reseller Premium

Jika kamu ingim mendapat fasilitas lebih seperti starterkit, ekstra poin, fitur COD dan berbagai fitur unggulan lainnya, kamu dapat meningkatkan akun resellermu menjadi akun premium.

Baca Juga:  Daftar Evermos Gratis Berikut Caranya

Cara menjadi Reseller Evermos sangatlah mudah, kamu bisa mendaftar melalui website Evermos.com  kemudan klik tombol daftar dan mengisi form pendaftaran dengan lengkap.

Dapatkan juga potongan langsung sampai dengan Rp50.000 untuk transaksi pertamamu di aplikasi Evermos dengan kode diskon SATU100.

Yuk segera bergabung bersama Evermos dan dapatkan ragam manfaatnya sekarang juga!

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

On Key

Related Posts