Apa Itu Startup? Kenali Strateginya dan Contohnya di Indonesia

Apa Itu Startup? Kenali Strateginya dan Contohnya di Indonesia

Daftar Jadi Reseller Evermos

Apakah Anda seringkali mendengar istilah startup? Apakah Anda paham apa itu bisnis startup?

Di Indonesia, kita sudah melihat banyak pengusaha muda yang sudah memulai keberuntungannya membangun bisnis startup ini.

Nah, berikut informasi lebih lengkap mengenai apa bisnis startup, tips, contoh, serta peluang dari bisnis startup. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Bisnis Startup?

startup
Sumber: pexels.com

Startup merupakan serapan dari bahasa Inggris yang memiliki arti yaitu bisnis yang baru yang saja dirintis. Startup sendiri merupakan sebuah perusahaan rintisan yang jangka waktu beroperasinya belum terlalu lama.

Oleh karena itu, startup juga bisa kita artikan sebagai perusahaan yang baru saja terbentuk. Perusahaan startup masih pada tahap pengembangan maupun penelitian agar menemukan pasar yang tepat untuk mengembangkan produk ataupun jasa yang ingin ditawarkan.

Pada umumnya, bisnis startup ini sendiri lebih mengutamakan berbagai ide baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat maupun konsumen yang ada di pasaran.

Perusahaan startup biasanya mengacu kepada perusahaan yang memberikan layanan maupun produk yang bergerak pada bidang teknologi maupun digital.

Tips Menjalani Bisnis Startup

startup
Sumber: pexels.com

Mendirikan sebuah bisnis startup bukanlah hal yang mudah oleh sebab itu sering kali banyak yang gagal dan menyerah karena tidak adanya perkembangan.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda gunakan dalam memulai atau mendirikan sebuah bisnis startup.

1. Membentuk Tim yang Solid dan Konsisten

Tanpa adanya sebuah tim yang solid pada sebuah bisnis startup, maka perkembangan tidak akan terjadi. Bahkan dapat menimbulkan terjadinya kegagalan.

Dalam membentuk tim yang solid dan konsisten, Anda harus memiliki visi serta tujuan yang sama atau sejalan dengan tim yang ada. Anda juga bisa menetapkan komitmen kepada setiap anggotanya, dimana jika ingin mengembangkan usaha yang ada harus konsisten.

Sebuah brand yang akan dibentuk juga akan ikut terpengaruh berdasarkan citra atau pandangan baik dari pemberi dana atau investor dan juga shareholder.

2. Jangan Gampang Puas dan Berani Bertanya

Dalam sebuah bisnis startup, yang membedakannya dengan usaha lain adalah bagaimana seseorang dituntut untuk terus berpikir kritis serta inovatif.

Dengan begitu, dapat menemukan pasar baru yang tepat untuk melakukan usaha. Anda juga tidak boleh cepat untuk merasa puas akan hasilnya.

Dari hasil yang didapatkan tersebut, gunakanlah untuk menganalisis apa yang dapat dikembangkan dan mencari cela yang dapat diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada.

Sebagai individu yang bekerja di bidang startup harus memiliki rasa penasaran dan keinginan untuk terus bertanya. Dengan begitu dapat menemukan jawaban baru yang tepat untuk permasalahan yang ada di tengah masyarakat saat ini.

3. Mencari Investor

Hal ini dilakukan dengan mencari pihak investor yang memiliki kesamaan baik dari visi serta model bisnis yang akan Anda jalankan.

Jika pemberi dana memiliki tujuan yang ingin dicapai atau visi yang berbeda dari bisnis yang sedang Anda jalankan, maka usaha tersebut tidak akan berjalan dan berkembang karena terjadi penyesuaian terus menerus.

Oleh sebab itu, seringkali investor besar bukanlah sesuatu yang menguntungkan, tetapi investor yang percaya akan visi perusahaanlah yang harus kita cari. Banyak pemberi dana yang hanya mencoba memanfaatkan nilai pada usaha yang kalian buat dan merugikan dalam jangka panjang.

Namun, Anda tidak boleh takut dan meminta secara berlebihan pula kepada investor. Jika Anda memiliki kepercayaan terhadap bisnis yang Anda jalankan, pada akhirnya investor yang tepat untuk Anda dan usaha Andda akan datang dengan sendirinya.

4. Miliki Mentor yang Berpengalaman

Dalam membuat sebuah bisnis startup bukan hanya mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh seorang individu maupun tim di dalamnya saja.

Namun, sangat diperlukan juga mentor yang berpengalaman dan mengetahui serta mengenal ekosistem cara kerja yang ada di bidang tersebut.

Banyak pendiri bisnis startup yang melakukan kesalahan seperti mengabaikan masukan serta kokoh pada idealisme yang dimilikinya tanpa mau beradaptasi.

Usaha yang Anda buat bisa tidak berkembang atau bahkan gagal jika idealisme yang ada tidak sesuai dengan ekosistem bisnis maupun pasar yang ada.

5. Membuat Road Map Usaha

Kesalahan para pelaku bisnis startup ini adalah melupakan hal-hal sepele namun penting seperti ini, yaitu membuat roadmap maupun master timeline.

Hal-hal tersebut yang nantinya dapat berguna dalam menganalisis data, pertanyaan yang muncul, riset yang dilakukan, serta memantau apakah lancar dan sesuai tidakkah jalan usaha yang Anda miliki.

6. Mengandalkan Pemasaran Secara Digital

Banyak perkataan bahwa bisnis startup dan digital marketing merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari satu sama lain.

Namun, seringkali kita melihat bahwa banyak startup yang gagal karena tidak dapat mengimplementasikan pemasaran digital ini dengan baik. Bahkan terlalu berfokus pada pemanfaatan teknologi digital saja.

Berbagai fitur digital marketing yang dapat Anda manfaatkan untuk bisnis seperti Google Ads, SEO dan juga berbagai platform media sosial yang ada saat ini.

Selain itu, Anda juga bisa mendaftarkan diri dan usaha yang Anda miliki pada mesin pencari yang dapat membantu dalam menerima respon masukan.

Bahkan membangun citra yang baik pada publik, serta membangun brand yang Anda kembangkan sesuai dengan citra serta karakteristik.

7. Percaya Terhadap Diri Sendiri dan Usaha yang Dikembangkan

Memang pada awalnya akan terasa sulit dalam menjalankan sebuah bisnis, namun bukan berarti Anda harus berkecil hati dan patah semangat ketika bisnis yang Anda jalankan tidak berjalan sesuai rencana.

Dari kegagalan yang ada tersebut, Anda dapat gunakan untuk membangun strategi yang lebih baik di kemudian hari dan lebih fokus untuk mencapai tujuan yang ada.

Karena terdapat pepatah bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kegagalan merupakan sebuah katalis agar bisnis yang Anda jalankan dapat menjadi lebih kuat.

Perbedaan Bisnis Startup dan Perusahaan Konvensional

Sumber: pexels.com

Baik dalam bisnis startup maupun sebuah perusahaan konvensional yang telah berdiri sejak lama pada dasarnya tidak memiliki perbedaan besar jika kita lihat dari sisi atau aspek legal sebuah bisnis.

Namun, terdapat beberapa perbedaan mencolok antara keduanya, yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu, tujuan keuntungan, pendaan, dan juga struktur organisasi.

1. Tujuan Keuntungan

Untuk perbedaan yang pertama yang membedakan bisnis startup dengan perusahaan pada umumnya adalah tujuan keuntungan.

  • Startup merupakan sebuah perusahaan yang memiliki resiko yang lebih tinggi karena memiliki kecenderungan dalam masih menemukan model bisnis yang sesuai dengan perusahaan tersebut serta secara terus menerus mencari pasar. Selain itu, tujuan utama dari bisnis startup ini sendiri adalah pertumbuhan perusahaan, seringkali banyak bisnis startup yang melakukan berbagai cara untuk mewujudkannya seperti membakar atau menghabiskan uang dalam jumlah besar di periode awal.
  • Sedangkan, perusahaan konvensional memiliki tujuan untuk dapat sesegera mungkin menghasilkan keuntungan ataupun profit yang berguna untuk memberikan keuntungan tersebut kepada pemilik perusahaannya.

2. Pendanaan

Untuk perbedaan yang kedua yang membedakan bisnis startup dengan perusahaan pada umumnya adalah pendanaan.

  • Pencetus atau founder dari bisnis startup pada umumnya hanya mengeluarkan dana pada awal merintis bisnisnya saja, dengan memiliki harapan terhadap munculnya pemberi dana atau investor yang datang untuk memberikan bantuan berupa dana segar. Alasannya karena jika sebuah bisnis startup bisa mendapatkan kepercayaan dari pemberi dana tersebut, maka bisnis tersebut bisa menerima dana dari jutaan hingga milyaran dollar.
  • Sedangkan, perusahaan konvensional pada umumnya memiliki sumber pendanaan hanya satu ataupun lebih dari pemilik perusahaan, dan pendanaan yang ada untuk pengembangan perusahaan juga bisa berasal dari hasil keuntungan ataupun profit yang digunakan kembali untuk kepentingan perusahaan.

Daftar Jadi Reseller Evermos

3. Struktur Organisasi

Untuk perbedaan yang ketiga yang membedakan bisnis startup dengan perusahaan pada umumnya adalah struktur organisasi.

  • Sebuah operasional kerja dalam bisnis startup pada umumnya dijalankan dan ditentukan sepenuhnya oleh pemilik atau founder serta manajemen perusahaan yang ada. Sedangkan, pemberi dana atau investor tidak ikut campur dalam urusan operasional yang ada, dan hanya terlibat dalam keputusan strategis yang akan diambil sebuah perusahaan.
  • Sedangkan, perusahaan konvensional menjalankan perusahaannya dengan pengaruh besar serta kehendak pemilik perusahaan tersebut yang bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan di beberapa perusahaan konvensional, kita dapat melihat bahwa pemilik perusahaan terjun masuk ke dalam manajemen perusahaan yang ada.

Contoh Bisnis Startup di Indonesia

1. Gojek

startup
Sumber: google/bersosial

Gojek pertama kali didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi dan Michaelangelo Moran. Perusahaan gojek merupakan perusahaan startup asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek.

Gojek mengembangkan fitur-fitur yang sederhana dan berguna, sehingga perusahaan ini sukses memberikan dampak positif pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Masih Berhubungan Dengan Istilah Marketing

 

2. Tokopedia

startup
Sumber: google/bersosial

Tokopedia merupakan perusahaan startup bidang e-commerce atau toko belanja online, pendirinya bernama William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tahun 2009. Perusahaan yang telah bertransformasi menjadi unicorn ini, berpengaruh untuk Indonesia bahkan Asia Tenggara, lho!

Terbukti hingga saat ini, Tokopedia menjadi marketplace yang paling banyak banyak pengunjungnya, dan banyak penggunanya dari masyarakat Indonesia.

3. Traveloka

startup
Sumber: google/bersosial

Traveloka adalah perusahaan startup yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, kereta api, bus dan hotel secara online dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Pendiri perusahaan ini adalah Ferry Unardi, Derianto Kusuma dan Albert Zhang pada tahun 2012.

Sempat terkikis pada tahun 2020 akibat pandemi, namun Traveloka mampu bertahan dan bangkit hingga dapat bersaing untuk IPO di New York pada tahun 2021.

4. Akulaku

startup
Sumber: google/bersosial

Akulaku adalah perusahaan startup multifinance Indonesia yang menyediakan pinjaman tanpa jaminan, KTA tanpa kartu kredit dan fasilitas belanja di berbagai e-commerce.

Pendiri perusahaan ini adalah Li Wenbo pada tahun 2016. Sepanjang tahun 2020, Akulaku membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 40%.

5. Teman Startup

startup
Sumber: google/bersosial

Teman Startup adalah sebuah wadah sosial media untuk para pebisnis, pendirinya bernama Leivino Krisdeni pada akhir tahun 2020.

Startup ini sebagai wadah berdasarkan komunitas, konten-kontennya seputar informasi bisnis seperti berita, fakta, pembelajaran, dan berbagi melalui Instagram, Spotify (podcast).

Selain itu aktivitas offline; seminar ataupun workshop. Teman Startup melayani dan memenuhi kebutuhan oleh UMKM.

Sekian artikel seputar bisnis startup yang dapat Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda, apalagi jika Anda berminat untuk menjalani bisnis startup.

Ingin membaca artikel menarik lainnya tentang bisnis atau marketing? Jangan lewatkan hanya di situs panduan Evermos. 

Panduan Penting Lainnya

 

Daftar Jadi Reseller Evermos

Share:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Panduan Terbaru

×