Tertarik join Evermos tapi bingung mau menjadi dropshipper atau reseller? Keduanya memang memiliki peran yang mirip, yaitu perantara penjualan. Namun, cara kerja keduanya memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.
Dalam artikel ini, kami akan pandu Sobat Evermos untuk memahami secara mendalam mengenai dropshipper dan reseller. Mulai dari modal yang dikeluarkan, risiko, keuntungan, hingga rekomendasi dari kami terkait peran mana yang lebih cocok kamu lakukan. Yuk, scroll sampai tuntas!
Dropshipper vs Reseller
Sebelum memutuskan menjadi dropshipper atau reseller, kamu perlu tahu pengertian keduanya. Dropshipper berperan menjual barang dari supplier tanpa perlu stok barang. Sementara reseller menjual ulang barang yang sudah dibeli dari supplier ke konsumen langsung.
Dari penjelasan tersebut, kamu pasti sudah membayangkan sedikit perbedaan sistem kerja antara keduanya. Untuk lebih memahaminya, simak perbedaan antara dropshipper dan reseller pada tabel berikut ini.
Sekilas, reseller memiliki keunggulan lebih banyak dibanding dropshipper. Akan tetapi, jika dilihat melalui kondisi masing-masing bisnis, keduanya akan menguntungkan bagi siapapun. Lebih jelasnya, mari kita bedah satu per satu pada kategori berikut.
Stok barang dan penyimpanan
Karena sistemnya yang harus membeli produk terlebih dahulu, reseller harus menyediakan tempat penyimpanan untuk stok barang. Sedangkan, dropshipper tidak perlu tempat atau gudang barang karena ia hanya mempromosikan produk saja.
Pengemasan dan pengiriman produk
Pengiriman dan pengemasan produk untuk bisnis reseller menjadi tanggung jawab reseller sendiri karena barang sudah dibeli dan disimpan. Sebaliknya, dropshipper tidak harus melakukan pengiriman produk karena secara teknis barang masih ada pada supplier.
Variasi produk
Karena sistem kerjanya, reseller cenderung memiliki niche atau bidang spesifik terkait produk yang dijualnya. Ini karena reseller harus menyetok barang, sehingga untuk menghindari kerugian barang tidak terjual, reseller cenderung tidak menyetok terlalu banyak varian produk.
Berbeda dengan dropshipper yang bebas memilih berbagai produk yang mau dijual. Ini karena dropshipper tak perlu membeli dan menyimpan barang sehingga bisa mempromosikan berbagai produk dari supplier yang berbeda-beda tanpa perlu mengalami kerugian barang tidak terjual.
Margin keuntungan
Karena reseller menjual kembali barang yang sudah dibeli dari supplier, maka reseller bebas menentukan harga sehingga reseller bisa mengatur margin keuntungan yang didapat. Sebaliknya, karena kerja sama dropshipper dengan supplier adalah promosi barang, maka keuntungan yang didapat juga mengikuti harga komisi yang ditentukan supplier.
Modal, Risiko, & Sistem
Menjadi dropshipper atau reseller, dua-duanya memiliki syarat modal, risiko kerugian, dan sistem kerjanya masing-masing. Pahami ketiga aspek ini sebagai pertimbanganmu.
Dropshipper – Modal dan Risiko Minim
Ketika kamu memilih menjadi dropshipper, kamu tidak perlu mengeluarkan modal terlalu banyak. Ini karena dropshipper tidak membeli barang terlebih dahulu, melainkan fokus pada kegiatan promosi barang.
Dropshipper akan bekerja sama dengan supplier dan memberitahukan untuk menjual barangnya tanpa membeli. Setelah itu, dropshipper akan memasarkan barang tanpa wujud itu ke konsumen.
Jika konsumen setuju untuk membeli, baru dropshipper akan kembali ke supplier untuk memberitahukan pesanan dari konsumen tersebut. Karena sistem kerja yang tidak memerlukan modal besar dan proses yang ribet, dropshipper cenderung lebih minim risiko ketimbang reseller.
Reseller – Modal dan Risiko Besar

Beda dengan dropshipper, reseller harus membeli barang terlebih dahulu sehingga modal yang dikeluarkan lebih besar. Namun, biasanya reseller akan diberi harga lebih murah karena barang dibeli secara grosir.
Selain itu, modal juga dibutuhkan untuk membuat gudang penyimpanan barang serta proses pengiriman. Lalu, reseller akan fokus mempromosikan barang tersebut dengan melakukan markup harga untuk mendapatkan keuntungan.
Setelah itu, reseller harus mengirimkan barang sampai ke tangan pembeli. Karena sistem yang seperti inilah, reseller cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Bisa dari barang rusak, keterlambatan pengiriman, dan lain-lain.
Keuntungan & Keterbatasan
Menjadi dropshipper atau reseller juga memiliki keuntungan dan keterbatasannya. Kamu harus memahami kedua hal ini agar kamu semakin yakin untuk menentukan mau menjadi dropshipper atau reseller. Yuk, simak terus!
Keuntungan
- Tidak perlu membeli dan menyimpan barang
- Tidak butuh modal yang besar
- Tidak perlu mengirim dan mengemas barang ke konsumen
- Minim risiko
- Variasi produk lebih banyak
Reseller:
- Bisa menentukan margin keuntungan sendiri
- Bisa menggunakan nama brand sendiri
- Bisa menentukan niche produk (brand punya posisi di market)
- Tahu kualitas produk yang dijual
- Berpotensi menjadi bisnis yang lebih besar
Keterbatasan
Dropshipper:
- Peluang pertumbuhan bisnis kecil
- Tidak bisa menentukan margin keuntungan sendiri
- Tidak tahu kualitas produk yang dijual
Reseller:
- Variasi produk cenderung minim
- Modal lebih besar
- Harus membeli dan menyimpan barang terlebih dahulu
- Melakukan pengemasan dan pengiriman barang sendiri

Dilihat dari keuntungannya, dropshipper mungkin terlihat lebih menjanjikan. Akan tetapi, jika dilihat dari keterbatasan, peluang pertumbuhan bisnis sebagai dropshipper sangatlah kecil. Sebaliknya, melihat reseller dari keterbatasannya juga tidak menjadikan bisnis reseller pilihan terbawah karena bisnis reseller berpotensi tumbuh besar.
Semuanya kembali ke kondisi dan gaya jualanmu Sobat. Evermos sendiri membuka kesempatan kamu untuk join sebagai reseller maupun dropshipper. Kamu bisa temukan beragam keuntungan menjadi reseller Evermos, salah satunya dengan berjualan sistem dropshipper tapi keuntungannya mirip reseller!
Kamu bisa daftar gratis TANPA MODAL sedikitpun, tetapi bisa punya toko online sendiri. Kamu juga tidak perlu melakukan pengemasan dan pengiriman barang, tetapi kamu bisa menghasilkan omzet hingga Rp100 juta!
Fitur-fitur di aplikasi Evermos juga telah didesain untuk membantumu berjualan. Kamu bisa manfaatkan fitur untuk optimasi strategi penjualan seperti fitur “Ide Jualan Hari Ini” yang akan muncul di beranda akunmu setiap harinya. Kamu bisa kenalan lebih jauh tentang fitur Evermos di video terbaru kami.
Rekomendasi Berdasarkan Gaya Jualan
Dari semua aspek bisnis kedua peran itu, apakah kamu sudah bisa memutuskan, mau menjadi dropshipper atau reseller? Kedua peran tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu bisa pertimbangkan modal, risiko, dan ketersediaan waktu yang kamu miliki.
Kalau kamu punya modal, lebih baik kamu mencoba menjadi reseller karena masa depan bisnis yang lebih menjanjikan. Tetapi, kamu juga harus siap dengan effort yang harus dilakukan seperti mengemas dan mengirim barang. Selain itu, perlu juga untuk mempertimbangkan biaya operasional yang akan dikeluarkan.
Jika saat ini kamu tak punya modal banyak, kamu bisa coba mulai dari nol dengan menjadi dropshipper. Sekiranya modal sudah terkumpul dari bisnis dropshipper, kamu bisa memulai kembali untuk mengembangkan bisnis ke level reseller yang awet untuk jangka panjang.
Dengan bergabung dengan Evermos, kamu bisa berkesempatan membangun bisnis seperti reseller tapi tanpa modal, minim risiko, dan sistem kerja yang mirip seperti dropshipper. Tak hanya menguntungkan, Evermos juga berkomitmen membantu UMKM membangun bisnis yang berkelanjutan.
Upaya tersebut salah satunya terwujud dengan penerapan fitur-fitur di aplikasi Evermos untuk memaksimalkan omzetmu. Evermos juga aktif membentuk program-program dukungan untuk para reseller, baik dari segmen perempuan, maupun mereka yang berasal dari kelas sosial bawah.
Apakah Sobat tertarik daftar reseller Evermos? Ikuti cara daftar reseller Evermos di sini dan jadilah salah satu reseller sukses kami!

