Apa perbedaan reseller, dropship, dan affiliate? Di era digital seperti sekarang, peluang bisnis online memang terbuka luas. Namun, Sobat justru malah makin bingung karena banyak pilihan, bukan?
Kebingungan ini wajar. Setiap model bisnis memiliki tugas, tanggung jawab, dan tingkat risiko modal yang berbeda. Ada yang perlu stok barang, ada yang tidak. Ada yang bisa mengatur harga jual, ada pula yang hanya mendapat komisi tetap.
Agar bisa memilih model bisnis yang paling cocok dan menguntungkan, Sobat perlu memahami perbedaan ketiganya. Kira-kira apa saja?
Perbedaan Reseller Dropship dan Affiliate
Memahami perbedaan reseller, dropship, dan affiliate akan terasa lebih mudah jika ditampilkan dalam bentuk tabel. Tiga model bisnis ini ternyata berbeda dalam hal modal stok, risiko, cara memperoleh keuntungan, cara berhubungan dengan pelanggan, dan akad syariah!
| No. | Kriteria | Reseller | Dropship | Affiliate |
| 1. | Modal Stok | Harus membeli dan menyimpan stok barang terlebih dahulu. | Tidak perlu stok barang; hanya meneruskan pesanan ke supplier. | Tidak perlu stok barang; hanya membagikan link produk. |
| 2. | Kontrol Harga Jual | Punya kendali penuh atas harga jual dan margin keuntungan. | Umumnya masih bisa menentukan harga jual (tergantung supplier/platform). | Tidak bisa mengatur harga; komisi sudah ditetapkan oleh pihak brand/platform. |
| 3. | Risiko Barang Mati | Tinggi: stok bisa tidak terjual atau rusak. | Rendah: tidak menanggung stok karena supplier yang menyiapkan barang. | Tidak ada: tidak terlibat dalam pengelolaan produk atau pengiriman. |
| 4. | Hubungan dengan Pelanggan | Langsung berinteraksi dan bertanggung jawab penuh atas transaksi, retur, dan layanan pelanggan. | Menjadi perantara antara pembeli dan supplier; tetap berhubungan dengan pelanggan, tapi urusan logistik ditangani supplier. | Tidak berinteraksi langsung dengan pelanggan; hanya berperan dalam hal promosi. |
| 5. | Akad Syariah | Termasuk akad jual-beli langsung (bai’ musawamah) karena membeli barang lalu menjual kembali dengan margin. | Termasuk wakalah bil ujrah (perantara berbayar) selama ada izin dan kejelasan barang dari supplier. | Termasuk ju’alah (akad imbalan atas jasa promosi) karena memperoleh komisi dari hasil penjualan melalui link. |
Kelebihan Model Dropship sebagai Bisnis Syariah Terbaik

Setelah mengamati tabel di atas, terlihat bahwa dropship merupakan model bisnis halal yang menguntungkan, tetapi risikonya masih tetap rendah sehingga sangat aman untuk dilakukan oleh para pemula di dunia bisnis. Ini kelebihan model dropship yang perlu Sobat ketahui!
1. Menggabungkan Keuntungan Reseller
Model dropship menawarkan fleksibilitas seperti reseller. Jadi, Sobat tetap bisa menentukan strategi jualan, membangun branding pribadi, dan menjalin hubungan langsung dengan pelanggan.
Bedanya, Sobat tidak perlu membeli stok terlebih dahulu. Dengan begitu, sistem dropship memungkinkan Sobat merasakan pengalaman menjadi pemilik toko online tanpa harus repot mengeluarkan modal besar seperti reseller pada umumnya.
Dalam hal menentukan keuntungan, Sobat yang memilih model dropship jauh lebih memiliki kebebasan dibandingkan sistem affiliate. Selagi supplier tak memberikan batasan, Sobat bisa menentukan harga jual agar jumlah keuntungannya bisa disesuaikan.
Evermos adalah platform yang paling tepat jika Sobat mendambakan kebebasan ini! Supplier hanya akan memberikan saran harga jual. Sebagai dropshipper, Sobat bebas memberikan harga yang sedikit lebih tinggi kepada pelanggan jika pesaing yang menjual produk serupa masih sedikit.
2. Bebas Risiko Stok
Dalam sistem dropship, Sobat tidak perlu menyimpan produk apa pun. Supplier lah yang akan menyiapkan, mengemas, dan mengirim pesanan ke pelanggan. Jadi, peran Sobat sebagai dropshipper adalah hanya mempromosikannya sebaik mungkin.
Model ini sangat cocok untuk pemula yang ingin berjualan tanpa takut rugi. Sobat akan terhindar dari kerugian akibat produk kadaluarsa, tren berubah, atau permintaan menurun. Di saat yang sama, keuntungannya bisa tetap mengalir.
3. Modal Minim
Dropship adalah solusi terbaik bagi orang-orang yang ingin mulai berbisnis tanpa terbebani modal besar. Cukup dengan HP dan koneksi internet, Sobat sudah bisa mulai menjual produk dari berbagai kategori.
Di Evermos, kami menyediakan sistem dropship tanpa biaya pendaftaran dan tanpa modal awal. Setelah terdaftar, Sobat bisa langsung memilih ratusan produk berkualitas dengan harga pabrik untuk dijual. Tenang, semua barang yang terpajang di platform kami sudah dijamin halal dan berkah!
4. Jaminan Syariah
Secara agama, sistem dropship berlandaskan akad wakalah bil ujrah atau perantara berbayar. Artinya, bisnis ini halal dan sah secara syariat asalkan ada izin dan kejelasan barang dari supplier.
Evermos juga menjamin transaksi ini halal karena prosesnya diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Kami betul-betul memastikan tidak ada unsur gharar (ketidakjelasan), riba, maupun penipuan. Keuntungan diperoleh secara sah dari usaha Sobat dalam melakukan pemasaran dan penjualan produk.
Kesimpulan

Setelah memahami perbedaan reseller, dropship, dan affiliate, dapat kita simpulkan kalau dropship menjadi model bisnis yang paling menguntungkan untuk para pemula. Dengan modal minim, bahkan nyaris nol, Sobat tidak perlu menanggung risiko stok mati karena barang tidak laku.
Jika diamati kembali, dropship adalah model bisnis yang menggabungkan potensi keuntungan seperti reseller karena Sobat bisa mengontrol harga. Di saat yang sama, Sobat bisa memulainya tanpa risiko dan dengan modal yang minim seperti affiliate.
Agar hati Sobat tenang, pilihlah platform dropship yang tetap menjunjung prinsip agama seperti aplikasi Evermos! Di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS), kami memastikan semua transaksi dan produk yang tersedia sudah halal dan tidak melanggar syariat.
Sudah tidak ada lagi alasan untuk ragu mendaftar jadi dropshipper Evermos. Ayo gabung sekarang juga!
