Inilah Cara Menghitung Laba Bersih Dan Rumus Hitungan Yang Benar

Cara Menghitung Laba Bersih

Bagaimana cara menghitung laba bersih dalam sebuah bisnis? Yuk, sontek rumus-rumusnya berikut ini.

Dalam aktivitas sebuah bisnis, laba adalah hal yang pasti akan selalu diharapkan. Laba sendiri bisa diartikan sebagai keuntungan yang didapat dari suatu aktivitas bisnis.

Keuntungan ini biasanya diperoleh dari pendapatan yang sudah dikurangi biaya-biaya produksi.

Dalam dunia ekonomi, laba dibagi menjadi empat jenis. Diantaranya laba bersih, laba kotor, laba operasi, dan laba sebelum pajak.

Agar lebih terforkus, artikel kali ini akan membahas mengenai laba bersih secara mendalam, mulai dari pengertian laba bershih hingga cara menghitung laba bersih itu sendiri.

Oleh karena itu, simak artikel ini sampai habis ya!

Pengertian Laba Bersih

Laba bersih adalah kelebihan atau keuntungan atas seluruh biaya dalam periode penjualan tertentu. Nilai dari laba bersih ini sudah dikurangi oleh biaya beban pajak maupun produksi.

Dengan kata lain, laba bersih dapat diartikan sebagai keuntungan mutlak yang akan didapatkan suatu bisnis atau perusahaan dari hasil aktivitas bisnis dalam suatu periode penjualan.

Dimana cara menghitung laba bersih dapat mengacu nilai uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi berbagai beban biaya.

Dimana beban biaya tersebut meliputi biaya produksi, pajak, serta biaya operasional lainnya.

Baca Juga: Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Yang Benar

Manfaat dan Fungsi Menghitung Laba Bersih

Laba bersih yang rendah menunjukan adanya manajemen pengeluaran yang dapat dikatakan buruk atau adanya permasalahan lain seperti penjualan yang lebih sedikit atau strategi pemasaran yang belum maksimal.

Sebaliknya, tingginya nilai laba bersih akan menunjukan bahwa manajemen keuangan dari bisnis atau perusahaan tersebut sudah dilakukan dengan baik.

Hal ini menunjukan nilai laba bersih akan sangat berpengaruh dalam penentukan keberhasilan suatu bisnis atau perusahaan dalam aktivitas berbisnisnya pada periode tertentu.

Oleh karena itu, seorang pebisnis dituntut untuk menegetahui cara mengatur dan cara menghitung laba bersih secara tepat dan akurat.

Dalam kasus bisnis rumahan, kemampuan untuk tahu cara menghitung laba bersih juga tetap diperlukan.

Tujuannya tetap sama yaitu untuk mengetahui keuntungan yang didapatkan di penghujung hari secara pasti.

Dengan mengetahui cara menghitung laba bersih secara tepat, seorang pebisnis bisa mengevaluasi kinerja dari aktivitas bisninsnya untuk agar mendapatkan laba bersih yang konsisten dikemudian hari.

Dimana sukses untuk mendapatkan laba bersih yang konsisten dan terus meningkat dari periode ke periode merupakan harapan dari setiap bisnis.

Laba bersih itu sendiri juga dapat digunakan sebagai tabungan perusahaan untuk pengeluaran bertujuan untuk pertumbuhan atau peningkatan bisnis atau perushaan itu sendiri di masa depan.

Selain itu tabungan laba bersih juga dapat digunakan sebagai penambahan investasi seperti fasilitas-fasilitas yang mendukung operasional hingga penambahan staff.

Baca Juga: Cara Menggunakan WhatsApp Bisnis Untuk Jualan

Komponen yang Mempengaruhi Perhitungan Laba Bersih

Secara garis besar untuk tahu cara menghitung laba bersih, kita juga harus mengetahui data-data dari komponen yang mempengaruhi atau membentuk perhitungan laba bersih.

Komponen tersebut meliputi laba kotor dan beban usaha.

Laba Kotor

Berbeda dengan laba bersih, jika laba bersih merupakan keuntungan mutlak yang akan didapatkan suatu persuhaan dan sudah dikurang beban biaya produksi dan operasional, Laba kotor adalah pendapatan dari penjualan sebelum dikurangi biaya overhead, gaji pegawai, pajak dan pembayaran bunga.

Artinya Laba kotor memuat keuntungan sekaligus biaya ongkos produksi. Dengan kata lain, laba kotor belum bisa dikatakan keuntungan mutlak dari penjualan.

Beban Usaha

Berban usaha merupakan seluruh beban atau biaya yang digunakan untuk ongkos produksi dan keperluan operasional.

Dimana beban usaha dibagi kedalam dua jenis, yaitu biaya tetap (fix cost) dan biaya variabel (variable cost).

Biaya tetap atau fix cost pada umumnya lebih stabil dibandingkan biaya variabel dan tika berubah secara sigfikan dari waktu ke waktu.

Biasanya biaya ini mencakup hal-hal yang tegolong dalam inventaris perusahaan, seperti gedung, upah karyawan, serta pajak.

Sebaliknya, biaya variabel (variable cost) mencakup hal-hal yang lebih dinamis dan dapat berubah sewaktu waktu, dimana perubahan ini dapat disebabkan oleh jumlah produk yang dibuat atau dijual.

Biasanya biaya ini mencakup bahan habis pakai, biaya transportasi dan operasioal serta biaya lembur karyawan. Biaya variabel ini juga dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP).

Cara Menghitung Laba Bersih

Jika dilihat, cara menghitung laba bersih sebenarnya cukup sederhana, yakni hasil pengurangan dari hasil keuntungan yang didapat dan total biaya yang digunakan untuk produksi.

Hanya saja untuk sebelum menghitung laba bersih itu sendiri, kamu harus mengumpulkan data-data yang mempengaruhi perhitungan laba bersih.

Sebelum masuk dalam pembahasan cara menghitung laba bersih, kamu harus mengetahui terlebih dahulu beberapa istilah yang akan digunakan untuk memdapat nilai laba bersih tersebut.

Terdapat tiga istilah, yaitu EBITDA, EBIT, EBD

EBITDA

EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization) dikenal sebagai Laba sebelum pajak, bunga, penyusutan dan amortasi. Nilai dari EBITDA dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:
EBITDA = Beban bunga – Biaya operasional

EBIT

Istilah selanjutnya yaitu EBIT (Earning Before Interest and Tax). EBIT dikenal juga dengan istilah Laba sebelum pajak dan bunga dengan perhitungan sebagai berikut:
EBIT = EBITDA – (nilai penyusutan + nilai amortasi)

EBT

Terakhir, ada istilah EBT (Earning Before Tax) yaitu Laba sebelum pajak. Untuk mengetahui nilai EBT, dapat dilakukan dengan perhitungan berikut:
EBT = Beban bunga + Pendapatan Bunga – EBIT

Setelah mengetahui istilah dan komponen yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka secara umum nilai laba bersih akan didapatkan dengan rumus cara menghitung laba bersih sebagai berikut:

Laba bersih = Laba kotor – Beban usaha

Jika data yang dimiliki berkaitan erat dengan bunga, kamu juga bisa mengetahui nilai tersebut dengan cara menghitung laba bersih sebagai berikut:

Laba bersih = EBT – Beban pajak

Contoh Penggunaan Rumus Cara Menghitung Laba Bersih

Agar rumus yang telah dijelaskan sebelumnya akan lebih mudah dimengerti, artikel ini memberikan contoh penggunaan rumus cara menghitung laba bersih dengan menggunakan data contoh sebuah usaha rumahan di pertengahan tahun 2020 sebagai berikut:

Cara Menghitung Laba Bersih

Dari data tersebut, sebelum masuk ke contoh penggunaan rumus cara menghitung laba, kita dapat mengitung komponen beban usaha, yaitu akumulasi dari biaya tetap (fix cost) dan biaya variabel (variable cost) atau HPP:

Beban Usaha = Biaya tetap + HPP

= (Biaya Sewa Gudang + Beban Bunga + Upah Karyawan) + HPP

= (Rp13.000.000 + Rp2.500.000 + Rp20.000.000) + Rp42.000.000

= Rp35.500.000 + Rp42.000.000

= Rp77.500.000

Setelah data dari komponen yang diperlukan sudah lengkap, selanjutnya kamu bisa langsung mengaplikasikan penggunaan rumus cara menghitung laba bersih seperti contoh berikut:

Laba Bersih = Pendapatan penjualan – Beban usaha

= Rp175.000.000 – Rp77.500.000

= Rp97.500.000

Dengan nilai laba bersih yang sudah terlihat, kamu bisa dengan lebih mudah mengevaluasi aktivitas bisnis mu selama periode tertentu.

Evaluasi ini wajib dilakukan dalam sebuah bisnis karena akan terlihat apakah aktivitas bisnis dan manajemen pengeluaran sudah bersih laba bersih memenuhi target yang kamu inginkan atau belum yang tercemin dalam sebuah laporan keuangan.  

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

On Key

Related Posts