Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan

Anda memiliki usaha dagang tetapi belum pernah atau mengetahui cara membuat surat izin usaha perdagangan? Salah satu hal yang wajib dimiliki oleh seorang pengusaha dagang adalah Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP.

Surat izin ini wajib Anda miliki untuk keperluan legalitas dan mengesahkan usaha Anda di mata hukum.

Jika Anda belum mempunyainya, maka Anda harus terlebih dahulu mengetahui cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan.

Walaupun usaha Anda masih berskala kecil, Anda tetap harus mendaftarkan usaha Anda. Karena bagaimana pun, setiap usaha perlu memiliki bukti legalitas.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, akan terdapat penjelasan mengenai cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP.

Apa itu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)?

SIUP memiliki kepanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan. Menurut Permendag Nomor 36 Tahun 2007 (1), SIUP merupakan surat izin yang dibutuhkan oleh setiap usaha untuk dapat melaksanakan kegiatan perdagangan.’

SIUP harus dimiliki oleh setiap orang atau setiap badan usaha yang memiliki usaha perdagangan kecil, besar, menengah, maupun besar.

Dengan memiliki SIUP, Anda pun bisa membuka usaha Anda dengan legal dan tercatat pada data negara. Sehingga nantinya Anda pun akan lebih mudah untuk mendapatkan konsumen atau kolega bisnis.

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Bersih Dan Rumus Hitungan Yang Benar

Jenis SIUP

Sebebelum Anda membuat SIUP, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis SIUP dan jenis SIUP apa yang sesuai dengan usaha yang Anda miliki.

Di Indonesia sendiri terdapat 4 jenis SIUP yang berlaku. Jenis SIUP ini diklasifikasikan berdasarkan besaran modal dan juga tingkat kekayaan badan usaha:

1. SIUP Mikro

Jika modal serta kekayaan bersih usaha Anda kurang dari Rp50 juta, Anda bisa memilih SIUP Mikro.

2. SIUP Kecil

Selanjutnya, SIUP Kecil ditujukan bagi Anda yang memiliki modal usaha serta kekayaan bersih antara Rp50 juta sampai Rp500 juta.

3. SIUP Menengah

Pengusaha yang memiliki modal dan kekayaan usaha mencapai nominal antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar, punya kewajiban mengurus SIUP Menengah.

4. SIUP Besar

Jika perusahaan Anda sudah berskala besar dan memiliki modal serta kekayaan bersih lebih dari Rp10 miliar, maka Anda wajib mengurus SIUP Besar.

Manfaat SIUP

Memiliki SIUP mendatangkan manfaat yang bisa dirasakan oleh pemilik usaha/bisnis, lho. Jika usaha Anda memiliki SIUP, Anda akan mendapatkan manfaat-manfaat berikut:

1. Perizinan resmi

Anda bisa memiliki perlindungan hukum yang kut karena telah memiliki bukti atas izin resmi dan legalitas dari pemerintah.

2. Syarat utama untuk mengajukan pinjaman modal usaha

Tak jarang, para pelaku usaha perlu mengajukan pinjaman dana ke bank untuk keperluan perusahaan. Ketika hendak meminjam dana ke perusahaan perbankan, SIUP pun dijadikan persyaratan utama.

3. Pendukung kegiatan ekspor dan impor

Ketika Anda ingin melakukan ekspor atau import produk dalam usaha Anda, SIUP ini pun bisa membantu Anda dalam prosesnya.

Baca Juga: Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Yang Benar

Syarat pembuatan SIUP

Pembuatan SIUP tentu saja memerlukan beberapa berkas/dokumen yang menjadi syarat administrasi. Nantinya, instansi terkait akan melakukan pengecekan untuk menerbitkan SIUP Anda. Pastikan Anda melengkapi seluruh persyaratan sesuai dengan jenis usaha yang Anda jalankan.

Perseorangan

  1. Fotokopi KTP pemilik atau penanggung jawab perusahaan
  2. Fotokopi NPWP perusahaan.
  3. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari pemerintah daerah sesuai domisili, berlaku bagi kegiatan usaha yang diaturdalam ketentuan Undang-Undang.
  4. Neraca perusahaan.

Koperasi

  1. Fotokopi KTP Dewan Pengurus Koperasi atau Dewan Pengawas Koperasi.
  2. Fotokopi NPWP.
  3. Fotokopi Akta Pendirian koperasi.
  4. Daftar susunan Dewan Pengurus Koperasi dan Dewan Pengawas Koperasi.
  5. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
  6. Neraca koperasi.
  7. Materai Rp6.000.
  8. Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.
  9. Izin lain yang terkait, seperti AMDAL dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan daerah (jika perusahaan menghasilkan limbah).

Perseroan Terbatas (PT)

  1. Fotokopi KTP Direktur Utama, Penanggung Jawab Perusahaan, atau pemegang saham lain.
  2. Fotokopi KK, jika penanggung jawab perusahaannya wanita.
  3. Fotokopi NPWP.
  4. Surat Keterangan Domisili (SKD) atau Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
  5. Fotokopi Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
  6. Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum yang didapat dari Menteri Hukum dan HAM.
  7. Surat Izin Gangguan (HO).
  8. Materai Rp6.000.
  9. Izin Prinsip.
  10. Izin teknis dari instansi terkait, jika diminta.
  11. Neraca perusahaan.
  12. Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.

Perseroan Terbuka (Tbk)

  1. Fotokopi KTP Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha.
  2. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebelum menjadi PT.
  3. Fotokopi Akta Notaris untuk Pendirian dan Perubahan Perusahaan, Surat Persetujuan Status PT menjadi Tbk dari Departemen Hukum dan HAM.
  4. Surat Keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal, bahwa perusahaan terkait telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.
  5. Fotokopi STP-LKTP (Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan).
  6. Pasfoto Direktur Utama, Penanggung Jawab, atau Pemilik Usaha berukuran 4×6, sebanyak 2 lembar.

Perlu menjadi catatan, sewaktu-waktu instansi terkait bisa melakukan perubahan atau penambahan syarat pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), jadi Anda bisa melakukan pengecekan langsung sebelum mendaftar.

Cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Jika Anda sudah memiliki semua persyaratan untuk membuat SIUP, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan. Simak caranya di bawah ini

1. Datangi Kantor Dinas Perdagangan

Seluruh pembuatan SIUP dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu.

Anda bisa mendatangi kedua kantor tersebut yang berada pada kabupaten atau kota tempat Anda tinggal.

2. Ambil formulir perndaftaran

Selanjutnya, Anda bisa langsung mengambil formulir pendaftaran pembuatan SIUP.

Jika Anda berhalangan hadir karena alas an tertentu, Anda bisa mewakilkannya pada orang lain.

Namun, Anda harus menyertakan surat kuasa dengan materai yang sudah Anda tanda tangani

3. Isi formulir pendaftaran

Jika sudah mendapatkan formular pendaftaran, silakan isi formular tersebut secara lengkap dan benar.

Jangan lupa untuk menandatanganinya di atas materai Rp6.000. Perlu diingat, formular hanya bisa ditandatangani oleh Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan.

Setelah selesai mengisi dan menandatangani formulir, fotokopi formulir tersebut sebanyak 2 rangkap dan gabungkan dengan syarat administrasi pembuatan SIUP yang sudah Anda bawa.

Jika Ada diwakilkan oleh seserang, jangan lupa juga untuk melampirkan surat kuasa yang sudah ditandatangani si atas materai.

4. Bayar biaya pembuatan SIUP

Setelah semua proses pengisian formulir pembuatan SIUP selesai, Anda diharuskan untuk membayar biaya pembuatan SIUP.

Biaya pembuatan SIUP ini bisa berbeda-beda pada setiap kota atau kabupaten, sesuai dengan peraturan yang berlaku pada daerah masing-masing.

5. Ambil SIUP

Pembuatan SIUP biasanya memerlukan waktu sekitar 2 minggu dari waktu permohonan.

Jika SIUP Anda sudah selesai, Anda akan dihubungi oleh petugas dari Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu tempat Anda mengajukan permohonan untuk melakukan pengambilan SIUP.

Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Online

Anda tidak punya waktu untuk datang langsung ke Kantor Dinas Perdagangan?

Sekarang, Anda bisa membuat SIUP secara online melalui sistem OSS (Online Single Submission), lho. Pembuatan SIUP secara online memang masih terbilang baru.

Hal ini dibuat oleh pemerintah agar para pemilik usaha bisa mengurus SIUP dengan lebih mudah.

Namun, Anda harus terlebih dahulu memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diterbitkan oleh Lembaga OSS jika ingin membuat SIUP secara online.

NIB sendiri adalah nomor dan identitas pelaku usaha dalam rangka pelaksanaan kegiatan berusaha sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.

NIB memiliki fungsi untuk menggantikan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), angka Pengenal Impor (API), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan juga Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) jika diperlukan.

Ikuti langkah berikut jika Anda ingin membuat SIUP melalui OSS:

Daftar dan Verifikasi Akun

  1. Buka situs web resmi OSS di sini
  2. Pilih menu Daftar/Masuk yang ada di bagian atas halaman, lalu klik Daftar.
  3. Isi form pendaftaran yang berisi jenis identitas, nomor identitas (NIK/Paspor), tanggal lahir, nomor ponsel, dan alamat e-mail, berikut kode captcha sebagai verifikasi.
  4. Beri tanda centang pada bagian bawah (tanda bahwa telah menyetujui Syarat dan Ketentuan), lalu klik Submit.
  5. Lakukan aktivasi akun melalui e-mail verifikasi yang dikirimkan oleh sistem OSS.
  6. Setelah itu, akan ada kiriman e-mail lagi dari sistem OSS yang berisi informasi mengenai Username dan Password.

Login dan Isi Data Usaha

  1. Buka kembali halaman login pada situs web resmi OSS
  2. Masukkan Username dan Password, serta captcha. Lalu, klik Login.
  3. Setelah masuk, pilih Perizinan Berusaha.
  4. Jika usaha milik Anda berbentuk PT; maka data perusahaan akan terisi secara otomatis. Atau, Anda bisa menyalin data dari AHU Online dengan cara memilih Perizinan Berusaha (Non Perseorangan) → Perekaman Data Akta → Ambil Data Perusahaan (PT) dari AHU Online → isi nama perusahaan.
  5. Jika usaha yang Anda miliki berbentuk CV, Koperasi, atau perseorangan; Anda harus melakukan perekaman data manual di menu Perekaman Data Akta → Tambah.
  6. Isi Perekaman Data; meliputi data perusahaan, pemegang saham, kepemilikan modal, nilai investasi, rencana penggunaan tenaga kerja, rencana permintaan fasilitas perpajakan dan kepabeanan, dan lain-lain.
  7. Pilih menu Permohonan Berusaha → Pilih Akta.
  8. Muncul notifikasi mengenai Informasi Validasi KSWP & NPWP → Proses.
  9. Anda akan dialihkan ke halaman Form Permohonan
  10. Pastikan data Akta Pendirian sesuai. Jika sudah sesuai, klik Lanjut.
  11. Pastikan kelengkapan data sudah benar terisi. Jika sudah yakin sesuai, klik Lanjut.
  12. Pada halaman Komitmen Izin Usaha, beri tanda centang pada izin-izin yang dibutuhkan. Lalu, klik Lanjut.
  13. Di halaman Komitmen Izin Komersial, beri tanda centang pada izin-izin yang dibutuhkan. Lalu, klik Lanjut.
  14. Sesuaikan Output.
  15. Pastikan semua data sudah terisi dengan benar. Pantau terus prosesnya sampai NIB diterbitkan.

Selesai dan Diterbitkan

  1. Sistem OSS menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.
  2. Anda akan memperoleh dokumen pendaftaran lainnya bersamaan dengan penerbitan NIB (jika diperlukan).

Demikianlah artikel mengenai cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan. Jangan sampai usaha yang Anda miliki tidak mempunyai SIUP ya.

Setelah membaca artikel ini, semoga Anda bisa lebih paham pentingnya membuat SIUP dan juga cara membuat Surat Izin Usaha Perdagangan dengan benar.

Jika Anda memiliki keinginan untuk mengembangan usaha dagang Anda, Anda bisa coba berdagang berbagai produk halal dari Evermos lho.

Evermos menyediakan ribuan produk halal yang langsung didatangkan dari supplier brand dan UMKM asli Indonesia. Yuk, mulai berikhtiar bersama Evermos!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

On Key

Related Posts