Saat ingin mulai usaha untuk bantu-bantu penghasilan suami, apakah hal yang pertama kali terlintas di pikiran Ibu adalah usaha makanan rumahan? Jika iya, tak heran sebab usaha makanan memang benar menjanjikan, mudah dijalankan, dan bahan bakunya mudah didapat di mana-mana.
Namun, tunggu dulu! Modal untuk usaha makanan bukan cuma soal uang saja, lho. Ada modal waktu, tenaga, dan risiko yang perlu Ibu pertimbangkan matang-matang sebelum terjun ke bisnis kuliner.
Modal dan Risiko yang Jarang Terlihat dalam Usaha Makanan

Beberapa hal yang wajib Ibu pertimbangkan matang-matang saat memulai usaha makanan rumahan di antaranya:
1. Modal Waktu yang Besar
Usaha makanan rumahan butuh komitmen waktu yang tidak sedikit. Mulai dari belanja bahan baku, memasak, mengemas, hingga mengirim pesanan.
Belum lagi kalau ada pesanan dadakan atau dalam jumlah besar. Ibu harus siap meluangkan waktu ekstra yang mungkin mengorbankan waktu bersama keluarga.
2. Modal Tenaga yang Menguras
Selain itu, memasak dalam jumlah banyak untuk dijual tentu berbeda dengan memasak untuk keluarga. Ibu harus siap berdiri lama di dapur, mengangkat peralatan berat, dan bekerja hingga larut malam saat ada pesanan banyak.
3. Risiko Barang Tidak Laku
Makanan punya masa kadaluarsa yang terbatas. Jika hari itu tidak ada yang pesan atau pesanan mendadak dibatalkan, kerugian langsung menanti. Bahan baku yang sudah dibeli bisa terbuang percuma. Risiko ini paling menakutkan bagi Ibu yang modalnya terbatas.
4. Mempertahankan Konsistensi Rasa
Mempertahankan rasa yang sama setiap kali memasak bukan hal mudah. Sedikit salah takaran atau kondisi bahan baku yang berbeda bisa mengubah cita rasa. Padahal, salah satu kepercayaan pelanggan dalam bisnis makanan adalah rasa masakan yang konsisten.
Dengan semua modal dan risiko di atas, mungkin Ibu jadi menimbang-nimbang untuk mulai usaha makanan di rumah. Jangan khawatir dulu, terlepas dari modal dan risikonya, Ibu tetap bisa memanfaatkan peluang usaha makanan rumahan dengan cara lebih cerdas dan minim risiko.
Usaha Makanan untuk Ibu Rumah Tangga
1. Kue Kering dan Cookies

Kue kering selalu menjadi favorit banyak orang karena tahan lama dan cocok untuk berbagai acara. Ibu bisa mulai dengan resep sederhana, seperti nastar atau kastengel saat lebaran.
Modal awal tidak terlalu besar dan bisa dikerjakan sambil mengurus rumah. Kelebihannya, kue kering bisa dibuat dalam jumlah banyak sekaligus dan disimpan dalam toples kedap udara.
2. Frozen Food
Bisnis frozen food, seperti nugget ayam buatan sendiri, dimsum, atau bakso ikan sangat menjanjikan. Produk beku memiliki daya tahan lebih lama dibanding makanan segar.
Ibu bisa memproduksi dalam jumlah besar saat ada waktu luang. Tinggal dikemas rapi dan disimpan di freezer untuk dijual bertahap.
3. Jajanan Pasar Tradisional

Klepon, onde-onde, lemper, atau risoles selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia. Jajanan tradisional ini mudah dibuat dan bahan bakunya mudah didapat.
Harga jual yang terjangkau juga membuat produk ini cepat laku. Ibu bisa menjualnya di sekitar komplek atau titipkan di warung tetangga.
4. Sambal dan Acar Rumahan
Sambal bawang, sambal teri, atau acar timun bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. Produk ini tahan lama dan selalu dibutuhkan sebagai pelengkap makanan sehari-hari.
Modal yang diperlukan relatif kecil karena bahan bakunya sederhana. Gunakan kemasan botol kaca kecil untuk membuat produk terlihat lebih menarik dan higienis.
5. Roti dan Kue Basah

Donat, brownies, bolu kukus, atau martabak mini selalu laris manis terutama untuk camilan sore. Kue basah memang tidak tahan lama, tetapi perputaran uangnya cepat karena harus dijual hari itu juga. Ibu bisa menerima pesanan sehari sebelumnya untuk memastikan produk selalu baru dan tidak ada yang terbuang.
6. Minuman Segar dan Sehat
Es dawet, es cendol, jus buah segar, atau wedang jahe bisa menjadi peluang bisnis menarik. Terutama di musim panas, minuman segar selalu dicari.
Ibu bisa menjualnya dengan sistem pesan antar atau buka lapak kecil di depan rumah. Modal awal tidak besar dan margin keuntungan lumayan tinggi.
7. Catering Rumahan Skala Kecil

Ide usaha makanan rumahan untuk ibu rumah tangga selanjutnya adalah menyediakan paket nasi box untuk acara arisan, rapat RT, atau ulang tahun anak. Sebagai permulaan, sediakan menu-menu sederhana, seperti nasi gudeg, nasi rames, atau nasi uduk.
Keuntungannya, pesanan biasanya dalam jumlah yang sudah pasti jadi tidak ada risiko makanan tidak laku. Ibu juga bisa membangun relasi dengan pelanggan untuk mendapatkan pesanan rutin.
8. Keripik dan Camilan Kering

Keripik singkong, keripik pisang, atau camilan kering lainnya punya daya tahan lama. Ibu bisa memproduksi dalam jumlah besar saat ada waktu luang.
Produk ini cocok dijual online karena kemasannya praktis dan tidak mudah rusak saat dikirim. Variasi rasa yang unik bisa jadi daya tarik tersendiri.
9. Produk Olahan Tempe dan Tahu
Keripik tempe, nugget tahu, atau tahu isi bisa menjadi alternatif ide jualan makanan untuk ibu rumah tangga. Memulainya tidak sulit karena bahan bakunya mudah didapat dan harganya terjangkau.
Produk olahan tempe tahu juga cocok untuk segmen pasar yang peduli kesehatan. Ibu bisa berkreasi dengan berbagai bumbu dan cara pengolahan yang menarik.
10. Reseller Produk Makanan di Evermos

Nah, ini dia solusi cerdas untuk Ibu yang ingin berbisnis makanan tanpa ribet! Melalui aplikasi Evermos, Ibu bisa menjadi reseller makanan dan menjual berbagai produk makanan instan, seperti keripik, baso aci, mie instan, camilan, dan masih banyak lagi.
Tanpa modal, tanpa stok, dan tanpa risiko rugi karena barang tidak laku. Ibu cukup promosikan produk melalui WhatsApp atau media sosial lain, customer pesan, dan untung langsung masuk ke rekening. Mudah sekali, kan?
Kesimpulan
Usaha makanan memang menjanjikan, tetapi jangan sampai Ibu terjebak dengan modal tersembunyi berupa waktu, tenaga, dan risiko yang besar.
Sebelum memutuskan terjun ke bisnis kuliner rumahan, pertimbangkan matang-matang apakah Ibu siap dengan segala tantangannya.
Untungnya, #EvermosAdaUntukIbu yang ingin berbisnis makanan tanpa ribet. Sebagai reseller Evermos, Ibu bisa langsung jualan produk makanan berkualitas tanpa modal besar, tanpa stok, dan nol risiko. Cukup promosi dan dapatkan komisi!
Selain itu, Ibu juga akan bergabung dengan komunitas sesama reseller Evermos yang saling mendukung dan mendapatkan dukungan untuk ilmu bisnis secara gratis.
Yuk, mulai perjalanan usaha makanan rumahan bersama Evermos. Gabung menjadi reseller Evermos dan raih penghasilan tambahan sekarang juga!
