Maraknya peluang bisnis online membuat banyak orang tertarik memulai usaha dari rumah. Namun di balik kemudahannya, ada risiko besar yang sering luput disadari: modus penipuan bisnis online. Tidak sedikit korban tertipu karena tergiur iming‑iming keuntungan cepat tanpa memahami pola penipuan yang umum terjadi.
Artikel ini akan membahas secara ringkas dan terstruktur ciri-ciri penipuan bisnis online, jenis modus yang paling sering digunakan, hingga cara melaporkan penipuan online agar kamu bisa lebih waspada sebelum memulai atau bergabung dalam bisnis online apa pun.
Baca juga: 10 Bisnis Tanpa Riba untuk Pemula yang Halal dan Menguntungkan
Jenis Modus Penipuan Bisnis Online yang Sering Terjadi
Berikut beberapa modus penipuan bisnis online yang paling sering digunakan dan masih banyak memakan korban hingga saat ini:
1. Phishing
Phishing merupakan modus penipuan bisnis online yang bertujuan mencuri data pribadi seperti OTP, password, PIN, hingga nomor kartu kredit.
Pelaku biasanya mengirimkan email, SMS, atau pesan WhatsApp berisi tautan yang tampak berasal dari platform resmi, seperti marketplace, bank, atau aplikasi bisnis. Tampilan website palsu tersebut dibuat sangat mirip dengan aslinya sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang diarahkan ke situs tiruan.
Begitu korban memasukkan data, informasi tersebut langsung digunakan pelaku untuk mengambil alih akun atau menguras saldo korban.
2. Pharming
Berbeda dengan phishing yang mengandalkan jebakan tautan, pharming bekerja dengan cara yang lebih tersembunyi. Korban bisa saja mengunjungi alamat website yang terlihat benar, namun sebenarnya telah diarahkan ke situs palsu akibat manipulasi sistem atau malware.
Modus ini sering terjadi melalui aplikasi tidak resmi, iklan mencurigakan, atau file yang mengandung malware. Tanpa disadari, korban memasukkan data sensitif di website palsu tersebut, padahal merasa sedang berada di situs resmi.
Karena tampilannya sangat meyakinkan, pharming termasuk jenis penipuan yang sulit disadari oleh pengguna awam.
3. Sniffing
Sniffing adalah modus penipuan yang memanfaatkan jaringan WiFi publik palsu di tempat umum seperti kafe, bandara, atau pusat perbelanjaan.
Pelaku membuat jaringan WiFi dengan nama yang mirip jaringan resmi. Ketika korban terhubung, pelaku dapat memantau aktivitas digital korban, termasuk data login, email, dan informasi akun bisnis online.
Modus ini sangat berbahaya bagi pelaku usaha yang sering mengakses akun keuangan atau dashboard bisnis melalui WiFi publik tanpa perlindungan keamanan tambahan.
4. Money Mule
Money mule adalah modus penipuan di mana korban diminta mentransfer uang ke rekening tertentu dengan berbagai alasan, seperti kerja sama bisnis, pencairan komisi, hadiah, atau titipan dana.
Dalam beberapa kasus, korban bahkan diminta meminjamkan rekening pribadinya untuk menampung dana, tanpa sadar bahwa rekening tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal.
Modus ini sering menyasar pelajar, jobseeker, hingga pemilik usaha kecil yang tergiur janji imbalan cepat tanpa risiko.
5. Social Engineering
Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang memanfaatkan kepercayaan korban. Pelaku berpura-pura menjadi orang yang dikenal korban, seperti keluarga, atasan, rekan kerja, atau bahkan pihak perusahaan tertentu.
Dengan skenario mendesak, misalnya kecelakaan, masalah keuangan, atau urusan bisnis penting, korban didorong untuk segera mentransfer uang atau membagikan data pribadi tanpa berpikir panjang.
Modus ini efektif karena menyerang emosi, bukan sekadar logika, sehingga sering berhasil meskipun tanpa teknologi canggih.
Baca juga: 10 Ide Bisnis Online yang Menenangkan Hati, Berkah, dan Tanpa Cemas
Ciri-Ciri Modus Penipuan Bisnis Online
Berikut tanda-tanda umum modus penipuan bisnis online yang patut dicurigai sebelum kamu memutuskan untuk bergabung atau mengeluarkan uang:
1. Identitas Tidak Jelas
Pelaku penipuan bisnis online umumnya sengaja menyembunyikan identitas asli mereka. Informasi seperti nama perusahaan, alamat kantor, badan hukum, hingga penanggung jawab bisnis sering kali tidak dicantumkan atau dibuat samar.
Jika pun ada nama brand atau perusahaan, biasanya sulit diverifikasi di Google, media sosial, atau database resmi. Tidak adanya transparansi identitas ini bertujuan agar pelaku mudah menghilang ketika sudah berhasil membawa uang korban.
Bisnis online yang kredibel justru tidak ragu menampilkan identitas lengkap karena itu menjadi bentuk tanggung jawab dan kepercayaan kepada calon mitra atau konsumen.
2. Jalur Kontak Terbatas
Bisnis online penipuan sering kali hanya menyediakan satu jalur komunikasi, biasanya WhatsApp pribadi, tanpa email resmi, website, atau customer service yang jelas.
Saat dihubungi, responsnya pun sering tidak konsisten: lama membalas, jawaban berputar-putar, atau menghindari pertanyaan detail terkait sistem bisnis, alur transaksi, dan risiko.
Sebaliknya, bisnis online yang serius biasanya memiliki lebih dari satu kanal komunikasi dan mampu menjelaskan sistemnya secara terbuka serta logis.
3. Produk atau Layanan Tidak Transparan
Salah satu ciri paling mencolok dari modus penipuan bisnis online adalah produk atau layanan yang tidak dijelaskan secara jelas. Tidak ada detail spesifikasi, contoh produk nyata, alur distribusi, maupun bukti transaksi yang bisa diverifikasi.
Pelaku sering lebih fokus menjual “peluang” dibandingkan produknya sendiri. Padahal, dalam bisnis yang sehat, produk atau layanan adalah fondasi utama.
Berbeda dengan platform legal seperti Evermos, yang memiliki katalog produk jelas, brand resmi, serta sistem reseller yang transparan dan bisa dipelajari sejak awal.
4. Janji Keuntungan Tidak Masuk Akal
Janji penghasilan besar dalam waktu singkat dengan modal kecil adalah red flag utama dalam bisnis online. Kalimat seperti “jutaan per hari tanpa kerja” atau “cukup daftar, uang mengalir sendiri” hampir selalu mengarah pada penipuan.
Dalam dunia bisnis nyata, keuntungan selalu sebanding dengan usaha, waktu, dan strategi yang dijalankan. Tidak ada bisnis berkelanjutan yang benar-benar bebas risiko dan tanpa proses.
Jika sebuah bisnis terlalu menekankan hasil instan tanpa menjelaskan prosesnya, sebaiknya kamu langsung waspada.
5. Minim atau Tidak Ada Rekomendasi
Bisnis online yang kredibel biasanya memiliki jejak digital berupa ulasan, testimoni, komunitas pengguna, atau rekomendasi dari pihak ketiga.
Sebaliknya, bisnis online penipuan sering kali minim review, atau hanya menampilkan testimoni sepihak yang tidak bisa diverifikasi. Bahkan, terkadang hasil pencarian Google hanya berisi pertanyaan seperti “apakah bisnis X penipuan?”.
Kurangnya rekomendasi independen adalah sinyal kuat bahwa bisnis tersebut patut dihindari.
6. Akun WhatsApp Bisnis Tidak Profesional
Banyak modus penipuan bisnis online menggunakan akun WhatsApp yang terlihat asal-asalan. Foto profil tidak relevan, deskripsi bisnis kosong atau ambigu, jam operasional tidak tercantum, dan tidak ada katalog produk.
Selain itu, akun tersebut sering berganti nomor atau tidak aktif dalam jangka waktu tertentu. Ini dilakukan agar pelaku mudah menghindari pelacakan ketika sudah ada korban.
WhatsApp Business yang profesional umumnya menampilkan identitas usaha dengan rapi dan konsisten sebagai bagian dari kepercayaan pelanggan.
Jenis Bisnis Online yang Rentan Jadi Penipuan
Beberapa model bisnis online berikut sering disalahgunakan oleh pelaku penipuan karena mudah menarik korban yang sedang mencari peluang cepat:
1. Bisnis Pin Konveksi
Modus ini biasanya menawarkan data kontak supplier, pabrik, atau jalur distribusi konveksi dengan iming-iming akses eksklusif. Setelah dibayar, data yang diberikan ternyata palsu, tidak aktif, atau sama sekali tidak relevan.
2. Agen Pulsa Fiktif
Korban diminta melakukan deposit awal untuk menjadi agen. Namun setelah pembayaran dilakukan, saldo tidak pernah masuk atau akun tiba-tiba tidak bisa diakses. Pelaku kemudian menghilang tanpa jejak.
3. Toko Online Fiktif
Toko terlihat aktif dengan foto produk menarik dan harga kompetitif. Sayangnya, barang tidak dikirim atau kualitasnya jauh dari deskripsi awal. Modus ini sering terjadi di media sosial dan marketplace tidak resmi.
4. Bisnis Data Supplier
Pelaku menjual akses ke grup berbayar yang diklaim berisi supplier terpercaya. Nyatanya, data yang diberikan tidak valid atau hanya kumpulan kontak acak tanpa nilai bisnis.
5. Penjualan HP Murah Tidak Masuk Akal
Harga yang jauh di bawah pasar sering digunakan untuk memancing korban agar cepat transfer. Setelah pembayaran dilakukan, barang tidak dikirim atau penjual langsung memutus komunikasi.
Modus Penipuan dari Sisi Konsumen
Tidak hanya penjual, pemilik bisnis online juga perlu waspada terhadap konsumen yang melakukan penipuan dengan pola berikut:
1. Mengklaim Sudah Transfer, tapi Dana Tidak Masuk
Konsumen menyatakan pembayaran sudah dilakukan dan meminta pesanan segera diproses, padahal dana belum benar-benar masuk ke rekening penjual.
2. Mengirim Bukti Transfer atau Struk Palsu
Pelaku mengirimkan tangkapan layar bukti pembayaran hasil edit atau manipulasi, dengan harapan penjual lengah dan langsung mengirim barang.
3. Membayar Sebagian lalu Menunda Tanpa Kejelasan
Konsumen hanya membayar sebagian kecil, lalu terus menunda pelunasan dengan berbagai alasan hingga transaksi menggantung dan merugikan penjual.
4. Menawar Harga Ekstrem untuk Menjebak Penjual
Penawaran harga yang terlalu rendah sering digunakan untuk menguji kelengahan penjual, terutama saat pembelian dalam jumlah besar.
5. Melakukan Order Besar Tanpa Komitmen Pembayaran
Pelaku memesan dalam jumlah besar untuk mengunci stok, namun tidak pernah menyelesaikan pembayaran sehingga mengganggu operasional bisnis.
Cara Melaporkan Penipuan Online
Jika kamu terlanjur menjadi korban penipuan online, jangan panik. Segera lakukan langkah-langkah berikut agar kerugian tidak semakin besar dan pelaku bisa dilacak:
1. Laporkan ke Polisi
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat laporan resmi ke kantor polisi terdekat. Penipuan online termasuk ke dalam kejahatan siber dan dapat diproses secara hukum.
Pastikan kamu menyiapkan bukti lengkap seperti riwayat chat, bukti transfer, tangkapan layar akun pelaku, hingga kronologi kejadian agar laporan lebih mudah ditindaklanjuti.
2. Laporkan via CekRekening.id
CekRekening.id merupakan platform resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melaporkan rekening yang terindikasi penipuan.
Melalui platform ini, kamu bisa membantu mencegah korban lain dengan melaporkan nomor rekening, nama pemilik, serta detail transaksi yang mencurigakan secara online.
3. Laporkan ke OJK
Jika penipuan berkaitan dengan layanan keuangan, investasi, atau pinjaman, kamu juga bisa melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengaduan dapat dilakukan melalui hotline 157, email [email protected], atau formulir pengaduan online. OJK akan membantu menindaklanjuti kasus yang melibatkan lembaga keuangan di bawah pengawasannya.
4. Hubungi Bank Terkait
Segera hubungi pihak bank tempat kamu melakukan transfer atau bank penerima dana. Bank dapat membantu melakukan pemblokiran sementara rekening pelaku dan mendukung proses investigasi.
Langkah cepat ini penting untuk memperkecil kemungkinan dana dipindahkan ke rekening lain oleh pelaku.
Bisnis online tetap menjadi peluang yang menjanjikan jika dijalankan dengan pengetahuan dan kewaspadaan. Dengan memahami modus penipuan bisnis online, kamu bisa lebih selektif memilih peluang usaha dan terhindar dari kerugian.
Reseller & Dropshipper di Evermos: Peluang Bisnis Online yang Terpercaya
Kalau kamu ingin memulai bisnis online yang aman dan terpercaya, menjadi reseller atau dropshipper di Evermos adalah salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Evermos merupakan platform social commerce yang mewadahi puluhan ribu reseller dan dropshipper di seluruh Indonesia, fokus pada produk berkualitas dari brand lokal dan syariah yang kredibel.
Beberapa keunggulan utama (USP) yang membuat Evermos berbeda dari banyak peluang bisnis online yang berisiko penipuan adalah:
- Tanpa modal awal dan gratis pendaftaran, sehingga siapa pun bisa mulai bisnis tanpa risiko stok barang di awal.
- Ribuan produk halal terkurasi dari supplier terpercaya, sehingga kamu tidak perlu repot memilih atau mengecek kebenaran sumber produk sendiri.
- Tim Evermos mengurus pengemasan dan pengiriman, jadi kamu fokus pada promosi dan penjualan saja.
- Komisi menguntungkan, dengan potensi omzet yang bisa mencapai jutaan rupiah per bulan bagi yang konsisten.
- Komunitas dan mentor gratis yang siap mendukung pemula membangun keterampilan jualan dan strategi pemasaran.
Sistem ini membuat skema bisnis di Evermos menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin menjalankan usaha online tanpa harus menghadapi risiko penipuan yang umum terjadi pada peluang bisnis yang tidak jelas.
Mengetahui modus penipuan bisnis online dan ciri-cirinya adalah langkah penting untuk melindungi dirimu dari kerugian. Namun lebih dari itu, memilih platform yang terpercaya dan transparan juga menjadi bagian dari strategi sukses bisnis online kamu.
Kalau kamu ingin memulai usaha reseller atau dropshipper dengan risiko minimal, dukungan sistem yang solid, serta peluang komisi yang nyata, Evermos adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Dengan ribuan produk halal terkurasi dan jaringan reseller yang besar, kamu bisa mulai bisnis tanpa modal sekalipun dan dibimbing untuk menghasilkan pendapatan yang konsisten.
Yuk, mulai perjalanan bisnis kamu dengan Evermos sekarang juga. Daftar gratis dan temukan produk yang cocok untuk dipromosikan!



