Cara Gabung Jadi Reseller
Ketahui cara kamu untuk melakukan pendaftaran sebagai reseller Evermos disini.

Spesial untuk Reseller Baru
Informasi seputar promosi dan penawaran menarik yang bisa kamu dapatkan sebagai reseller baru Evermos.

Kategori Produk
Daftar produk yang dijual di Evermos dari brand ternama yang tersusun dalam kategori produk.

Brand Jagoan
Kumpulan brand ekslusif yang terdaftar di Evermos.

Promo Terkini
Dapatkan penawaran menarik yang memiliki jangka Waktu tertentu dari Evermos untuk reseller.

Komunitas Belajar Bisnis
Kumpulan informasi terkini dan terupdate tentang Komunitas Belajar Bisnis dari Evermos

Program Evermos
Informasi mengenai jadwal kegiatan Evermos yang akan mendatang atau terkini

Panduan
Kumpulan artikel panduan untuk memulai bisnis online, usaha sampingan, usaha rumahan, kerja online, hingga usaha minim modal seperti reseller dan dropship.

FAQ
Kumpulan pertanyaan seputar evermos yang sering diajukan

Cara Menjadi Reseller Pemula: Panduan Praktis dan Mudah

Kategori

Ingin mulai bisnis sendiri, tetapi terkendala modal yang besar? Atau, sekadar ingin mendapatkan penghasilan tambahan di tengah rutinitas harian?

Jawabannya, Sobat bisa menjadi reseller!

Tidak seperti buka toko biasa yang butuh modal besar untuk sewa tempat dan beli barang, jadi reseller lebih mudah karena modalnya kecil, bahkan tanpa modal.

Sebagai reseller, Sobat tidak perlu repot memikirkan proses produksi, cukup maksimalkan strategi promosi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Tertarik mencoba? Yuk,ketahui cara menjadi reseller pemula di artikel ini!


Banner Promo
Ada penawaran khusus dari kami buat kamu!
Promo Diskon

Langkah Awal Jadi Reseller untuk Pemula

1. Tentukan Niche Produk

Langkah pertama, Sobat harus tahu dulu ingin jualan produk apa.

Nah, pada tahap ini, banyak pemula menganggap menjual segala macam barang akan mendatangkan lebih banyak pembeli, padahal tidak.

Sebaiknya jangan asal pilih produk atau langsung jualan macam-macam di awal, ya. Fokus pada satu kategori spesifik saja, atau disebut niche.

Ada tiga cara menemukan niche, yaitu:

  • Berdasarkan hobi atau minat. Mengubah hobi menjadi bisnis akan membuat prosesnya terasa lebih menyenangkan dan ringan. Contohnya, skincare, game, memancing, memasak, dan fesyen.
  • Cari masalah di sekitar yang ingin diselesaikan. Adakah keluhan atau kebutuhan yang sering muncul namun belum terpenuhi? Contohnya, “sulit mencari gamis bahan adem untuk ibu menyusui” atau “teman-teman kantor sering cari camilan sehat”. Inilah celah pasar yang bisa Sobat isi.
  • Lihat tren. Manfaatkan kekuatan media sosial dan marketplace. Apa yang sedang viral di Tiktok, Instagram, atau marketplace? Cek kategori produk terlaris.

Contoh niche:


Cari info penghasilan tambahan di sini!


  • Umum: Pakaian Wanita
  • Spesifik: Pakaian Kerja Wanita
  • Sangat Spesifik: Kemeja Kerja Wanita Big Size

Selain itu, pilih produk yang memberikan margin keuntungan wajar, minimal 20-30% dari harga jual.

Hindari produk yang harganya terlalu murah (di bawah Rp20.000), karena Sobat akan perlu menjual dalam jumlah besar hanya untuk mendapatkan keuntungan layak.

2. Tentukan Target Audiens

Nah, setelah menemukan niche, kenali siapa calon pembeli produk tersebut.

Menjual kepada semua orang sama saja dengan tidak menjual kepada siapapun. Sebab itu, Sobat perlu mendefinisikan target audiens sedetail mungkin.

Proses ini akan membantu Sobat dalam membuat strategi pemasaran tepat sasaran, mulai dari gaya bahasa yang digunakan hingga platform promosi.


Banner Promo Ongkir
Ada penawaran ongkir spesial buat kamu!
Promo Diskon Ongkir

Buat persona pembeli yang mencantumkan usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, perkiraan pendapatan, hobi/minat mereka, masalah/kebutuhan mereka, hingga di medsos mana mereka biasa online.

Sebagai contoh, untuk niche “kemeja kerja wanita big size“, target audiensnya adalah wanita karier berusia 23-45 tahun yang tinggal di kawasan Jabodetabek, memiliki pendapatan menengah ke atas, dan aktif menggunakan Instagram untuk mencari inspirasi fesyen serta TikTok dan Facebook untuk hiburan.

3. Analisis Kompetitor

Sobat tidak perlu memulai semuanya dari nol. Di dunia bisnis, ada strategi yang disebut ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Sobat bisa mempelajari apa saja yang sudah berhasil mereka lakukan dan apa saja celah yang bisa dimanfaatkan.

Lakukan riset sederhana dengan mencari 3-5 reseller atau toko lain yang menjual produk serupa dengan niche-mu. Kunjungi profil media sosial dan toko marketplace mereka, lalu buat catatan analisis sederhana:

  • Apa kelebihan mereka? Contoh: foto bagus, respon cepat, harga murah.
  • Apa kekurangan mereka? Contoh: pengiriman lama, admin tidak ramah, kualitas produk tidak sesuai foto.
  • Berapa harga jual mereka? Catat rentang harga sebagai patokan.

4. Siapkan Modal Awal

Reseller memang dikenal sebagai bisnis minim modal, tetapi bukan berarti Sobat tidak memerlukan persiapan finansial sama sekali, terutama kalau memilih sistem stok barang.

Modal awal diperlukan untuk beberapa hal, seperti membeli stok produk awal, membayar biaya pendaftaran keanggotaan (jika ada), menutupi biaya operasional seperti kemasan, serta mengalokasikan dana untuk biaya pemasaran seperti iklan berbayar.

Namun, ada cara praktis agar Sobat dapat memulai bisnis ini dengan modal mendekati nol, yakni dengan mendaftar sebagai reseller melalui sistem dropship.

Dengan sistem ini, Sobat tidak perlu pusing memikirkan modal untuk stok barang atau repot mengurus pengemasan dan pengiriman.

Nanti akan kita bahas di bawah, ya.

5. Cari dan Pilih Supplier Tepercaya

Karena akan menggunakan cara kerja reseller, maka Sobat perlu mencari supplier produk tersebut.

Sobat bisa menemukan calon supplier di berbagai platform, seperti Instagram, marketplace (Shopee, Tokopedia), grup komunitas di Facebook, hingga pusat grosir konvensional.

Di marketplace, gunakan kata kunci seperti “grosir”, “supplier”, “produsen”, lalu manfaatkan fitur filter untuk mencari toko terdekat demi menghemat biaya pengiriman sampel.

Jika Sobat lebih suka melihat kualitas barang secara langsung, kunjungi pusat grosir seperti Tanah Abang di Jakarta atau Pasar Baru di Bandung.

Setelah mengantongi beberapa nama, hubungi 2-3 calon supplier. Tanyakan secara detail:

  • Apakah mereka membuka program reseller atau dropship?
  • Berapa harga khusus untuk reseller (harga seri/grosir)?
  • Bisakah mereka menyediakan foto dan video produk yang asli dan berkualitas tinggi?
  • Bagaimana kebijakan retur jika ada barang cacat?

LANGKAH PENTING! Lakukan tes order. Beli 1-2 produk dari mereka untuk digunakan sendiri. Nilai secara objektif kualitas produknya, kecepatan mereka memproses pesanan, serta kualitas & kerapian pengemasan.

6. Tentukan Harga Jual

Jangan asal tebak. Harga yang terlalu tinggi akan sulit bersaing, sementara harga terlalu rendah berisiko tidak untung sama sekali, bahkan rugi karena tidak memperhitungkan biaya-biaya tambahan lain.

Gunakan formula sederhana ini untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan menentukan harga jual:

Harga Jual = Harga Beli dari Supplier + Biaya Operasional per produk

Contoh:

  • Harga beli hijab = Rp35.000
  • Biaya packing + admin = Rp5.000
  • Total modal per hijab = Rp40.000
  • Sobat ingin keuntungan 40%, maka 40% x Rp40.000 = Rp16.000
  • Harga jual minimum: Rp40.000 + Rp16.000 = Rp56.000

Setelah mendapatkan angka ini, bandingkan kembali dengan rentang harga kompetitor yang sudah Sobat catat sebelumnya. Jika harga Sobat masih masuk akal dan kompetitif, maka gunakan harga tersebut.

Jika ternyata lebih tinggi, Sobat bisa sedikit menurunkan margin keuntungan atau mencari cara menekan biaya operasional.

7. Siapkan Toko Online

Jangan terburu-buru untuk hadir di semua platform sekaligus. Hal ini justru akan memecah fokus dan membuat Sobat kewalahan. Sebagai pemula, pilihlah 1-2 platform yang paling relevan dengan target audiens Sobat.

Misalnya, untuk produk kemeja kerja wanita dengan target audiens wanita karier usia 23-45 tahun, pilih platform visual seperti Instagram dan platform yang sedang digandrungi untuk belanja seperti TikTok Shop.

Setelah menentukan platform, buat profil toko yang profesional.

  • Nama Toko: Pilih nama yang singkat, unik, mudah diingat, dan relevan dengan produk.
  • Logo dan Foto Profil: Gunakan logo atau foto profil yang jelas dan terlihat profesional.
  • Deskripsi/Bio: Tuliskan deskripsi singkat yang menjelaskan apa yang Sobat jual, apa keunggulan toko, (misal: “produk original”, “pengiriman setiap hari”), dan cantumkan informasi kontak bisnis yang mudah dihubungi (misal: link WhatsApp).

8. Buat Konten Produk yang Menjual

Konten yang baik mampu mengubah pengunjung yang hanya melihat-lihat menjadi pembeli yang yakin.

Buatlah konten promosi yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menceritakan kegunaannya. Tunjukkan detail bahan, pilihan warna, dan video saat produk sedang digunakan (use-case), karena ini membantu calon pembeli membayangkan diri mereka menggunakan produk tersebut.

Selain visual, deskripsi produk juga sangat penting.

Pikirkan kata-kata apa yang akan diketik calon pembeli saat mencari produk Sobat, lalu selipkan di judul dan deskripsi. Kemudian, alih-alih hanya menulis “bahan katun”, jelaskan manfaatnya seperti “bahan katun premium yang adem, menyerap keringat, dan tidak mudah kusut, cocok untuk aktivitas seharian”.

Sertakan informasi penting seperti detail ukuran (size chart), pilihan warna, bahan, dan cara perawatan agar calon pembeli tidak bingung.

Terakhir, akhiri deskripsi atau caption dengan kalimat ajakan untuk mendorong pembelian. Contohnya, “Stok terbatas, yuk amankan warnamu dan check out sekarang!”.

9. Berikan Layanan Pelanggan Terbaik

Layanan pelanggan yang ramah & cepat tanggap dapat menjadi pembeda utama antara toko Sobat dan toko lainnya. Pelanggan pun akan senang dan kemungkinan besar membeli lagi, bahkan merekomendasikan toko Sobat kepada orang lain.

Usahakan balas chat dan komentar secepat mungkin, idealnya di bawah 1 jam pada jam kerja. Selalu gunakan bahasa yang sopan, ramah, dan profesional.

Agar lebih personal, gunakan emoji secukupnya agar tidak terkesan kaku. Jawab semua pertanyaan pelanggan dengan sabar, bahkan jika informasi tersebut sebenarnya sudah tertera di deskripsi produk.

Jika terjadi kesalahan dari pihak Sobat, misalnya salah kirim barang, jangan menghindar. Segera minta maaf, akui kesalahan tersebut, dan tawarkan solusi retur/refund atau diskon untuk pembelian selanjutnya.

Kesalahan Umum Reseller Pemula

1. Tidak Menentukan Niche

Banyak pemula tergiur menjual berbagai macam produk dari kategori berbeda-beda. Mereka berharap dengan pilihan yang banyak, jangkauan pasar akan semakin luas.

Kenyataannya, strategi “gado-gado” ini justru membuat target pasar kabur, branding toko tidak kuat, dan promosi tidak efektif.

Sebaiknya, kuasai satu produk spesifik terlebih dahulu. Setelah bisnis berjalan lancar dan Sobat sudah memahami alurnya, barulah pertimbangkan untuk melakukan ekspansi ke produk lain yang masih relevan.

2. Perang Harga dan Lupa Menghitung HPP

Kesalahan fatal lainnya adalah terjebak dalam perang harga.

Karena melihat kompetitor menjual dengan harga murah, pemula ikut banting harga tanpa perhitungan matang. Mereka hanya memperhitungkan harga beli dari supplier dan melupakan biaya-biaya lain seperti packing, ongkos bensin ke ekspedisi, dan potongan admin marketplace.

Akibatnya, mereka bisa saja tidak mendapatkan untung sama sekali atau bahkan merugi. Jadi, selalu hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) menggunakan formula yang telah kita bahas sebelumnya, ya.

3. Kualitas Foto Produk Buruk

Calon pembeli tidak akan pernah tertarik jika tampilan foto produknya gelap, buram, atau berantakan.

Hindari mengandalkan 100% foto dari supplier, terutama yang berkualitas rendah dan sudah dipakai oleh ratusan reseller lain. Hal ini akan membuat toko Sobat terlihat pasaran dan tidak profesional.

Solusinya, investasikan sedikit modal untuk menyetok 1-2 barang sebagai sampel untuk difoto sendiri. Tunjukkan produk dari berbagai sudut, ambil gambar detail bahan dari jarak dekat (close-up), dan foto saat produk sedang dikenakan oleh model.

4. Lambat Merespon Pelanggan

Jangan pernah menyepelekan kecepatan respon, ya.

Pembeli online memiliki rentang perhatian pendek dan banyak pilihan. Jika Sobat mendiamkan chat atau komentar mereka selama berjam-jam, mereka tidak akan ragu untuk pindah ke toko lain yang lebih responsif.

Selalu aktifkan notifikasi chat dari semua platform jualan. Usahakan untuk membalas setiap pertanyaan dalam hitungan menit, terutama pada jam kerja.

5. Mudah Menyerah saat Awalnya Sepi

Banyak reseller pemula  patah semangat dan memutuskan berhenti ketika dalam beberapa minggu atau satu bulan pertama tokonya masih sepi pembeli.

Padahal, membangun bisnis apa pun membutuhkan waktu, proses, dan konsistensi.

Anggap saja 1-3 bulan pertama sebagai fase belajar, membangun toko, dan bereksperimen. Tetap konsisten mengunggah konten, berinteraksi dengan audiens, dan lakukan evaluasi rutin untuk mencari tahu strategi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Pelajari kesalahan-kesalahan lain yang sering dilakukan reseller pemula di 7 Kesalahan Reseller Pemula yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya.

Platform yang Cocok untuk Reseller Pemula

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, cara terbaik untuk memulai bagi reseller pemula yang terkendala modal adalah dengan sistem dropship.

Nah, salah satu platform yang menyediakan sistem ini adalah Evermos!

Evermos adalah sebuah aplikasi social commerce yang menyediakan platform reseller dengan sistem dropship yang berlandaskan prinsip syariah. Nah, dengan menjadi reseller Evermos, Sobat benar-benar tidak perlu mengeluarkan modal sepeser pun untuk memulai.

Sebab, biaya pendaftarannya GRATIS, tidak wajib stok barang, semua proses pengemasan hingga pengiriman akan diurus tim Evermos!

Caranya cukup unduh aplikasi Evermos di Play Store / App Store, isi formulir data diri, dan dalam hitungan menit Sobat sudah bisa mulai berjualan!

Sobat akan langsung mendapatkan akses ke 56.000++ produk halal dari 900++ brand lokal berkualitas yang sudah terkurasi. Hebatnya lagi, komisi penjualan di Evermos bisa mencapai 35% per produk!

Evermos sangat cocok bagi reseller pemula karena selain tanpa modal, ada pelatihan bisnis dari tim training internal dan juga bimbingan dari KORI (Koordinator Reseller).

Sobat pun bisa bergabung ke dalam komunitas reseller, baik secara online maupun offline, untuk saling berbagi tips dan semangat jualan dengan sesama anggota.

Selain itu, masih banyak keuntungan reseller Evermos yang akan Sobat dapatkan.

Menarik sekali, kan?

Rekomendasi Produk

1. Hijab / Pashmina

produk hijab - cara menjadi reseller pemula
Sumber: Aplikasi Evermos

Bagi mayoritas wanita di Indonesia, hijab adalah kebutuhan primer. Sebab itu, permintaan produk hijab selalu stabil dan tinggi di pasaran.

Produk ini juga sangat ramah bagi pemula karena harga beli per satuannya tidak terlalu mahal dan ongkos kirimnya cenderung murah karena dalam 1 kg bisa muat banyak hijab.

2. Peralatan Dapur

produk peralatan dapur - cara menjadi reseller pemula
Sumber: Aplikasi Evermos

Keunggulan produk peralatan dapur adalah Sobat tidak perlu pusing dengan variasi ukuran seperti pada produk fesyen.

Nah, untuk menarik perhatian, pilih peralatan kecil yang fungsional, tetapi desainnya unik dan estetik. Contohnya, sendok takar warna-warni, alas piring estetik, pisau set warna pastel, atau botol minyak dengan desain minimalis.

3. Aksesoris Handphone

aksesoris handphone - cara menjadi reseller pemula
Sumber: Aplikasi Evermos

Hampir semua orang saat ini memiliki handphone dan menjadikan pasar untuk aksesorisnya sangat luas dan tidak ada matinya.

Produk-produknya cenderung kecil, murah, dan sering dibeli dalam jumlah banyak. Contoh produk yang bisa dijual antara lain phone grip, pelindung kabel, casing HP, dan earphone.

4. Alat Tulis

alat tulis - cara menjadi reseller pemula
Sumber: Aplikasi Evermos

Target pasar untuk produk ini sangat jelas, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga para pecinta journaling dan scrapbooking. Pilih produk alat tulis yang fungsional dan desainnya menarik.

Contohnya, pulpen aneka warna, sticky notes dengan bentuk-bentuk lucu, stiker-stiker tematik, dan buku catatan bersampul menarik.

5. Perlengkapan Bayi

peralatan bayi - cara menjadi reseller pemula
Sumber: Aplikasi Evermos

Pasar perlengkapan bayi selalu bergairah karena para orang tua, terutama ibu-ibu muda, selalu antusias mencari dan membeli perlengkapan terbaik untuk buah hati mereka.

Pilih perlengkapan bayi yang ukurannya tidak terlalu besar, fungsional, dan sering dijadikan sebagai kado kelahiran. Contohnya, set pakaian bayi, celemek makan silikon, mainan edukatif, atau perlengkapan mandi bayi.

Selain kelima produk di atas, kami juga sudah membahas produk-produk terlaris lainnya di 7+ Produk Reseller Terlaris Hasilkan Omzet Hingga Jutaan Rupiah.

Nah, itulah dia cara menjadi reseller pemula yang Sobat bisa praktikan mulai hari ini.

Sebagai langkah awal yang paling mudah dan tanpa risiko, yuk join reseller Evermos agar bisa mulai jualan tanpa modal!

Semoga membantu, ya!

Picture of Faqihah Husnul Khatimah
Faqihah Husnul Khatimah
Faqihah Husnul adalah Content Writer sejak 2022 yang berpengalaman dalam menulis konten seputar tips & trik, bisnis, dan lainnya. Melalui tulisannya, Husnul ingin membantu banyak orang yang ingin mulai menjadi reseller bersama Evermos!
Bagikan:
Artikel Lainnya
hari
menuju ramadhan 🌙