Pernahkah Sobat merasa sudah menjelaskan produk Evermos dengan detail, tapi closing tetap sulit? Itu artinya, Sobat mungkin hanya berbicara pada akal sadar pelanggan. Padahal, keputusan membeli seringkali dipengaruhi oleh alam bawah sadar. Yuk, pelajari teknik jualan hypnoselling berikut!
Inilah yang kita sebut Hypnoselling, sebuah teknik komunikasi yang halus, etis, dan tidak langsung untuk memengaruhi pola pikir atau alam bawah sadar pelanggan. Ini bukan tentang memanipulasi, melainkan seni membangun interaksi yang tulus sehingga pelanggan merasa yakin dengan solusi yang Sobat tawarkan.
Bagaimana cara kerjanya? Ada dua fase kunci: Fase 1 (Membangun Trust) dan Fase 2 (Memberi Sugesti Halus). Selain itu juga ada teknik jualan reseller 1-2-3 yang ampuh.
Fase 1: Bangun Hubungan Kuat dengan Rumus A-B-C-D
Hypnoselling hanya efektif jika sudah ada trust. Untuk membangunnya, kita gunakan Rumus A-B-C-D dalam interaksi awal:
A: Ajukan Pertanyaan Terbuka
Hindari pertanyaan yang jawabannya hanya “Ya” atau “Tidak”. Gunakan pertanyaan terbuka yang membuat pelanggan bercerita tentang masalahnya.
❌ Hindari: “Ibu tertarik beli skincare?”
✅ Coba: “Selama ini, skincare apa saja yang sudah Ibu pakai?” atau “Sekarang, rutinitas perawatan kulitnya bagaimana, Bu?”
Tujuannya adalah menggali pain point atau permasalahan yang dihadapi mereka. Simak juga cara jualan dimana aja yang bisa Sobat Reseller terapkan.
B: Beri Pertanyaan yang “di Set-Yes”
Berikan 2-3 pertanyaan awal yang sudah pasti dijawab “Ya” oleh pelanggan. Ini membangun ritme persetujuan (pola “Yes”) di alam bawah sadar mereka sebelum Sobat masuk ke penawaran.
Contoh: “Cuacanya panas ya, Pak?” (Ya) “Eh, kalau udah jam 1 siang gini, UV-nya pasti udah tinggi banget ya, Pak?” (Ya)
C: Cari & Ciptakan Kesamaan
Orang suka berinteraksi dengan orang yang mirip dengan dirinya. Cari kesamaan (asal daerah, hobi, atau kesamaan masalah).
Contoh: “Aslinya dari mana ya, Bu? Kok saya gak asing sama logatnya.” atau “Oalah, ternyata Bu Rina juga suka masak ya? Sama dong, Bu!”
Kesamaan ini menciptakan chemistry dan membuat pelanggan merasa nyaman, sehingga mereka lebih terbuka terhadap saran Sobat.
D: Dengar dengan Seksama
Ini adalah tahap krusial. Dengarkan seluruh cerita dan pain point pelanggan tanpa memotong. Berikan perhatian penuh, ditunjukkan dengan senyuman, kontak mata (jika offline), dan bahasa tubuh yang menunjukkan perhatian. Setelah pelanggan selesai bicara, baru ajukan pertanyaan lanjutan.
Pujian Awal (Hook): “Bu, bajunya bagus banget, beli di mana?” (Pujilah dengan tulus, lalu dengarkan respons mereka tentang masalah kulit/kebutuhan rumah tangga).
Fase 2: 5 Teknik Hypnoselling untuk Closing Jitu
Setelah trust terbangun melalui rumus A-B-C-D, saatnya Sobat Reseller memberikan sugesti halus untuk closing tanpa terkesan memaksa.
Sobat Reseller dapat berjualan secara langsung, sesuai dengan kebutuhan dan masalah dari calon konsumen atau pun via online lewat WhatsApp untuk jaringan lebih luas lagi.
1. Ilusi Pilihan (The Alternative Close)
Jangan berikan pilihan antara “Beli atau Tidak Beli.” Berikan pilihan antara A atau B yang keduanya berarti membeli.
❌ Jangan: “Ibu jadi mau beli madunya?”
✅ Coba: “Bu, mau dikirim madunya lewat JNE atau J&T?” atau “Kak, mau hijabnya satu aja atau sekalian beli 2 gratis 1 biar lebih hemat?”
2. Instruksi Negatif (The “Don’t” Close)
Gunakan kata negatif seperti “Jangan” atau “Nyesel” untuk membuat sugesti positif. Kalimat ini menarik perhatian karena bersifat kontradiktif.
Contoh: “Jangan nyesel beli Kasur InTheBox di Evermos, soalnya malah dapat promo lebih murah dari toko lain, padahal kualitasnya bener-bener ori!” (Pikiran bawah sadar: Aku harus beli sebelum nyesel dan kehabisan promo!).
3. Baca Pikiran (The Mind Read)
Klaim kalimat umum yang Sobat yakini didukung oleh pelanggan. Ini membangun koneksi dan melegitimasi buying desire mereka.
Contoh: “Saya tahu/saya yakin siapa saja ingin punya kulit yang mulus, cerah, terawat, dan tampak lebih muda. Benar, Bu?”
4. Asumsi Menyadari (The Awareness Assumption)
Gunakan frasa Sadarkah? atau Tahukah Anda? untuk menyampaikan fakta penting tentang produk yang mereka butuhkan.
Contoh: “Eh, sadar gak sih, Kak? Kalau masalah kulit berminyak itu perlu dirawat lebih supaya gak bikin kulit kusam dan cepat muncul kerutan!” (Ini menempatkan produk Sobat sebagai solusi atas kekhawatiran yang baru saja mereka sadari).
5. Metafora/Analogi (The Metaphor Close)
Jelaskan kelebihan produk dengan perumpamaan sederhana (analogi) yang mudah dicerna dan dekat dengan produk.
Contoh: “Pake MS Glow ini, kulit Ibu kayak kaca di malam hari, makin glowing bebas dari kilap dan kulit kusam loh!”
Sobat Reseller Evermos, Hypnoselling adalah alat yang luar biasa. Praktikkan Rumus A-B-C-D untuk membangun trust, dan gunakan Ilusi Pilihan untuk closing. Jualan yang sukses adalah hasil dari interaksi yang tulus dan kalimat yang persuasif.
Ayo, segera terapkan teknik ini di chat Sobat berikutnya, dan raih omzet penuh berkah!
