Usia tidak pernah menjadi batas bagi Ummi Intan untuk terus belajar dan bertumbuh. Di usianya yang telah melewati 60 tahun, ia justru menemukan semangat baru melalui perjalanannya sebagai reseller Evermos. Bergabung sejak akhir 2018 atau awal 2019, Ummi Intan telah hampir tujuh tahun membersamai Evermos, menjalani proses yang penuh makna, pembelajaran, dan silaturahmi.
Kini, Ummi Intan dikenal sebagai Koordinator Reseller (Kori) Evermos wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun di balik peran tersebut, kesehariannya tetap sederhana dan penuh kebermanfaatan. Di rumah, ia menjalankan usaha kecil-kecilan seperti warung ayam bakar dan ikan bakar.
Malam hari, ia mengajar Tahsin, sementara setiap Rabu siang rumahnya terbuka untuk ibu-ibu yang ingin belajar mengaji. Di malam Rabu hingga Jumat, ia bahkan mendatangi langsung rumah para murid Tahsin. Tak hanya itu, Ummi Intan juga menjadi konsultan katering dan telah membimbing delapan dapur hingga kini semuanya berhasil menjalankan bisnisnya masing-masing.
Berawal dari Masa Sulit dan Sebuah Iklan di Facebook
Perjalanan Ummi Intan bersama Evermos bermula dari sebuah masa yang tidak mudah. Saat itu, ia tengah berjuang melawan kanker dan menjalani perawatan di rumah sakit. Di sela-sela waktu istirahat, ia sering membuka Facebook melalui laptop. Dari sanalah ia pertama kali melihat iklan Evermos dan memutuskan untuk mendaftar sebagai reseller.
Namun, perjalanan awal tersebut tidak langsung berjalan mulus. Latar belakangnya sebagai mantan guru membuat Ummi Intan merasa asing dengan dunia bisnis. Pada beberapa bulan pertama, ia mengaku belum benar-benar memahami cara berjualan. Saat itu, fokusnya masih terbagi dengan aktivitas mengajar yang jadwalnya cukup padat. Titik balik mulai terasa ketika Ummi Intan dihubungi oleh tim Evermos dan mendapatkan edukasi seputar sistem dan peluang yang ada.
Jatuh Cinta pada Silaturahmi dan Komunitas
Perlahan, Ummi Intan kembali dihubungi oleh pihak Evermos dan ditawari peran sebagai Koordinator Reseller. Dari sinilah perjalanannya semakin bermakna. Ia mulai sering berkumpul bersama para Kori lain dan merasakan hangatnya komunitas Evermos.
Pertemuan demi pertemuan membuatnya jatuh cinta. Bagi Ummi Intan, Evermos bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga ruang silaturahmi. Ia merasa berada di lingkungan yang sehat, di mana para reseller bersaing secara positif, saling mendukung, dan memiliki frekuensi yang sama. Dari kondisi sakit dan keterbatasan, Ummi Intan justru menemukan kembali semangat untuk menjalani hari.
Meski mengakui proses belajarnya tidak secepat reseller yang lebih muda, Ummi Intan tetap konsisten. Hari demi hari, ia terus belajar dan bertumbuh. Usahanya pun membuahkan hasil. Selama bergabung dengan Evermos, ia telah dua kali mendapatkan hadiah tamasya dan tiga kali meraih Liga Kori. Setiap kali menerima reward, Ummi Intan selalu merayakannya bersama komunitas, karena baginya, pencapaian terasa lebih bermakna ketika dibagi bersama.
Ikatan yang terjalin pun begitu kuat. Bahkan ketika tidak ada agenda resmi dari Evermos, para reseller tetap rutin berkumpul secara pribadi. Meski sempat mengalami masa vakum komunitas yang membuat semangatnya menurun dan hampir menyerah, Ummi Intan memilih bertahan. Ketika komunitas kembali berjalan, semangatnya pun kembali tumbuh.
Tetap Mendampingi di Tengah Perubahan
Sebagai Kori, Ummi Intan dikenal aktif mendampingi reseller-reseller di sekitarnya. Ketika sistem Poin Berkah diperkenalkan, meski ia sendiri masih dalam proses adaptasi, Ummi Intan tetap berusaha mendukung para reseller. Ia mengajak reseller yang mulai tidak aktif untuk kembali belajar, menjelaskan skema komisi, serta mengenalkan produk-produk baru sebagai peluang bisnis.
Tantangan dalam berjualan tentu tetap ada. Ia melihat beberapa rekan di komunitas sempat mengalami penurunan semangat karena semakin banyaknya brand yang tersedia. Dari sisi konsumen, Ummi Intan bersyukur tidak banyak menghadapi kendala berarti. Tantangan justru lebih sering datang dari sisi vendor, seperti barang rusak atau salah kirim.
Namun, Ummi Intan juga menyaksikan sendiri bagaimana Evermos terus berkembang. Jika dulu pengaduan terasa terbatas, kini Evermos semakin terbuka menerima komplain dan terus melakukan perbaikan sistem.
Dukungan Keluarga dan Dampak yang Meluas
Di balik perjalanannya, Ummi Intan mendapat dukungan penuh dari keluarga. Anak-anaknya mendukung apa pun yang membuatnya bahagia. Bahkan, beberapa anak Ummi Intan ikut bergabung menjadi reseller Evermos. Salah satunya menekuni produk emas dan kini sudah mampu membeli emas sendiri melalui Evermos.
Kehadiran Evermos juga membawa dampak yang lebih luas. Ummi Intan aktif mengikuti program wakaf, menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke berbagai yayasan, pesantren, hingga daerah seperti Bandung, Sumedang, Jonggol, dan wilayah sekitar tempat tinggalnya. Ia juga kerap mengadakan open house di rumah pribadi, mengundang reseller untuk belajar bersama. Banyak di antara mereka yang akhirnya lebih aktif dan terbantu dalam menjalankan usaha.
Bertumbuh dengan Ilmu dan Rasa Syukur
Bagi Ummi Intan, menjadi reseller Evermos bukan hanya soal omzet, meski total penjualannya sejak awal bergabung telah mencapai sekitar Rp380 juta. Ia justru merasa pencapaian tersebut wajar karena sebagian besar waktunya digunakan untuk membina dan mendukung reseller lain.
Yang paling ia rasakan adalah perubahan mindset. Dari yang awalnya merasa tidak bisa berjualan, kini ia tumbuh dengan growth mindset berkat edukasi yang didapatkan. Ia merasa lebih senang karena bisa bertemu dengan banyak orang hebat, termasuk para karyawan Evermos yang ramah dan suportif. Harapannya sederhana: semoga Evermos terus jaya, sehingga silaturahmi dan kegiatan pembelajaran bisa terus berjalan seperti momen training Kori yang pernah ia ikuti dan sangat membekas.
Motivasi Ummi Intan untuk tetap berjualan pun lahir dari keinginan memiliki penghasilan pasif. Meski telah pensiun dan kerap diberi uang oleh anak-anaknya, ia merasakan kepuasan yang berbeda ketika mendapatkan penghasilan dari usahanya sendiri. Bahkan, setiap menerima komisi Kori, ia kerap menggunakannya untuk membeli jilbab melalui Evermos.
Pesan untuk yang Masih Ragu
Bagi siapa pun yang masih ragu untuk memulai, Ummi Intan menyampaikan pesan sederhana namun bermakna:
Coba dan rasakan dulu, jangan ciut sebelum mencoba. Kenali dulu Evermos seperti apa. Karena Evermos sudah membantu memajukan UMKM di Indonesia.
Kisah Ummi Intan menjadi bukti bahwa proses, kesabaran, dan niat baik akan selalu menemukan jalannya. Di Evermos, ruang untuk bertumbuh terbuka bagi siapa pun, tanpa batas usia, selama mau belajar dan melangkah bersama.


