Grosir Adalah: Semua yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Grosir

Grosir Adalah

Sering mendengar kata grosir? Tentu, grosir adalah istilah dalam dunia bisnis yang sudah tidak asing lagi dan sering dipakai oleh masyarakat Indonesia.

Jika Anda seorang pebisnis pemula dan ingin memulai berbelanja di pusar grosir, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai seluk-beluk grosir.

Artikel kali ini akan menjelaskan semua yang ingin  Anda ketahui tentang grosir. Mulai dari artinya grosir, fungsi grosir, perbedaan grosir dan eceran, jenis-jenis grosir, dan lainnya.

Langsung simak penjelasan lengkap mengenai grosir di bawah ini, ya.

Apa Itu Grosir?

Pengertian grosir sudah pernah dirumuskan oleh paara ahli, beberapa di antaranya adalah Irma Nilasari dan Sri Wilujeng, serta Bayu Swastha. Simak Pengertian grosir menurut ketiganya:

  • Irma Nilasari dan Sri Wilujeng

Menurut kedua ahli ini, grosir adalah pihak perantara pedagang yang saling terikat kegiatan perdagangan dalam kuantitas yang banyak dan tidak bisa melayani penjualan pada konsumen tingkat akhir. Lalu, kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh grosir adalah membeli barang agar bisa dijual kembali kepada pedagang lainnya.

  • Bayu Swastha

Selanjutnya menurut Bayu Swastha, grosir adalah suatu unit usaha yang melakukan kegiatan pembelian dan penjualan kembali barang pada pihak pengecer ke pedagang lain atau pada pihak pengguna industri, pengguna lembaga, dan juga pada pengguna komersial yang tidak melakukan penjualan dengan besaran yang sama pada konsumen tingkat akhir.

Baca Juga: Jualan Online Paling Laris yang Banyak Dicari

Fungsi Grosir

Fungsi pihak grosir adalah mengatur, mengurutkan, dan memeringkatkan produk-produk dalam tempat luas, dan menjualnya dalam jumlah yang besar.

Perbedaan Antara Eceran dan Grosir Adalah

Istilah yang Biasanya disandingkan dengan grosir adalah eceran. Keduanya tentu saja berbeda jauh dalam pengertiannya. Jika arti grosir adalah menjual dagangan dalam jumlah besar, eceran atau retail menjual barang dagangan dalam jumlah satuan atau jumlah sedikit. Bisa dibilang, eceran dan grosir adalah dua sistem pengaturan distribusi yang masuk di dalam rantai pasokan.

Jika rantai pasokan ingin diurutkan, urutuan pertamanya adalah suatu barang diproduksi oleh pihak produsen dan dijual dalam jumlah yang banyak atau grosiran. Barang grosiran ini selanjutnya dibeli oleh pedagang besar dan kemudian dijual kembali kepada pihak pedagang eceran atau pedagang yang lebih kecil. Jika sudah sampai pedagang ecera, maka rantai terakhir adalah pelanggan atau konsumen akhir.

Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara grosir dan eceran:

1. Jumlah barang yang dijual

Sistem Grosir menjual barang dalam jumlah yang banyak dan harga yang jauh lebih murah, sedangkan eceran atau retail menjual barang dengan jumlah yang kecil dan tujuannya langsung ke konsumen tingkat akhir atau pelanggan.

2. Harga

Perbedaan yang cukup besar dari eceran dan grosir adalah pada grosir, harga grosir adalah harga jual barang menjadi lebih murah daripada harga jual barang eceran.

3. Modal

Dalam sisi modal, tentu saja bisnis grosir memiliki modal yang jauh lebih besar karena setiap pembelian barang harus dilakukan dalam jumlah yang besar pula. Berbeda dengan retail yang bisa dibeli satuan sehingga modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar.

4. Lokasi toko

Dalam bisnis grosir, lokasi toko tidak menjadi masalah, sedangkan pada bisnis retail harus memperhatikan sekali lokasi toko karena barang yang dijual harus bisa menjangkau konsumen-konsumen yang membutuhkan sehingga barang pun akan mudah terjual.

5. Penggunaan iklan

Bisnis grosir tidak memerlukan iklan, sedangkan bisnis retail memerlukan iklan untuk menarik pembeli atau konsumen agar membeli produk yang dijual.

Baca Juga: 35+ Kumpulan Kata Kata Promosi yang Efektif Untuk Jualan Online

Jenis-Jenis Grosir

Ada 3 jenis grosir yang dibedakan berdasarkan jenis barang yang dijual, luas daerah tempat barang dijual, serta lapangan kegiatannya. Simak penjelasan lengkap jenis-jenis grosir di bawah ini.

1. Grosir berdasarkan jenis barang yang dijual

  • The specialist wholesaler (grosir barang khusus), jenis grosir yang satu ini merupakan grosir atau distributor yang hanya menjual barang tertentu saja.
  • The general line wholesaler (grosir barang umum), jenis grosir ini menjual berbagai macam barang dengan berbagai macam kategori.

2. Grosir berdasarkan luas daerah usaha

  • The regional wholesaler (grosir wilayah atau provinsi), jenis grosir ini memiliki luas daerah pemasaran yang berada dalam suatu provinsi atau suatu negara bagian tertentu saja.
  • The local wholesaler (grosir lokal), adalah grosir yang menjual barangnya hanya di suatu daerah atau kota tertentu saja, seperti kabupaten, kotamadya, atau keresidenan.
  • The national wholesaler (grosir nasional), merupakan toko grosir yang menjual barangnya untuk selutuh wilayah dalam satu negara, tidak terbatasi oleh kota maupun provinsi.

3. Grosir berdasarkan lapangan kegiatan

  • The service wholesaler (grosir penuh) merupakan grosir dengan kegiatan usaha yang secara murni dan penuh melakukan aktivitas jual beli yanh dilakukan oleh suatu grosir
  • The whole collector (grosir pengumpul), adalah jenis grosir yang hanya menghimpun barang tertentu saja untuk keperluannya sendiri atau karena ada pesanan dari suatu pihak.
  • The limited function wholesaler (grosir terbatas), adalah grosir yang tidak melakukan jasa grosir secara penuh, namun hanya Sebagian saja.
  • Truck wholesaler/truck jobber/wagon jobber (grosir truk), merupakan salah satu jenis grosir yang kegiatan penjualan barangnya sekaligus menghadirkan jasa layanan pengiriman barang pula.
  • Cash carry wholesaler (grosir tunai), jenis grosir yang satu ini hanya menerima aktivitas penjualan barang dagang secara tunai dan tidak memberikan jasa layanan antar barang.
  • Drop shipment wholesaler/dropshipper (grosir pengiriman), jenis grosir ini melakukan aktivitas penjualan serta pengiriman barang secara langsung dari produsen ke pembeli.
  • Mail order wholesaler (grosir pesanan melalui pos), jenis grosir ini menjual barang dagangannya melalui pos
  • Manufacture wholesaler (grosir pabrik), grosir ini melakukan penjualan barang dagangan dengan bertindak sebagai pemasok keperluan industri.

Kelebihan Belanja Grosir

1. Hemat biaya operasional

Ketika berbelanja dalam sistem grosir, kita hanya akan melakukan pengiriman dalam satu kali pengiriman saja. Ongkos kirim pun tidak perlu berkali-kali dikrimkan.  Atau jika Anda mengambil barang grosir dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan operasional perusahaan, Anda hanya harus mengeluarkan biaya transportasi sekali saja karena barang yang dibeli sudah banyak jadi tidak perlu bolak-balik mengankut barang dan menghabiskan bensin/jasa supir.

2. Tidak perlu sering berbelanja

Memberli barang dengan sistem grosir berarti Anda membeli dalam jumlah yang besar. Dengan jumlah yang besar ini, artinya Anda tidak perlu sering-sering berbelanja lagi. Waktu dan tenaga yang besar untuk berbelanja pun bisa Anda pakai untuk kegiatan lainnya.

3. Stok barang selalu tersedia

Dengan berbelanja grosir, Anda bisa selalu memastikan bahwa stok barang di toko Anda bisa selalu tersedia, karena Anda telah membelinya dalam jumlah yang besar. Jika sewaktu-waktu Anda merasa barang dagangan Anda sudah mulai habis, baru lah Anda bisa berbelanja grosir kembali.

4. Kegiatan belanja jadi lebih terkontrol

Berbelanja grosir membuat Anda lebih terfokus pada barang yang akan Anda beli. Kemungkinan Anda untuk tergoda melirik barang lain pun akan lebih kecil Jadi, uang Anda tidak akan habis untuk membeli barang yang tidak penting.

5. Selalu dapat barang terbaru

Membeli barang secara grosir meningkatkan kesempatan Anda untruk selalu mendapat barang terbaru dari produsen. Namun satu hal yang harus diingat, para pedagang grosir akan lebih mengutamakan pelanggan tetap mereka yang sering berbelanja grosir di toko mereka.

Jika Anda sudah memiliki toko langganan tempat berbelanja grosir, jangan ragu untuk terus menjalin hubugan yang baik dengan pedagang tersebut. Karena bisa saja Anda mendapatkan informasi mengenai produk baru lebih cepat dari yang lainnya. Sehingga anntinya produk baru yang Anda jual pun akan lebih dulu dibeli oleh pelanggan.

Cara Bisnis Grosir Mendapatkan Keuntungan

Mungkin Anda bertanya, bagaimana cara bisnis grosir mendapatkan keuntungan sedangkan barang yang dijual lebih murah? Keuntungan yang didapatkan oleh grosir adalah dari selisih harga antara harga beli dari pihak produsen dengan harga jual ke pihak retail.

Pedagang grosir membeli produk dalam jumlah yang banyak bertujuan agar memperoleh diskon atau potongan harga dari produsen. Lalu, mereka pun akan menjualnya dengan harga yang dinaikkan kepada pihak retail, namun tidak lebih tinggi dari harga yang bisa jual yang bisa dipakai oleh pihak retail.

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Bersih Dan Rumus Hitungan Yang Benar

Tips belanja grosir untuk pebisnis pemula

Anda baru berkecimpung dalam dunia bisnis dan baru ingin berbalanja grosir? Sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut agar Anda bisa berbelanja grosir dengan lebih efektif.

1. Melakukan riset

Melakukan riset pada setiap kegiatan bisnis adalah sebuah keharusan, tak terkecuali ketika hendak berbelanja grosir. Apalagi jika Anda seorang pebisnis pemula. Dalam melakukan riset grosir, Anda bisa melakukannya dengan du acara, yaitu online dan offline.

  • Online

Riset grosir online bisa Anda lakukan dengan mencari tahu harga barang yang ingin dibeli secara online melalui internet. Anda bisa mencarinya di berbagai website yang menyediakan informasi harga grosir barang yang Anda inginkan. Buatlah perbandingan harga dari berbagai toko grosir online, jangan hanya satu saja. Karena bisa saja antara satu toko dan toko lainnya memiliki harga yang jauh berbeda. Anda bisa menyimpan foto produk dengan harga yang tertera pada laman website untuk Anda lihat nantinya saat melakukan pembelian di toko grosir tertentu.

Dengan melakukan riset yang menyeluruh mengenai harga barang grosiran yang Anda inginakn di internet, maka saat Anda berbelanja grosir pun Anda akan tahu Batasan harga tertinggi dan tidak mudah tertipu oleh penjual grosir yang bisa saja menaikkan harganya.

  • Offline

Selain melakukan riset secara online di internet, Anda juga bisa melakukan riset dengan datang langsung ke pusat belanja grosir yang ada di kota Anda. Pada saat sampai di toko atau pasar grosir, jangan terlalu terburu-buru. Periksa dengan seksama toko-toko yang memang menjual barang yang ingin Anda beli.

Sama seperti riset online, bandingkan harga-harga pada toko-toko yang Anda datangi. Catat harganya dan foto juga barangnya. Pilih kualitas barang terbaik dan harga yang terbaik pula. Anda juga bisa sekaligus menyesuaikan budget yang Anda punya dengan produk yang ingin Anda beli.

2. Buat daftar belanja

Jika sudah melakukan riset menyeluruh dan sudah memutuskan untuk belanja di toko tertentu, buatlah daftar belanjaan yang ingin Anda beli. Jangan sampai ada yang terlewat. Dengan membuat daftar belanja, Anda pun bisa mengetahui prioritas belanjaan yang lebih diutamakan untuk dibeli. Hal ini juga mencegah Anda untuk tergiur membeli barang-barang lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa mencatat hal-hal yang berkaitan dengan barang yang ingin Anda beli, seperti model warna, dan yang pasti jumlah yang Anda inginkan. Anda juga bisa menyimpan foto dari produk yang ingin Anda beli. Dengan begitu, Anda pun akan dengan lebih mudah mencari barang yang Anda inginkan.

3. Berpura-pura menjadi pembeli lama

Ada tips khusus yang bisa Anda gunakan ketika sedang berbelanja di pasar grosir. Tips ini bisa membuat pedagang memberikan harga yang lebih murah untuk Anda. Misalnya Anda ingin membeli sebuah barang, jangan tanya harga per lusin. Jika Anda menanyakan harga barang perlusinnya, pedagang akan langsung mengetahui bahwa Anda baru pertama kali membeli di toko tersebut dan tidak tahu harga pasarannya. Hal ini membuat Anda bisa ditipu oleh pedagang dengan diberikan harga yang tinggi.

Sebaiknya, Anda berpura-pura menanyakan harga barang tersebut dalam jumlah yang banyak, seperti menanyakan harga barang langsung 10 lusin. Dengan begitu, pedangan akan berpikir bahwa Anda merupakan pedagang besar yang sudah mengetahui harga pasar dan sudah sering membeli di toko tersebut. Anda pun akan diberikan harga terbaik dan dijadikan pelanggan tetap mereka.

4. Jalin komunikasi yang baik dengan pedagang grosir

Anda perlu menjalin hubungan yang baik dengan para pedagang grosir. Jika Anda sudah menentukan toko dimana Anda ingin membeli barang grosir, Anda harus menyimpan kontak pedagang tersebut. Karena tidak jarang, pada pembelian barang dalam jumlah yang banyak, tidak menutup kemungkinan akan ada kesalahan pada bentuk barang, jumlah, atau kerusakan pada barang.

Jika Anda sudah memiliki kontak pedagang tersebut, Anda pun akan dengan mudah mengajukan komplain mengenai barang yang bermasalah tersebut. Hal ini juga bisa meminimalisir dan menghindari kerugian yang dapat Anda alami. Karena jika barang yang dibeli tidak sesuai, maka Anda pun tidak bisa menjual kembali barang tersebut.

5. Cek kembali barang belanjaan

Setelah melakukan pembelian barang, jangan lupa untuk melakukan pengecekan kembali setiap barang yang sudah dibeli. Karena barang yang Anda beli berjumlah besar, Anda harus memastikan barang yang Anda dapat dalam keadaan yang baik. Karena jika tidak, Anda pun bisa mengalami kerugian. Untuk menghindari kerugian ini lah Anda harus selalu mengecek barang hasil belanjaan Anda.

Baca Juga: Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Yang Benar

Hal yang Perlu Dihindari saat Berbelanja Grosir

Bagi And pebisnis pemula, sebaiknya Anda mengindari beberapa hal berikut:

1. Tidak melakukan negosiasi harga dengan pedagang

Seperti yang kita ketahui, ada beberapa pedagang yang memberikan harga yng tinggi di awal ketika Anda bertanya mengenai harga. Jika hal tersebut terjadi, jangan langsung percaya, Anda bisa mengecek ulang hasil riset harga yang Anda lakukan. Lalu Anda pun bisa menego harga dengan harga yang sudah Anda ketahui dari hasil riset.

2. Kualitas barang yang dibeli tidak sama

Ketika berbelanja grosir, Anda akan membeli barang dengan jumlah yang banyak. Terkadang, ada saja barang-barang yang rusak atau tidak sesuai standar kualitas barang lainnya, Hal ini bisa menimbulkan kerugian jika barang yang mengalami perbedaan kualitas ini berjumlah banyak. Oleh karena itu, jangan sampai lupa untuk mengecek barang Anda.

Demikianlah artikel mengenai semua tentang grosir. Jika Anda pebisnis pemula yang baru mulai berbelanja grosir. Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal di atas, ya.

Jika Anda tertarik dengan dunia bisnis, Anda bisa juga mencoba berjualan di Evermos. Dengan berjualan di Evermos, Anda tidak perlu mengeluarkan modal. Yuk, mulai berikhtiar di Evermos!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

On Key

Related Posts