Kamu tertarik dengan bisnis reseller tapi ragu, kira-kira jadi reseller apa yang menguntungkan? Mencari peluang bisnis reseller yang menguntungkan bagi pemula memang jadi tantangan tersendiri. Namun, di tahun 2025 ini, ada banyak produk yang memiliki permintaan tinggi serta berpotensi dijual dengan margin besar.
Mulai dari produk fashion hingga makanan, semuanya akan kami bahas satu per satu mengenai potensinya di dalam artikel ini. Yuk, baca sampai tuntas biar kamu enggak bingung lagi untuk memilih produk reseller terlaris di pasaran!
Produk Reseller dengan Margin Besar
Untuk menjawab pertanyaan, “Jadi reseller apa yang menguntungkan?” kamu bisa cari peluang dengan mengamati produk-produk yang punya margin keuntungan besar. Biasanya, produk-produk ini bersifat unik, eksklusif, dan ditargetkan pada segmen khusus. Berikut daftarnya.
Produk Fashion Wanita
Produk dengan margin keuntungan menjanjikan yang pertama adalah produk fashion wanita. Item produknya juga beragam, mulai dari baju muslim wanita, varian hijab, hingga tas dan dompet.
Saat ini, banyak sekali brand fashion wanita lokal yang berlomba-lomba untuk mengeluarkan desain ekslusif. Ini karena pertumbuhan industri yang masif menyebabkan beragam produk dengan jenis yang sama banyak beredar, sehingga memaksa brand berinovasi agar konsumen memprioritaskan produknya dibanding brand lain.
Aksesoris Gadget

Produk kedua dengan potensi margin tinggi adalah aksesoris gadget seperti handphone, tablet, laptop, dan sejenisnya. Saat ini, tren aksesoris custom membuat model produk menjadi eksklusif. Maka dari itu, demand terhadap produk ini selalu tinggi.
Karena menyesuaikan selera, maka ada nilai yang berani dibayar customer. Nah, peluang ini bisa kamu manfaatkan dengan menetapkan margin besar yang akan tetap disetujui customer.
Produk Digital
Produk terakhir ini agak spesifik, yaitu produk digital di mana ia hanya dibuat sekali tetapi bisa dibeli berkali-kali sehingga sangat menguntungkan. Contoh produk digital yang laris seperti template desain, kursus online, template notes, dan sejenisnya.
Memilih produk-produk dengan margin profit tinggi ini bisa jadi pilihanmu untuk memulai bisnis reseller yang menguntungkan bagi pemula. Namun, kamu tetap harus memperhatikan tren di tahun 2025 ini agar tidak salah langkah.
Menjual produk dengan margin profit tinggi memang tidak salah, tetapi kamu juga harus mengamati demand yang sedang naik. Ini dia produk-produk yang diprediksi akan menghiasi bisnis reseller di tahun 2025.
Produk Reseller berdasarkan Tren 2025
Kalau kamu masih bingung, jadi reseller apa yang menguntungkan di tahun 2025, simpan rasa khawatirmu. Ini karena tahun 2025 menjadi era masifnya sistem kemitraan & reseller. Sudah banyak brand yang menjajaki sistem ini untuk memperluas pasaranya. Yuk, cek trennya!
Tas wanita
Produk pertama yang diprediksi bakal ramai bekerja sama dengan reseller adalah tas wanita. Saat ini, sudah banyak brand tas wanita yang berhasil mengadopsi sistem reseller untuk meningkatkan penjualan. Brand seperti Jims Honey sudah menjalankan sistem reseller ini dan terbukti mengalami lonjakan penjualan.
Skincare & Make Up

Masih dalam ranah konsumen wanita, produk kedua yang bakal jadi tren di kalangan bisnis reseller adalah produk kecantikan seperti skincare dan make up. Brand besar seperti Scarlett dan MS Glow membuktikan bahwa sistem reseller sangat membantu menaikkan penjualan mereka. Klinik-klinik kecantikan juga sudah mencoba memanfaatkan peluang kerja sama dengan reseller.
Produk UMKM
Terakhir, produk-produk yang bakal laris untuk bisnis reseller datang dari UMKM. Bisnis seperti laundry, digital printing, kursus online yang enggak terbayangkan akan jadi produk potensial reseller justru sudah mengakui manfaat dari bisnis reseller.
Menjual produk UMKM mungkin bisa menjawab pertanyaan: jadi reseller apa yang menguntungkan darimu. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, 72% pelaku UMKM yang bekerja sama dengan brand besar mengalami peningkatan omzet dalam satu tahun pertama. Ini tentunya peluang besar bagi kamu yang baru memulai bisnis reseller ini.
Evermos sendiri sudah bekerja sama dengan 6400+ UMKM yang juga mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Berkat visinya itu, Evermos meraih penghargaan bergengsi dalam kategori pemberdayaan UMKM.
Di Evermos, kamu akan dibimbing oleh mentor berpengalaman dalam training GRATIS untuk memulai bisnis reseller pemula. Di sini, kamu juga berkesempatan terhubung dengan komunitas reseller Evermos untuk sharing bisnis.
Mencoba bisnis reseller tanpa modal itu gampang-gampang susah. Tapi, kalau kamu bisa menemukan ekosistem yang suportif dan bisa menyokong bisnismu menjadi sukses seperti Evermos, hal itu tidak menjadi halangan lagi.
Selain itu, keuntungan jadi reseller Evermos lainnya yaitu akses ilmu yang tak ada hentinya. Seperti apa yang akan kami ajarkan setelah ini: menghitung margin keuntungan dari modal yang sudah dikeluarkan. Yuk, mari berhitung!
Modal vs Potensi
Dengan besarnya potensi pasar reseller dan tren produk ini, kamu juga harus pintar menentukan modal yang kamu keluarkan. Apakah itu akan sebanding dengan keuntungan yang kamu dapat? Untuk menjelaskan, jadi reseller apa yang menguntungkan, maka kamu juga harus menghitung modal keluar.
Yuk, ikuti caranya!
Hitung modal awal
Modal awal memulai bisnis ada tiga, yaitu biaya operasional, biaya investasi, dan biaya kerja. Tentukan masing-masing biaya lalu ditambahkan menjadi modal awal. Rumusnya:
[Modal awal = biaya operasional + biaya investasi + biaya kerja]
Berikut cara menghitung masing-masing biaya.
1. Menghitung biaya operasional
Biaya operasional adalah biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan agar bisnis tetap berjalan, contoh: kuota internet. Kita ambil suatu angka agar simulasi ini lebih mudah, misalnya Rp 150.000/bulan.
2. Menghitung biaya investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan satu kali untuk tujuan jangka panjang, contoh: langganan tools seperti Canva untuk membuat katalog produk. Misalnya, biaya member Canva premium kamu adalah Rp150.000.
3. Menghitung biaya kerja
Biaya kerja adalah biaya yang dibutuhkan dalam aktivitas bisnis, contohnya bahan produksi. Jika kamu merasa ada biaya yang dikeluarkan dalam kategori ini, silakan masukkan ke modal awal. Untuk simulasi kali ini, kita hanya gunakan biaya operasional dan investasi saja.
Dengan ini, modal awal kamu adalah Rp300.000. Lalu, bagi angkanya menjadi biaya operasional per hari dan didapat angka Rp10.000. Setelah itu, bebankan biaya itu ke target penjualan per hari.
Karena kamu baru memulainya, kamu mungkin belum menemukan angka pasti, jadi bisa dikira-kira terlebih dahulu. Jika bisnis sudah berjalan dalam beberapa waktu, kamu bisa menyesuaikan biaya yang keluar dengan melakukan evaluasi penjualan tiap bulan.
Tentukan target penjualan per harinya
Setelah menemukan modal awal dibagi per hari, sekarang waktunya menentukan target penjualan setiap harinya. Tipsnya: buat target penjualan yang bisa menutup modal awal kamu tapi jangan sampai membebankan harga barang.
Misalnya, kamu menargetkan 5 barang terjual dalam sehari. Maka, kamu harus memberi mark up harga minimal Rp2.000 untuk menutup biaya modal.
Tentukan margin keuntungan
Untuk menentukan margin keuntungan, kamu perlu riset terlebih dahulu berapa harga di pasaran. Jangan sampai mengambil keuntungan terlalu tinggi yang menyebabkan barang sulit terjual. Contoh: harga beli barang adalah Rp50.000 dan kamu ambil untung 5% yaitu Rp2.500.
[Harga Jual = Harga Beli + Modal + Markup Harga]
Dalam konteks ini, maka harga jualnya:
Rp50.000 + Rp2.000 + Rp2.500 = Rp54.500
Sektor Paling Diminati
Selain melek tren dan mengetahui produk dengan margin besar, kamu juga perlu tahu sektor bisnis yang banyak diminati konsumen. Untuk semakin meyakinkanmu dan menjawab, jadi reseller apa yang menguntungkan, berikut daftar sektor yang banyak peminatnya.
Fashion & Aksesoris
Sektor ini tidak pernah sepi peminat karena trennya cepat dan repeat order yang tinggi. Kamu bisa pilih produk-produk di bidang yang lebih spesifik, misalnya seperti baju muslim wanita, tas wanita, sepatu, hijab, dan lain-lain.
Beauty & Make Up
Dengan merebaknya produk skincare dan make up lokal, ini merupakan pertanda pertumbuhan industri yang lagi naik daun. Kamu bisa memanfaatkan untuk menjual kembali produk-produk seperti perawatan rambut, parfum, sunscreen, produk bibir, dan sejenisnya.
Frozen Food dan Makanan Ringan
Sektor makanan yang praktis dan bisa dikirim saat ini mengalami permintaan yang lumayan tinggi, misalnya frozen food dan makanan ringan yang awet. Kamu bisa coba jual lagi produk-produk seperti keripik kaca, basreng, dimsum frozen, dan sebagainya.
Perlengkapan Ibu dan Bayi
Sektor ini juga diam-diam punya permintaan tinggi. Kamu bisa coba jadi reseller pakaian bayi, mainan edukasi, perlengkapan ibu hamil yang demand-nya akan selalu ada.
Selesai sudah bahasan hari ini tentang perdebatan jadi reseller apa yang menguntungkan. Kesimpulannya, produk yang paling menjanjikan memang masih di bidang fashion wanita. Bahkan, di bidang itu pun, masing-masing kategori produk punya pangsa pasar yang juga sama besarnya.
Katakanlah industri tas wanita, baju muslimah & hijab, sepatu khusus wanita, dan masih banyak lagi. Kamu mungkin bisa coba mulai bisnis reseller di bidang baju muslim wanita, mengingat potensi pasarnya yang sangat tinggi.
Di Evermos sendiri, ada banyak 700+ supplier fashion wanita yang bisa kamu jual kembali. Tentunya dengan harga terjangkau dan bahan yang berkualitas.
Dengan bergabung bersama Evermos, kamu tidak hanya berkesempatan membangun bisnis reseller yang menjanjikan untuk pemula, tetapi sekaligus memberdayakan UMKM Indonesia. Tertarik join Evermos? Pelajari cara bergabung jadi reseller Evermos di sini.
