Sobat Reseller baru mau memulai bisnis tapi masih bingung lebih baik jadi reseller atau dropship?
Sebenarnya, keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Contohnya, kalau jadi dropship, bisa dibilang kamu hampir tidak butuh modal karena tidak perlu stok barang.
Sementara kalau jadi reseller, kamu butuh modal untuk beli stok di awal. Atau kalau bicara tentang risiko dan keuntungannya, jika jadi dropship risiko rendah tapi margin keuntungannya juga kecil.
Nah, kalau jadi reseller, risikonya lebih besar tapi margin keuntungannya juga besar. Biar makin yakin, mau jadi yang mana ayo langsung saja kita bahas!
Apa Itu Reseller dan Dropship?
1. Reseller Beli Produk dari Pihak Lain
Kalau dari bahasanya, re berarti kembali sementara sell berarti menjual. Jadi, reseller adalah orang yang tidak memakai barang dibelinya tetapi kembali menjual barang yang dibelinya dari pihak lain atau distributor.
Contohnya, Sobat membeli baju dengan jumlah banyak lalu Sobat kembali menjual tas-tas ini kepada orang lain. Nah, beda dengan pegawai swasta atau pegawai negeri yang digaji, reseller itu tidak digaji, ya Sobat.
Reseller berdiri sendiri atas kemauannya sendiri sehingga tidak perlu digaji oleh Seller atau Distributor
2. Dropshipper Tidak Perlu Stok Barang
Bisa dibilang, ini perbedaan paling umum antara reseller dan dropshipper. Menjadi dropshipper, kamu bisa menjual produk ke konsumen tanpa harus menyetok produk.
Bisnis yang sering disebut minim modal ini, berfokus pada strategi untuk promosi atau marketing dari produk yang ingin dipasarkan kepada target konsumen.
So, melalui sistem ini kamu bisa melakukannya dengan fleksibel di mana pun berada asalkan masih terhubung dengan internet, ya Sobat!
Perbedaan Reseller dan Dropship
Sampai sini, apakah kamu masih bingung perbedaan antara Reseller dan Dropshipper? Kamu bisa melihat perbedaannya dari berbagai sisi berikut.
1. Ketersediaan Barang
Sebagai Dropshipper, kamu tidak perlu memastikan ketersediaan barang. Bila mendapatkan order maka barang yang dibeli akan diteruskan ke supplier atau distributor,
Kemudian nantinya, supplier atau distributor ini akan mengirimkan barang ke konsumen. Kalau sebagai Reseller, Sobat mesti membeli barang dengan jumlah tertentu lalu menjualnya kepada konsumen.
2. Modal
Sebagai Reseller, Sobat mesti memiliki cukup banyak modal untuk membeli, menyetok barang, dan ruang untuk meletakkan barang yang akan dijual.
Sementara sebagai Dropshipper, Sobat hanya perlu menyediakan modal untuk membeli kuota internet atau pulsa. Yaps! Bisa dibilang jadi Dropshipper, Sobat tidak membutuhkan modal.
3. Keuntungan & Risiko
Soal keuntungan, Reseller lebih untung daripada Dropshipper karena mereka bisa menjual banyak barang dengan harga lebih kompetitif dari Supplier. Kenapa Dropshipper tidak bisa lebih untung?
Salah satu penyebabnya karena Dropshipper tidak bisa mengatur margin keuntungan mereka. Nah, kalau soal risiko: risiko penjualan dari Reseller akan lebih besar karena jika barang yang sudah dibeli dalam jumlah banyak tidak terjual maka Sobat akan merugi.
Kalau Dropshipper tidak akan merugi karena ia tidak menyediakan barang atau membeli barang dalam jumlah banyak.
4. Strategi Pemasaran Produk
Kalau jadi Reseller, Sobat bisa menawarkan barang secara langsung ke konsumen karena kamu sudah memiliki stok barang yang ingin dijual.
Sementara jadi Dropshipper, kamu bisa langsung mempromosikan barang melalui media sosial, website, WhatsApp, dan sebagainya tanpa menunggu atau membeli barang.
Nah, kalau dari aspen ini, Reseller lebih unggul daripada Dropshipper karena Sobat mendapatkan barang secara langsung sehingga bisa lebih memahami terkait deskripsi produk plus kondisi produk.
Sampai di sini, apakah Sobat sudah memahami mana yang lebih baik? Kedua pilihan sistem penjualan ini memang memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.
Bisnis Reseller di Evermos, Solusi Praktis untuk Pemula
Nah, kalau Sobat sudah siap dengan risiko menjual barang dengan menjadi Reseller, Sobat bisa memulainya bersama Evermos.
Karena bersama Evermos, Sobat akan dikasih modal dan bimbingan mentor profesional sampai menjadi Reseller yang jago jualan. Ditambah lagi, Sobat juga masuk ke komunitas belajar yang siap bantu kamu buat jualan.
Cocok banget bukan buat Sobat yang masih jadi Reseller pemula?
Mau Mulai Bisnis Online? Coba Jadi Reseller di Evermos Sekarang!
Ayo, optimalkan jualanmu dengan mengikuti program #JagoanRamadan! Apa itu #Jagoan Ramadan?
Program #JagoanRamadan adalah program khusus bagi reseller yang ingin memaksimalkan penjualan di bulan suci. Beberapa keunggulan produk ini, yaitu akses ke produk-produk khusus Ramadan dengan harga yang lebih menguntungkan, konten pemasaran tematik Ramadan, dan bonus komisi tambahan untuk produk-produk pilihan.
Selain itu, Sobat juga bisa mendapatkan prioritas dalam pengiriman produk sehingga pesanan pelanggan bisa sampai lebih cepat. Jadi, tunggu apalagi?
Dengan aplikasi Evermos, bisnis reseller Sobat bisa semakin masif terjual dengan omset yang mantap! Aplikasi Evermos sendiri sudah diluncurkan sejak 2018 dan telah dipakai oleh lebih dari 500 ribu reseller aktif di seluruh Indonesia.
Bedanya aplikasi Evermos dengan aplikasi lainnya, yaitu Evermos berfokus pada produk lokal. Selain itu, Evermos juga bermitra dengan lebih dari 1.000 brand lokal tepercaya sehingga Sobat bisa menawarkan produk berkualitas kepada pelanggan.
Sobat ingin menjadi salah satu #JagoanRamadan tahun ini? Segera akses Katalog Ramadan 2025 di sini.
Yuk, unduh aplikasi Evermos sekarang di App Store dan Play Store, dan mulai perjalanan bisnis reseller dengan lebih mudah!
