Evermos
Akselerasi Ekonomi Digital dari Pelosok, Desa Evermos  Dorong Pembangunan Ekonomi Inklusif

Akselerasi Ekonomi Digital dari Pelosok, Desa Evermos Dorong Pembangunan Ekonomi Inklusif

Di tengah era transformasi digital, area pedesaan Indonesia menunjukkan potensi ekonomi yang masih sangat besar. Menurut Kemendagri dan BPS, 91% wilayah Indonesia merupakan wilayah desa serta 43% masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan. Dari 75.000 desa yang ada di Indonesia, lebih dari 30% di antaranya sudah memiliki produk unggulan. Menyambut potensi ini, Evermos, platform social commerce asal Bandung, meluncurkan program digitalisasi ekonomi pedesaan yang dinamai Desa Evermos.

Kehadiran teknologi digital commerce seperti Evermos di daerah pedesaan dapat menjadi pemicu siklus kebaikan dan mendorong pembangunan ekonomi inklusif. Produk-produk UMKM lokal desa bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk bersaing secara lebih luas dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Seiring dengan bertambahnya pendapatan, masyarakat desa pun lebih mudah memenuhi kebutuhan mereka yang tidak tersedia di toko-toko lokal dengan menggunakan teknologi yang sama. Hal ini pun membuka kesempatan berwirausaha bagi sebagian lainnya untuk menjual kembali (sebagai reseller) produk yang mereka dapatkan dari luar desa, sehingga kemudian semakin mengurangi angka pengangguran desa.

Chief of Sustainability Evermos, Iqbal Muslimin menyatakan, “Evermos lahir dengan semangat ekonomi gotong royong. Kami percaya bahwa semua orang seharusnya punya kesempatan yang sama untuk mencapai kesejahteraan, tidak terkecuali masyarakat di pelosok. Dengan kehadiran Desa Evermos di pelosok-pelosok, produk-produk UMKM lokal desa dapat memanfaatkan teknologi social commerce untuk mempromosikan produknya secara nasional dibantu oleh ratusan ribu reseller di Indonesia. Masyarakat pedesaan yang menjadi reseller pun penghasilannya bertambah. Wirausaha digital tidak hanya muncul di kota, masyarakat desa juga bisa. Jadi ekonomi kita bisa lebih inklusif.” 

Dalam fase peluncuran awal program, Desa Evermos memberikan dukungan kepada masyarakat desa dengan mencakup 3 aspek. Pertama, masyarakat mendapat pelatihan perniagaan melalui teknologi digital sehingga lebih yakin dan merasa aman untuk menggunakannya. Kedua, masyarakat yang ingin mencari pemasukan tambahan memperoleh pemberdayaan, seperti pelatihan kewirausahaan dan komunitas belajar bisnis, sehingga bisa memulai wirausaha dengan lebih mudah, cukup bermodalkan HP. Ketiga, UMKM-UMKM desa menerima akses ekosistem teknologi Evermos yang mencakup logistik hingga saluran penjualan kepada UMKM desa melalui 500.000 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. “Enaknya di Evermos, berbeda dengan marketplace lain, Evermos itu punya komunitas (reseller). Sehingga produk kami dari UMKM bisa dipromosikan dengan sendirinya.” kata Yosis Salman perwakilan SheLemon, sebuah UMKM yang bergabung dengan Evermos.

“Setelah sukses di 4 desa untuk peluncuran awal program, kita akan mereplikasi program desa ke berbagai pelosok di Indonesia. Dengan pendekatan kita yang melokal untuk melakukan penetrasi teknologi ke desa, antusiasme dan semangat masyarakat desa sangatlah tinggi.” Imbuh Iqbal. Desa Evermos telah memberdayakan lebih dari 250 penduduk di 4 desa di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten tersebut memiliki Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif yang terendah di Provinsi Jawa Barat, sehingga keberhasilan Desa Evermos di kabupaten ini sangat mungkin dicapai di desa-desa lainnya. Upaya ini sejalan dengan riset Alpha JWC Ventures dan Kearney yang bertajuk “Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia” tahun 2021, yang memprediksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan ditopang oleh konsumen di pedesaan, bahkan mengalami pertumbuhan signifikan hingga tiga kali lipat sampai dengan tahun 2025.

Evermos Raih Penghargaan 3G Championship Award 2022

Evermos Raih Penghargaan 3G Championship Award 2022

Evermos, platform social commerce asal Bandung, menerima penghargaan Global Good Governance (3G) Championship Awards 2022 untuk kategori Pemberdayaan Perempuan yang diselenggarakan oleh Cambridge International Financial Advisory (IFA). Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada organisasi yang telah lebih jauh dalam mengimplementasikan program-program pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama dalam hal kesetaraan gender serta pembangunan ekonomi.

Upacara penyerahan penghargaan prestisius tahunan ini diselenggarakan di Dubai (18/05).Co-Founder dan Chief of Sustainability Evermos, Iqbal Muslimin menyampaikan, “Sejak berdiri pada tahun 2019 lalu, pemberdayaan perempuan menjadi pilar penting bagi Evermos dalam membangun platform social commerce terbesar di Indonesia.

Lebih dari 73% dari total 500 ribu reseller yang ada di platform Evermos adalah perempuan. Dengan kampanye #PerempuanAndalan, Evermos mendukung peran perempuan yang di samping berjuang mengurus kesibukan rumah tangga, juga dapat berjuang mencari penghasilan untuk kesejahteraan ekonomi keluarganya.”

Pentingnya pemberdayaan perempuan ini juga senada dengan hasil riset dari McKinsey yang menyimpulkan bahwa pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dapat berkontribusi menambah GDP perekonomian global sebesar $12 triliun hingga tahun 2025.

Saat ini reseller di Evermos didominasi oleh kalangan ibu-ibu dari kota-kota kecil di Indonesia yang memiliki potensi berjualan, namun seringkali terhambat oleh keterbatasan modal, kesempatan dan keahlian. Evermos memberdayakan reseller dengan memberikan pelatihan kewirausahaan, akses teknologi dan juga jaringan ke ribuan produk lokal sehingga mereka bisa lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Berdasarkan data, 20% reseller paling produktif bisa mendapatkan penghasilan bersih rata-rata 2.5 juta perbulan hanya dengan berjualan produk di Evermos. “Di Evermos itu enaknya gini, kita gak dibiarin aja tapi kita dibimbing. Saya melihat Evermos memberi kesempatan banget untuk para wanita, terutama emak-emak seperti saya, untuk berkarya. Gak berkarya lewat jualan aja, tapi juga punya komunitas yang positif,” kata Umbar Ernawati, salah satu reseller asal Demak dalam keterangan persnya, Jumat (20/5/2022).

Penerima penghargaan dalam Global Good Governance Awards ditentukan berdasarkan metodologi yang menganalisa 5 pilar utama yaitu transparansi, tanggung jawab sosial, keberlanjutan, dampak, dan inovasi. Seleksi dilakukan oleh komite khusus yang dibentuk dari kalangan pemerintahan, praktisi, dan akademisi.

“Penghargaan 3G Championship Awards ini adalah suatu bentuk apresiasi atas semua kerja keras para karyawan internal, reseller, UKM dan semua partner Evermos dalam pemberdayaan perempuan.  Evermos bangga bisa menjadi salah satu startup teknologi asal Indonesia yang fokus dalam pemberdayaan perempuan untuk membangun kesejahteraan dan memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi,” kata Iqbal.

Evermos adalah penandatangan Women’s Empowerment Principles (WEPs) dari UN Women, sebuah program yang didukung oleh We Empower Asia yang didukung Uni Eropa, untuk mempromosikan kesetaraan gender di seluruh ekosistem Evermos baik secara internal, marketplace dan juga komunitas.

 

Evermos Bangun Solidaritas Sosial Sebagai  Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Evermos Bangun Solidaritas Sosial Sebagai Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Platform Social Commerce asal Bandung, Evermos, menginisiasi program untuk menguatkan solidaritas sosial sebagai kunci pemulihan ekonomi nasional. Program yang bernama #SalingBantu ini memfasilitasi lebih dari 500,000 reseller Evermos agar bisa saling berdonasi untuk membantu reseller Evermos lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

Pandemi telah memberikan dampak yang besar terutama pada reseller Evermos yang berasal dari kalangan sosial ekonomi menengah ke bawah. Sebagian profil reseller Evermos tidak memiliki dana darurat dan pekerjaan tetap, sehingga ketika pandemi COVID-19 menghantam, mereka yang paling susah untuk pulih ekonominya. Para reseller ini membutuhkan sumber rezeki lain sebagai jaring pengaman sosial untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Di sisi lain, sebagian reseller lainnya memiliki ekonomi yang pulih lebih cepat dan mempunyai solidaritas sosial untuk berbagi rezeki kepada reseller lain yang lebih membutuhkan. 

“Visi di Evermos adalah untuk membangun ekonomi gotong royong, di sini tidak hanya dalam hal transaksional saja. Evermos menghubungkan reseller yang layak dibantu dan reseller yang semangat untuk membantu dengan cara yang mudah dan amanah”, Ujar Iqbal Muslimin, Co-Founder dan Chief of Sustainability Evermos.

“Pada dasarnya, para reseller Evermos itu sudah punya jiwa solidaritas sosial yang tinggi. Jadi kalau ada reseller lain yang kesulitan, Insya Allah banyak yang semangat bantu. Tinggal kita hubungkan dengan reseller yang membutuhkan bantuan dan fasilitasi wadahnya di ekosistem kita,” imbuh Iqbal.

Ratnasari (44), reseller Evermos asal Bandung, yang mendapatkan bantuan Program #SalingBantu untuk pengobatan putranya yang berjuang sembuh dari Leukimia, Abidzar (6). Suami Ratnasari sudah lama meninggal. Selain sebaga reseller Evermos, Ratnasari juga bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik sepatu di Bandung. “Semenjak pandemi pabrik sering libur, kerja cuma 2-3 hari seminggu. Penghasilan saya pas-pasan buat makan aja sudah bersyukur. Tiap 2 Minggu sekali Abidzar harus kemo, tidak semua pengobatannya ditanggung BPJS. Saya bersyukur rekan-rekan reseller mau membantu saya. Ada reseller yang ngasih donasi ada juga yang semangatin saya, Alhamdulillah.”, ujar Ratnasari.

Penyaluran Program #SalingBantu yang telah terkumpul dari 629 reseller di seluruh Indonesia telah dilakukan pada Jumat, 13 Mei 2022 lalu.

Berdayakan Ratusan Ribu Perempuan, Evermos Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Berdayakan Ratusan Ribu Perempuan, Evermos Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Peringatan Hari Kartini merupakan salah satu upaya nyata untuk mendukung kesempatan yang setara bagi di Indonesia di Indonesia. Pasca pandemi COVID-19, peran perempuan dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan bangsa untuk menghadapi krisis ini. Survey Bank Dunia  pada tahun 2016 menunjukkan lebih dari 50% UMKM dimiliki oleh perempuan.

“Para perempuan dan ibu rumah tangga khususnya di daerah kecil di Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk memulai usaha dari rumahnya, kebanyakan dari mereka hanya butuh akses dan kesempatan.” Tutur Iqbal Muslimin, Chief of Sustainability dari Evermos. “Kita di Evermos terus mengupayakan kesempatan itu dan harapannya dengan membangun ekonomi keluarga melalui perempuan artinya kita sedang membangun ekonomi nasional”, imbuh Iqbal.

Sejalan dengan agenda presidensi G-20 tahun 2022 yang bertepatan di Indonesia yaitu untuk pemulihan ekonomi pasca COVID-19, Evermos memfokuskan kepada digitalisasi wirausaha kecil yang butuh banyak peran perempuan dalam pemulihan ekonomi. Salah satu reseller Evermos, Hisani Rosyida atau Rosi (39) asal Bandung yang harus mengambil peran kepala keluarga sepeninggal suaminya mengatakan, “Di sini saya bisa fokus berwirausaha untuk menghidupi keluarga, karena dapat menemukan banyak produk yang bisa laku untuk dijual ke pelanggan yang bermacam-macam”.

Didirikan tahun 2018, Evermos telah menghubungkan lebih dari 700 UKM dan 60,000 produk agar produknya bisa dijual secara mudah oleh reseller-reseller seperti Rosi, kemudian mendapatkan penghasilan tambahan.  “Harapan saat ini adalah bisa terus sehat dan semangat berikhtiar untuk meraih komisi di Evermos demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memiliki kendaraan untuk menunjang aktifitas harian”, Rosi menambahkan.

Evermos juga merupakan penandatangan Women’s Empowerment Principles (WEPs) dari UN Women untuk mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di tempat kerja, tempat usaha, dan komunitas. Serangkaian program untuk mendukung pemberdayaan perempuan di tempat kerja mulai diterapkan oleh Evermos. Sebagai perusahaan digital, Evermos berkolaborasi dengan Algobash untuk mengadakan gerakan Kartini Coding Challenge 2022, yang juga ingin memberikan kesempatan setara kepada perempuan, khususnya di bidang sains dan teknologi, dalam bentuk kompetisi pemrograman eksklusif untuk perempuan Indonesia.

“Dunia pemrograman dan digital sayangnya masih identik dengan minimnya partisipasi perempuan, lagi-lagi karena minimnya kesempatan di Indonesia.  Semangat pemberdayaan perempuan di Evermos ingin kita mulai dari dalam diri kemudian mengalirkannya ke komunitas dan UKM kita,” ujar Iqbal.

Evermos Capai Score Angka Kesetaraan Gender di Angka 38% di Q1 2022

Evermos Capai Score Angka Kesetaraan Gender di Angka 38% di Q1 2022

Sebagai komitmen Evermos dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, Evermos mengadopsi GGAT (Gender Gap Analysis Toosl) sebagai framework untuk mengukur dan mengevaluasi upaya kesetaraan gender yang ada di tempat kerja, marketplace dan komunitas. GGAT merupakan framework yang dikembangkan oleh UN Women dan telah diadopsi oleh berbagai berbagai institusi global untuk mengukur kesetaraan gender yang ada di ekosistemnya. Dalam pengukuran perdananya menggunakan GGAT, Evermos mendapatkan score 38%, masuk dalam kategori improver. Perusahaan telah menunjukan langkah yang nyata atas komitmen, pengukuran dan pelaporan dalam upaya kesetaraan gender. Pada Q1 2022, Evermos juga membuat SK internal yang ditandatangani oleh manajemen perusahaan untuk mengambil langkah inklusif dalam pemberdayaan perempuan. Score GGAT 38% yang didapat menunjukkan inisiatif kesetaraan gender Evermos cukup kuat dalam Marketplace dan Komunitas.

 

Gandeng Bank Aladin, Evermos Dukung UMKM Wujudkan Ekonomi Inklusif

Gandeng Bank Aladin, Evermos Dukung UMKM Wujudkan Ekonomi Inklusif

Evermos bersama PT Bank Aladin menjalin kerja sama dengan memberikan fasilitas kepada ratusan ribu reseller dalam melakukan transaksi finansial, serta mengembangkan mitra UMKM dalam melakukan ekspansi usaha.

Presiden Direktur Aladin Bank Dyota Marsudi mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi oleh keselarasan nilai yang diusung pihaknya bersama Evermos, yaitu shared economic-inclusivity.

“Individu dan mitra UMKM dapat bersama-sama menikmati kemudahan transaksi finansial melalui bank digital, serta akses pendanaan berbasis syariah,” ujar Dyota dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (16/2/2022).

Dalam kerja sama ini, Evermos berfokus pada proses transaksi jual dan beli, sementara Bank Aladin pada transaksi finansial dan akses pendanaan syariah yang dipermudah untuk reseller dan mitra UMKM Evermos.

“Banyak hal yang dapat Aladin Bank sinergikan bersama Evermos terutama dalam membangun ekonomi inklusif untuk seluruh elemen masyarakat dan memberdayakan UMKM, khususnya di bidang produk-produk berkualitas tinggi dan tentunya halal,” ujarnya.

Dyota mengatakan, Bank Aladin nantinya akan membantu para konsumen, reseller, dan Mitra UMKM Evermos dalam menciptakan pengalaman perbankan digital yang inovatif dengan memberikan akses finansial berbasis syariah serta kemudahan-kemudahan lain dalam bertransaksi.

“Kami sangat bangga dapat melakukan kerja sama dengan Evermos karena visi dan misi yang selaras, yaitu mendorong inklusi ekonomi dan keuangan berdasarkan prinsip syariah,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Evermos Ghufron Mustaqim juga mengatakan, kolaborasi dengan Aladin Bank diharapkan dapat membantu reseller dan mitra UMKM untuk melakukan transaksi dengan lebih mudah. Dengan begitu, usaha mereka dapat bertumbuh makin besar melalui dukungan pendanaan dan modal usaha berbasis syariah yang disediakan oleh Bank Aladin.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan Aladin Bank dan Evermos dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung Pemerintah Indonesia mewujudkan inklusi ekonomi dan kemudahan transaksi keuangan untuk seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Referensi Media : Warta Ekonomi
Bantuan Persalinan Gratis untuk Kalangan Dhuafa

Bantuan Persalinan Gratis untuk Kalangan Dhuafa

Program Jaminan Sosial Ibu Hamil Pra-Sejahtera (JASA Ibu) yang diusung Yayasan Sahabat Beramal Jariyah dan Evermos didasari atas kepedulian terhadap pemenuhan fasilitas kesehatan yang layak dan terjangkau untuk ibu bersalin. Salah satunya melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Bandung. RBC merupakan sebuah institusi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, khususnya dalam bidang persalinan yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa secara cuma-cuma. Hingga saat ini, RBC Bandung telah memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada lebih dari 216.495 pasien dhuafa.

Evermos berkontribusi memberi bantuan peralatan kesehatan ke Rumah Sakit Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Bandung pada tanggal 25 Januari 2022. Adapun jumlah bantuan untuk donasi tersebut sebesar Rp89.344.443. Tak hanya memberikan bantuan alat medis, Evermos pun memberikan penyaluran donasi untuk Program Persalinan Gratis pada Rumah Sakit Bersalin tersebut.

Dengan adanya program penyaluran donasi ini merupakan bagian dari perwujudan ekonomi gotong royong, serta merupakan bagian dari dampak sosial dan pemberdayaan yang menjadi cita-cita luhur Evermos dan para reseller-nya bagi masyarakat Indonesia.

Iqbal Muslimin sebagai Chief of Sustainability Evermos, menyatakan, “Upaya penyaluran donasi ini merupakan usaha kolaborasi, Evermos bergerak bersama dengan UKM dan reseller bergotong royong dalam pengumpulan bantuan sehingga dapat tersalurkan ke para ibu bersalin dhuafa.”

Hal demikian diungkapkan Iqbal saat proses penyerahan bantuan secara simbolis berupa penempelan stiker pada alat medis yang diterima langsung oleh Asep Irawan selaku CEO Sinergi Foundation dan perwakilan program RBC.

“Program ini juga sejalan dengan upaya kami dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya untuk perempuan,” ungkap Iqbal.

Ibu Trianon: Terus Semangat Memberdayakan Ekonomi Umat

Ibu Trianon: Terus Semangat Memberdayakan Ekonomi Umat

Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak berarti menjadi seseorang yang hanya mengurus rumah saja. Di era modern ini, menjadi ibu rumah tangga bisa lebih dari itu. Adalah Ibu Trianon Wijanarti, seorang ibu rumah tangga asal Bandung yang tidak hanya mengurus keluarganya tapi juga aktif mengikuti kegiatan kajian keagamaan dan komunitas-komunitas wirausaha muslim. Dengan mengikuti komunitas-komunitas wirausaha muslim, Bu Trianon membangun jiwa kewirausahaannya. Bahkan, ia sempat menjadi reseller di toko MQ yang dikelola oleh Aa Gym. 

Secara tidak sadar, pengalamannya menjadi reseller di toko tersebut menghidupkan semangatnya untuk berbuat lebih. Tidak heran ia langsung tertarik ketika melihat iklan Evermos di Instagram untuk pertama kalinya. Terutama ketika ia mengetahui bahwa Evermos merupakan platform reseller berbasis syari’ah dan memiliki visi untuk memberdayakan ekonomi umat. Ia merasa visi misinya untuk berwirausaha sejalan dengan visi misi Evermos. 

Perjuangan pertama kali menjadi reseller Evermos

Setelah yakin untuk bergabung dengan Evermos, Bu Trianon pun segera mendaftar. Sayangnya, niatnya mengalami kendala karena saat itu hanya tersedia pilihan Reseller premium dengan biaya pendaftaran Rp300.000,-. Bu Trianon yang kebetulan tinggal bersama anaknya merasa belum mampu untuk membayar biaya pendaftaran. Terutama di kala itu ia harus memenuhi terlebih dahulu berbagai kebutuhan yang menjadi prioritas. Terpaksa, ia harus meninggalkan keinginannya bergabung.

Beberapa bulan kemudian, Bu Trianon kembali dipertemukan dengan iklan Evermos. Kali ini, ia melihat iklan dengan penawaran menjadi reseller reguler secara gratis. Keinginan Bu Trianon untuk bergabung pun kembali ke permukaan hingga langsung mendorongnya untuk mendaftar dan resmi menjadi reseller Evermos. Sedari itu, ia bertekad untuk memulai ikhtiar bersama Evermos.

“Jualan itu, untuk Menebar Kebaikan dan Ibadah dalam Pemberdayaan Umat Islam” – Bu Trianon

Sejak lama, Bu Trianon telah aktif dalam komunitas wirausaha muslim dengan prinsip anti riba. Ia melihat prinsip yang serupa ditanamkan di Evermos. Evermos yang berjalan dengan konsep berbasis syari’ah membuat Bu Trianon terus semangat berikhtiar menjadi bagian dari Evermos. Ia memberikan kepercayaannya kepada Evermos secara penuh. Selain itu, menjadi salah satu dari ribuan reseller lainnya yang turut berpartisipasi dalam misi pemberdayaan umat merupakan kepuasan tersendiri untuk Bu Trianon. Rasa bangga tumbuh dalam dirinya karena menjadi reseller Evermos berarti berkontribusi dalam memberdayakan ekonomi umat. 

Tantangan yang dialami selama menjadi reseller

Menjadi seorang reseller tentu saja tidak selalu mudah. Pasti ada waktu di mana seorang reseller harus menghadapi tantangan untuk dilewati. Begitu juga Bu Trianon yang merasa tantangan terbesarnya menjadi reseller adalah ketika ia mendapat komplain dari konsumen dan harus melakukan konfirmasi atau membuat laporan ke Customer Service karena adanya produk yang tidak sesuai, kerusakan pada produk dan lain-lain. Terkadang ia harus menunggu cukup lama karena prosedur yang terbilang cukup panjang untuk menjalankan solusi yang ada. Terutama jika masalah yang dihadapi cukup kompleks. Walaupun Bu Trianon sering khawatir adanya tantangan tersebut dapat menimbulkan berkurangnya kepercayaan konsumen terhadapnya, tapi sejauh ini ia sudah dapat mengatasi berbagai tantangan tersebut dengan baik.

Pengalaman berkesan dan manfaat yang dirasakan bersama Evermos

Ibu Trianon memutuskan untuk bergabung bersama Evermos karena adanya kesamaan visi dan misi dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia pun memilih untuk fokus berjualan produk busana muslim, alat ibadah, Al-Qur’an, buku islam dan lain-lain. Inilah pengalaman berkesan sekaligus bermanfaat untuknya selama bergabung dengan Evermos. Menjadi suatu kepuasan tersendiri baginya ketika produk-produk yang dibeli dari toko Evermos miliknya digunakan untuk melakukan kebaikan dan ibadah. Di masa depan, Bu Trianon berharap ia bisa turut berkontribusi dalam memperluas  akses para pebisnis muslim agar dapat memperluas pasar di seluruh Indonesia. 

Ia pun selalu mensyukuri atas berkah yang didapatkannya hingga saat ini dan berterima kasih atas segala upaya dan kerja keras yang diberikan oleh tim Evermos telah membantunya selama ini. Ia berharap semoga hal-hal yang dirasa cukup dapat terus ditingkatkan, dan hal-hal yang dirasa kurang dapat segera diperbaiki.

 

 

Kyla Food – Semakin Luas untuk Tumbuh

Kyla Food – Semakin Luas untuk Tumbuh

Kyla Food merupakan produsen penyedia makanan ringan asal Bandung yang didirikan oleh Mas Galih Ruslan. Mas Galih mengatakan bahwa bisnisnya sangat terbantu oleh Evermos hingga bisnisnya bisa jadi sangat berkembang. Mulai dari produk rumahan yang hanya 1 jenis produk saat ini bisa menjadi meluncurkan 10 jenis produk dengan lebih dari 40 varian rasa.

Owner dari Kyla Food berkata bahwa Evermos sangat membantu dalam keperluan channel distribusi. Karena dahulu kyla food berjualan hanya di sebatas ranah online dan hanya di marketplace yang notabene membutuhkan konsumen untuk mendatangi tokonya. Namun, semenjak menemukan Evermos dengan bentuk keagenannya yang unik, awareness kyla food meningkat hingga produknya bisa Ada di seluruh Indonesia. Karena penyebarannya adalah melalui reseller daeri seluruh penjuru Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

Publikasi Hasil Riset Pasar oleh Evermos x SOKA Institute

Publikasi Hasil Riset Pasar oleh Evermos x SOKA Institute

Membaca tren dan menangkap peluang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan seorang pelaku usaha. Seperti yang kita ketahui, era digital seperti saat ini merupakan kesempatan yang besar untuk dapat mengembangkan potensi suatu usaha, termasuk UMKM. Namun pada kenyataanya, masih banyak UMKM lokal yang sulit untuk berkembang dan justru masih terjebak dalam pemilihan produk. Bersama Ilham Taufiq selaku Co-Founder Evermos dan Drs. Iwan Gunawan, M.M. selaku Direktur Soka Institute akan dikupas secara tuntas mengenai kiat membaca tren dan menangkap peluang usaha.